Tanahbaya, Randudongkal, Pemalang
Tanahbaya | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Tengah | ||||
| Kabupaten | Pemalang | ||||
| Kecamatan | Randudongkal | ||||
| Kode pos | 52353 | ||||
| Kode Kemendagri | 33.27.07.2010 | ||||
| Luas | ... km² | ||||
| Jumlah penduduk | ... jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Tanahbaya adalah desa di kecamatan Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia. Pada dasarnya Tanahbaya terbagi menjadi dua bagian, yaitu Dusun Tegal Panjang yang berada di sebelah timur dan Desa Tanahbaya di sebelah barat.[butuh rujukan]
Sejarah
Asal muasal Desa Tanahbaya berdasarkan masyarakat setempat bahwa Desa Tanahbaya di dirikan oleh sesepuh yang bernama Mbah Wanabaya & Mbah Rantisan. Makam keduanya terletak di sebelah barat Desa Tanahbaya dan menjadi salah satu makam keramat bagi penduduk setempat. Tidak di ketahui asal-usul Mbah Wanabaya, tetapi keturunan Mbah Rantisan sampai sekarang banyak yang menetap di Desa Tanahbaya.
Demografi
Mayoritas penduduk Tanahbaya adalah petani, walau banyak juga yang merantau ke luar daerah. Sama seperti masyarakat di Jawa pada umumnya.
Geografi
Secara geografis, Desa Tanahbaya berbatasan dengan
| Utara | Desa Mangli |
| Timur | Desa Karangmoncol |
| Selatan | Desa Randudongkal |
| Barat | Desa Kalimas |
Desa Tanahbaya merupakan salah satu desa di Kecamatan Randudongkal.
Desa Tanahbaya sendiri terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu Desa Tanahbaya dan Dukuh Tegal Panjang di sebelah timur desa yang dipisahkan oleh area pesawahan dan terpisah cukup jauh.
Sebagian wilayahnya terdiri dari oesawahan, sungai dan hutan. Namun area hutan sendiri terpisah dari desa, jadi bukan desa di dalam hutan, tetapi memiliki area perhutanan/alas/tegalan.
Berada di ketinggian sekitar 550 mdpl, membuat cuaca di desa Tanahbaya memiliki suhu yang relatif sejuk di malam hari.
Tanahnya cukup subur untuk pertanian, sehingga mayoritas penduduknya adalah petani, walau sebagian ada yang beternak dan merantau ke luar daerah.
Fasilitas
Moda transportasi hanya satu, yaitu Angkudes (Angkutan Pedesaan) biasa disebut Koperanda (Koperasi Angkutan Randudongkal) atau Mobil Kuning. Mobil Kuning atau Koperanda beroperasi hanya sampai pukul 16:30 dengan jurusan Tanahbaya - Randudongkal, dan tidak memiliki kode trayek.
Desa Tanahbaya terkenal dengan santrinya yang cukup banyak. Karena di desa inilah terdapat sebuah pesantren milik warga setempat yang berdiri sudah cukup lama. Hingga para santrinya pun mayoritas dari luar daerah. Kebanyakan santrinya berasal dari kota Pekalongan, Brebes hingga Batang, dan tidak sedikit pula warga Desa Tanahbaya sendiri yang menitipkan anak mereka di pesantren ini.
Desa Tanahbaya memiliki dua area pemakaman, satu berada di sebelