Timo Glock
| Timo Glock | |
|---|---|
Glock di Moscow Raceway pada tahun 2015. | |
| Lahir | 18 Maret 1982 |
| Karier Kejuaraan Dunia Formula Satu | |
| Kebangsaan | |
| Tahun aktif | 2004, 2008–2012 |
| Tim | Jordan, Toyota, Virgin, Marussia |
| Jumlah lomba | 95 (91 starts) |
| Juara Dunia | 0 |
| Menang | 0 |
| Podium | 3 |
| Total poin | 51 |
| Posisi pole | 0 |
| Lap tercepat | 1 |
| Lomba pertama | Grand Prix Kanada 2004 |
| Lomba terakhir | Grand Prix Brasil 2012 |
| Klasemen 2012 | 20th (0 pts) |
Timo Glock (lahir 18 Maret 1982) adalah seorang mantan pembalap Formula 1 asal Jerman yang lahir di kota Lindenfels. Ia terakhir kali memperkuat tim Marussia-Cosworth.[1]
Pra-Formula 1
Glock memulai karier balapannya dalam usia yang terbilang sudah cukup tua untuk balapan pemula. Ia memulai karier gokart dalam usia 15 tahun di 1998. Tapi usia bukanlah masalah bagi Glock, sebab di luar dugaan ia mampu memenangi beberapa kejuaraan gokart junior Jerman dan kemudian ia beralih ke BMW ADAC Formula Junior Cup pada tahun 2000 dan Formula BMW ADAC Championship pada tahun 2001, di mana ia langsung menjadi juara pada tahun pertamanya tersebut. Kemudian di 2002 ia pindah ke kejuaraan Formula 3 Jerman dan berakhir dengan posisi tiga klasemen akhir serta gelar Rookie of the Year. Tahun 2003, ia berkompetisi di Formula 3 Euroseries, dengan hasil memenangi tiga balapan dan tiga podium finish, yang menempatkannya di P5 klasemen akhir.
Formula 1
Jordan Grand Prix (2004)

Glock memulai karier F1-nya pada GP Kanada 2004. Saat itu ia ditarik masuk ke tim Jordan F1 untuk menggantikan Giorgio Pantano yang tengah dilanda kesulitan dana sponsorship. Lucunya di debutnya itu, Glock malah mendapatkan poin secara ‘hadiah’ dikarenakan dua mobil Williams dan Toyota yang finish diatasnya di diskualifikasi akibat pemakaian rem yang menyalahi aturan. Ia yang aslinya finish P9 naik menjadi P7 dengan adanya hukuman tersebut. Di Jordan, Glock menjadi rekan setim Nick Heidfeld. Saat musim 2004 berlangsung, ia turun sebanyak empat kali dan selebihnya dikembalikan ke ‘pembalap aslinya’, Giorgio Pantano. Kemitraan sponsorship Glock dengan Deutsche Post membantu membawa kembali warna DHL ke tim Jordan.[2]
Champ Car
2005
Pada musim 2005, Glock mengalihkan kariernya ke negara Amerika Serikat, di mana dia membalap di dalam ajang Champ Car World Series bersama dengan tim Rocketsports milik Paul Gentilozzi. Hasil akhir terbaiknya adalah finis di posisi kedua di Sirkuit Gilles Villeneuve di Molson Indy Montreal di Kanada, di mana dia dikalahkan oleh Oriol Servià. Pada putaran terakhir balapan, Glock dua kali mempertahankan keunggulan atas Servia dengan melewatkan chicane terakhir trek. Karena peraturan mengharuskan pembalap yang mendapatkan atau mempertahankan posisi dengan keluar dari trek balapan untuk memberikan jalan, Glock diminta untuk minggir oleh petugas Champ Car, dan membiarkan Servia memimpin jalannya perlombaan ini. Glock menurutinya di pertengahan putaran terakhir, dan memberinya cukup waktu untuk mencoba mengambil kembali keunggulan, tetapi tidak berhasil. Glock finis di posisi ke-8 di dalam klasemen poin musim terakhir dan berhasil memenangkan penghargaan Rookie of the Year dari Champ Car World Series.
GP2
2006–2007

Pada musim 2006, Glock membalap di benua Eropa dalam Seri GP2, level yang tepat di bawah ajang Formula Satu. Dia memulai dengan tim papan tengah BCN Competición, dan meraih hasil akhir yang biasa-biasa saja. Namun, di pertengahan musim, dia pindah ke tim iSport yang memimpin klasemen sementara Kejuaraan Tim dan setelah serangkaian hasil akhir yang membaik, dia finis di posisi keempat di dalam klasemen akhir Kejuaraan Pembalap, sekaligus memenangkan penghargaan sebagai "pembalap dengan peningkatan terbaik" di dalam seri tersebut.[3] Pada musim 2006, dia kembali menguji mobil F1 untuk tim BMW Sauber, yang membuatnya dikontrak pada bulan Desember sebagai pembalap penguji yang kedua bagi tim tersebut untuk musim 2007.
Glock juga dikontrak ulang untuk musim 2007 oleh tim iSport dan berhasil memenangkan satu balapan fitur dan empat balapan sprint di dalam perjalanannya untuk meraih gelar kejuaraan pembalap.[4] Setelah terjadinya sebuah kecelakaan serius yang dialami oleh pembalap BMW di dalam ajang Formula Satu, yaitu Robert Kubica, di Grand Prix Kanada 2007, muncul spekulasi bahwa Glock akan mengambil alih kemudi untuk sementara waktu. Namun, tim justru lebih memilih pembalap penguji utama mereka, yaitu Sebastian Vettel.[5] Dorongan Vettel sebagai seorang pembalap pengganti membantunya mendapatkan kursi balapan penuh waktu bersama dengan tim Toro Rosso di akhir musim ini, dimulai pada Grand Prix Hungaria, dan Glock kemudian dipromosikan menjadi pembalap penguji utama dan cadangan untuk tim BMW.
Kembali ke Formula Satu
Toyota (2008–2009)
Musim 2008



Nama Glock kembali masuk ke lintasan F1 di akhir tahun 2007 setelah dia berhasil memenangi gelar juara Seri GP2. Ia lantas diperebutkan oleh tim BMW dan Toyota, di mana tim BMW kemudian mengadukan hal tersebut kepada Dewan Pengakuan Kontrak FIA. Pada bulan November, CRB lantas memutuskan bahwa Glock disahkan untuk tim Toyota.[6] Di tim Toyota, Glock menggantikan posisi sesama pembalap mobil profesional asal Jerman yang juga merupakan adik Schumi, yaitu Ralf Schumacher. Selama musim 2008, Glock meraih poin pertamanya di Grand Prix Kanada dengan finish di P4 di depan Felipe Massa dari tim Ferrari. Balapan terbaik Glock adalah di Grand Prix Hungaria, di mana di babak kualifikasi dia berada di P5, dan pada saat balapan dia berhasil finish kedua di belakang Heikki Kovalainen. Kemudian, di GP F1 ke 800 di Grand Prix Singapura, Glock kembali lagi finish di posisi keempat.
Momen akhir musim yang memalukan
Pada balapan terakhir musim 2008, yaitu Grand Prix Brasil, Glock berada di posisi ketujuh dengan beberapa putaran yang masih tersisa ketika hujan mulai membasahi lintasan. Glock tetap bertahan di lintasan dengan menggunakan ban kering, sementara sebagian besar pembalap yang lain, termasuk kandidat juara dunia pembalap Lewis Hamilton, lebih memilih untuk masuk ke dalam pit dengan ban basah.[7] Keputusan untuk tetap bertahan di luar pit selama balapan membuat Glock naik peringkat, dan mengungguli Hamilton di trek. Memasuki putaran terakhir, Glock berada di posisi keempat, tetapi kemudian mengalami kesulitan dengan ban keringnya karena hujan semakin deras. Dia pada akhirnya disalip oleh Sebastian Vettel dari tim Toro Rosso dan Lewis Hamilton dari tim McLaren di tikungan terakhir. Hamilton kembali ke posisi kelima untuk memenangkan gelar Kejuaraan Dunia Pembalap musim 2008 dan mengungguli rivalnya, yaitu Felipe Massa, dengan selisih hanya satu poin saja, sementara Glock finis di posisi keenam.[8] Insiden tersebut memicu reaksi keras dari banyak penggemar Brasil yang mendukung Massa, yang menyiratkan bahwa Glock bersalah atas kemenangan Hamilton dan kekalahan Massa, sebelum pada akhirnya dengan sportif Felipe Massa menyatakan bahwa dia kalah secara adil. Bertahun-tahun kemudian, Glock mengungkapkan bahwa dia dan anggota tim Toyota dikawal oleh polisi untuk meninggalkan negara itu demi melindunginya dari pelecehan lebih lanjut. Dalam liputan langsung ITV tentang balapan tersebut, komentator Martin Brundle berteriak, "Apakah itu Glock yang melaju pelan?" pada saat Hamilton berhasil menyalipnya, yang kemudian menjadi meme internet.[9]
Glock lantas berada di P10 di dalam klasemen akhir Kejuaraan Dunia Pembalap musim 2008 dengan perolehan 25 poin, di belakang rekan setimnya, yaitu Jarno Trulli.[10]
Musim 2009

Musim 2009 merupakan salah satu musim F1 terbaik bagi Glock bersama dengan tim Toyota. Setelah berada di dalam posisi 10 besar di ketiga sesi latihan bebas untuk Grand Prix Australia, Glock lolos babak kualifikasi di posisi ke-6. Namun, sayap belakang mobil Toyota miliknya (dan rekan setimnya, yaitu Trulli) dianggap terlalu fleksibel dan dinyatakan ilegal, sehingga catatan waktu putarnya dibatalkan dan dia memulai jalannya balapan ini dari posisi ke-19. Selama balapan, dia berhasil menembus barisan depan dan finis di posisi ke-5. Namun, setelah balapan, Lewis Hamilton didiskualifikasi dan posisi finis ke-4-nya dicabut, dan Glock naik ke posisi ke-4. Seminggu kemudian, di Malaysia, dia berhasil lolos babak kualifikasi di posisi ke-5, tetapi memulai jalannya balapan ini dari posisi ke-3 setelah penalti yang diterima oleh Sebastian Vettel dan Rubens Barrichello. Di awal balapan, Glock merosot ke posisi ke-8, tetapi pilihan ban yang tepat pada saat hujan mulai turun, ditambah dengan kemampuan membalap yang presisi, membuat Glock berhasil finis di posisi ke-3 ketika balapan berakhir lebih awal di putaran ke-32.
Glock kemudian berhasil finis di posisi ketujuh sebanyak dua kali secara berturut-turut pada saat hujan di Tiongkok, dan saat pada kering di Bahrain, sehingga memberikannya total 12 poin untuk musim ini, meskipun semua posisi-posisi finis ini datang dengan cara yang kontras. Di Tiongkok, dia hanya lolos babak kualifikasi di posisi ke-14, tidak berhasil lolos dari sesi Q2, sementara di Bahrain, dia berhasil lolos babak kualifikasi di posisi ke-2, dan sempat memimpin balapan di stint pertama, tetapi stint kedua yang buruk dengan ban keras memaksanya untuk berjuang kembali untuk finis di posisi ketujuh di akhir balapan. Glock berhasil meraih podium keduanya musim ini setelah dia finis ke-2 di belakang Lewis Hamilton di Grand Prix Singapura setelah start di posisi ke-6. Balapannya dimulai dengan baik ketika Glock menyalip Alonso dan diberi tempat oleh Mark Webber yang terpaksa membiarkan Alonso menyalip. Di akhir balapan, Glock tampaknya siap untuk finis di posisi ke-3 hingga Nico Rosberg melewati garis putih pada saat keluar dari pit, sehingga membuatnya mendapatkan penalti drive through dan memungkinkan Glock untuk dengan mudah mengambil alih posisi ke-2.
Pada saat sesi kualifikasi untuk Grand Prix Jepang 2009, Glock mengalami kecelakaan hebat di tikungan terakhir dan dilarikan ke rumah sakit dengan cedera kaki. Karena dia tidak fit untuk ikut balapan, maka Jarno Trulli adalah satu-satunya pembalap yang mewakili tim Toyota. Pada tanggal 11 Oktober 2009, tim Toyota mengonfirmasi bahwa pembalap pengujinya, yaitu Kamui Kobayashi, akan melakukan debut balapannya di Grand Prix Brasil, karena Glock mengalami komplikasi lebih lanjut dari kecelakaannya, yang mengakibatkan tulang punggungnya mengalami keretakan dan dia tidak dijamin akan fit tepat waktu untuk ikut balapan di Brasil dan Abu Dhabi. Tim Toyota kemudian menarik diri dari ajang F1 pada akhir tahun 2009, sehingga meninggalkan masa depan yang tidak menentu bagi Glock.
Virgin Racing (2010–2011)


Masa depan Glock untuk sementara waktu tampak tidak pasti, tetapi pada tanggal 17 November, tim debutan Manor Motorsport mengumumkan bahwa dia telah menandatangani kontrak dengan mereka dan akan menjadi pembalap utama mereka untuk musim 2010 dan 2011.[11] Tampaknya Glock akan berpasangan dengan pembalap mobil profesional asal Polandia, yaitu Robert Kubica, di tim Renault, tetapi setelah keputusan Renault untuk mengumumkan apakah mereka akan ikut serta di dalam ajang Formula 1 pada tahun 2010 atau tidak, Glock lebih memilih untuk mengambil opsi yang lain, yang menjamin bahwa dia akan tetap membalap meskipun mobilnya mungkin kurang kompetitif.[11] Tim Manor kemudian berganti nama menjadi menjadi Virgin Racing, dan pada bulan November 2009, diumumkan bahwa dia akan bertandem bersama dengan pembalap mobil profesional asal Brasil, yaitu Lucas di Grassi, yang merupakan mantan rival Glock di GP2. Glock memulai musim 2010 dengan tiga kali tersingkir dari perlombaan secara berturut-turut di Bahrain, Australia, dan Malaysia. Selain itu, dia tidak dapat memulai Grand Prix Tiongkok karena mobilnya mengalami kerusakan mesin; Hal ini terjadi meskipun performanya yang baik di sesi kualifikasi, yang membuatnya mengungguli semua pembalap yang membela tim yang baru di Bahrain dan secara konsisten memulai balapan lebih tinggi daripada rekan setimnya, yaitu Di Grassi. Di Grand Prix Spanyol, dia mencatatkan posisi finis pertamanya untuk tim, dan posisi finis pertamanya di musim ini dengan finis di posisi ke-18. Hasil akhir yang terbaik untuk Glock pada musim ini adalah finis di posisi ke-14 di Jepang, yang juga merupakan hasil akhir yang terbaik untuk tim pada musim itu. Selama musim 2010, dengan performa mobil yang tidak kompetitif, baik Glock maupun di Grassi gagal mencetak satu angka pun.


Untuk musim 2011, Glock masih bertahan di tim Virgin, dan kali ini dia berpasangan dengan pembalap mobil profesional asal Belgia, yaitu Jerome d'Ambrosio, dan dia gagal menjalani start di Grand Prix Turki. Tim Virgin Racing kemudian mengumumkan bahwa mereka memperpanjang kontrak Glock sampai dengan akhir musim 2014.[12]
Marussia (2012)

Tim tersebut berganti nama menjadi Marussia F1 untuk musim 2012, dan dia akan bermitra bersama dengan rekan setim ketiganya dalam tiga tahun di tim tersebut, yang merupakan seorang pembalap pemula asal Prancis, yaitu Charles Pic.[13] Tim Marussia terpaksa menarik diri dari sesi pengujian pra-musim setelah mengalami kegagalan dalam uji tabrak karena benturan belakang, tetapi pada akhirnya mereka berhasil lolos, sehingga memungkinkan Glock untuk bersaing di balapan pembuka.[14] Glock memulai musim 2012 dengan kuat dengan finis di urutan ke-14 Australia, yang menyamai pencapaian tertingginya bersama dengan tim Virgin/Marussia. Glock berada di urutan ke-17 di Malaysia, dan kemudian mencetak dua kali finis di posisi ke-19 secara berturut-turut di Tiongkok dan Bahrain. Selain itu, dia finis di urutan ke-18 di Grand Prix Spanyol, sebelum dia mencapai posisi ke-14 sekali lagi di Monako, dan terpaksa harus rela tersingkir dari balapan di Grand Prix Kanada dengan kerusakan rem pada mobilnya.
Glock mengundurkan diri dari Grand Prix Eropa setelah tertular penyakit perut.[15] Namun, dia dinyatakan fit tepat waktu untuk Grand Prix Inggris, di mana dia finis di urutan ke-18, dan dilanjutkan dengan finis di posisi ke-22 di Grand Prix yang berlangsung di kandangnya sendiri. Di Grand Prix Hungaria, terjadi perseteruan antara Glock dan rekan setimnya, setelah Pic memblokirnya selama sesi kualifikasi.[16] Glock menyelesaikan balapan ini di posisi ke-21 setelah bertarung dengan Michael Schumacher dan Pedro de la Rosa. Glock finis di urutan ke-15 di Spa setelah bertabrakan dengan Pastor Maldonado. Dia tidak mengalami kerusakan apapun pada mobilnya dan finis di depan rekan setimnya pada saat mereka bertarung di tahap akhir balapan sambil juga di-over-lap oleh mobil yang lain. Di Monza, dia finis di posisi ke-17 setelah mengalami kerusakan sayap depan pada mobilnya setelah bertabrakan dengan Vitaly Petrov di tikungan kedua pada putaran pertama.

Namun, di Singapura, dia berhasil memberikan hasil terbaiknya untuk tim Marussia, dengan finis di urutan ke-12 setelah tampil tanpa cela. Hal ini secara krusial mendorong tim Marussia untuk naik ke posisi ke-10 di dalam klasemen sementara Kejuaraan Dunia Konstruktor, karena rekor finis balapan tanpa meraih poin yang lebih baik. Di Jepang, Glock sempat naik ke urutan ke-11 pada putaran kedua setelah terjadinya dua insiden di tikungan pertama, tetapi dia harus puas finis di urutan ke-16. Di Korea dia finis di urutan ke-18, dan di India, dia berada di urutan ke-20 setelah terlibat pertarungan yang lainnya dengan Michael Schumacher. Dia bertarung dengan Schumacher sekali lagi di Abu Dhabi, dan membiarkan dia lewat untuk menyalip Heikki Kovalainen yang berada di posisi ke-12 yang penting untuk menurunkan tim Marussia ke posisi ke-11 di dalam klasemen sementara Kejuaraan Dunia Konstruktor.[17] Di São Paulo, dia melaju dengan kuat, dan berada di depan Caterham, sampai dia ditabrak oleh Jean-Éric Vergne. Dia mengklaim bahwa hal ini telah 'menghancurkan balapannya', dengan Petrov yang pada akhirnya berhasil melewati Charles Pic untuk menempati posisi ke-10 untuk tim Caterham di dalam klasemen akhir Kejuaraan Dunia Konstruktor.[18] Glock menyelesaikan musim ini di posisi ke-20 di dalam klasemen akhir Kejuaraan Dunia Pembalap; hasil yang terbaik untuknya bersama dengan tim Virgin/Marussia.
Untuk musim 2013, dia tadinya akan tetap bersama dengan tim Marussia dan berpartner bersama dengan Max Chilton, yang akan menjadi rekan setim keempatnya dalam empat tahun di tim, namun pada tanggal 21 Januari 2013, dipastikan bahwa Glock telah meninggalkan tim Marussia dengan persetujuan bersama.[19] Posisi Glock seharusnya digantikan oleh Luiz Razia, tetapi karena adanya masalah pendanaan, maka kontrak Razia dihentikan sebelum musim ini dimulai. Posisinya pada akhirnya digantikan oleh Jules Bianchi.[20]
DTM


Glock beralih ke ajang DTM di musim 2013, di mana dia menandatangani kontrak dengan BMW.[21] Pada balapan ketiganya, dia berhasil mencetak poin pertamanya dan naik ke atas podium dengan finis di posisi ketiga. Dia tidak berhasil mencetak poin lagi hingga balapan terakhir musim itu di Hockenheim, di mana dia berhasil memenangkan balapan DTM untuk yang pertama kalinya di dalam kariernya.
Piala Super Porsche
Pada musim 2004, Glock menjalani debutnya di dalam ajang Piala Super Porsche untuk Porsche AG Team dengan start satu kali di Nürburgring, di mana dia finis di urutan ke-6 pada Balapan 1 dan ke-7 pada Balapan 2. Pada musim 2023, Glock kembali lagi sebagai pembalap tamu untuk Porsche Motorsport dengan nomor #911 di Hungaroring dan Monza, di mana dia menyelesaikan balapan pertamanya dalam 19 tahun dengan finis di posisi ke-15 dengan perolehan poin, tetapi tidak memenuhi syarat karena berstatus sebagai pembalap tamu. Dan di Monza, dia finis di posisi ke-9. Dia kembali lagi pada musim 2024 untuk tim Dr.Ing h.c. F. Porsche AG dengan nomor #911 dan melaju di Red Bull Ring, di mana dia finis di posisi ke-18.
Karier Penyiaran
Glock bergabung bersama dengan sebuah stasiun televisi asal Jerman, yaitu RTL, sebagai seorang komentator liputan Formula Satu dari musim 2018 hingga 2020.[22][23] Sejak musim 2021, dia bekerja sebagai seorang analis untuk sebuah stasiun televisi berbayar, yaitu Sky Sport, setelah stasiun televisi tersebut memperoleh hak siar eksklusif untuk ajang Formula Satu di negara Jerman.[24]
Kehidupan pribadi
Glock tinggal di negara Swiss bersama dengan istrinya, yang merupakan seorang model asal Jerman, yaitu Isabell Reis. Dia berkeliling dunia bersama dengannya selama musim balapan berlangsung. Glock dan Reis bertetangga dan berteman dekat dengan mantan pembalap McLaren, Renault, dan Caterham F1, yaitu Heikki Kovalainen, serta istrinya yang berkebangsaan Inggris, yaitu Catherine Hyde.
Statistik
Biodata
- Nama lengkap: Timo Glock
- TTL: 18 Maret 1982 di Lindenfels, Jerman
- Status: Single
- Tinggi: 169 cm
- Berat: 64 kg
- Debut: Kanada 2004 (bersama Jordan)
Musim ke musim
- 2004, Formula 1 (Jordan GP) – 2 poin (turun di 4 balapan)
- 2005-07, GP2 – juara di musim 2007
- 2008, Formula 1 (Toyota) – 25 poin (posisi 10)
- 2009, Formula 1 (Toyota) – 24 poin (posisi 10)
Referensi
- ^ http://www.formula1.com/news/headlines/2009/11/10222.html
- ^ Deutsche Post World Net | Speed Academy Diarsipkan 17 October 2007 di Wayback Machine.
- ^ url=http://www.timoglock.de/Profil.html Diarsipkan 1 August 2013 di Wayback Machine.
- ^ "Glock signed as BMW second driver". Grandprix.com. 21 December 2006. Diakses tanggal 21 December 2006.
- ^ "Vettel to replace Kubica at Indianapolis". autosport.com. 14 June 2007. Diakses tanggal 14 June 2007.
- ^ "CRB says Glock free to race for Toyota". autosport.com. 16 November 2007. Diakses tanggal 16 November 2007.
- ^ Benson, Andrew (2 November 2008). "Brazilian Grand Prix". BBC Sport.
- ^ Mirror.co.uk (2 November 2008). "Lewis Hamilton becomes youngest ever Formula One champion". mirror (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 30 January 2021.
- ^ "Timo Glock: Death threats continued for years after Brazil 2008". motorsport.com. 2 November 2022. Diakses tanggal 4 July 2024.
- ^ "2008 Standings". tsn.ca. Diakses tanggal 2 November 2008.
- ^ a b "Glock to lead new Manor F1 team". BBC Sport. BBC. 17 November 2009. Diakses tanggal 5 April 2010.
- ^ "Glock signs long-term contract with Virgin". formula1.com. Formula One Administration. 24 July 2011. Diakses tanggal 24 July 2011.
- ^ Cooper, Adam (3 November 2011). "Caterham, Lotus and Marussia name changes approved". Adam Cooper's F1 Blog. WordPress. Diakses tanggal 3 January 2012.
- ^ "Marussia pass final crash test ahead of Formula 1 opener". BBC Sport. BBC. 6 March 2012. Diakses tanggal 24 July 2012.
- ^ "Glock ruled out of Valencia race on health grounds". Formula1.com. Formula One Administration. 24 June 2012. Diakses tanggal 24 July 2012.
- ^ Teammate feud brewing at Marussia Diarsipkan 3 December 2013 di Wayback Machine. inautonews FC
- ^ "Glock: Schumacher saved us". PlanetF1. 8 November 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 15 January 2013. Diakses tanggal 4 December 2012.
- ^ "Glock: Vergne destroyed my race, cost us dear". Crash.net. 28 November 2012. Diakses tanggal 4 December 2012.
- ^ "Joint statement from the Marussia F1 Team and Timo Glock". Marussia F1 Team website. Marussia F1. Diarsipkan dari asli tanggal 23 January 2013. Diakses tanggal 21 January 2013.
- ^ "Bianchi replaces Razia at Marussia for 2013". gpupdate.net. GPUPDATE.NET. 1 March 2013. Diakses tanggal 1 March 2013.
- ^ O'Leary, Jamie (25 January 2013). "BMW confirms Timo Glock for 2013 DTM season". Autosport. Haymarket Publications. Diakses tanggal 30 January 2013.
- ^ "Nach Lauda-Abschied: RTL holt Nico Rosberg und Timo Glock als Formel-1-Experten" [After Lauda's departure: RTL brings in Nico Rosberg and Timo Glock as Formula 1 experts]. Focus (dalam bahasa Jerman). 19 December 2017. Diakses tanggal 21 January 2025.
- ^ Péter, Vámosi (20 December 2017). "Új szakértők az RTL-en: Nico Rosberg és Timo Glock!" [New experts on RTL: Nico Rosberg and Timo Glock!]. RacingLine.hu (dalam bahasa Hungaria). Diakses tanggal 21 January 2025.
- ^ Ziegengeist, Juliane (7 December 2020). "Nach Ausstieg von RTL: Timo Glock dockt als Formel-1-Experte bei Sky an" [After leaving RTL: Timo Glock joins Sky as Formula 1 expert]. Motorsport-Total.com (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 21 January 2025.
Pranala luar
- Situs web resmi
- Statistik Timo Glock di Driver Database
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


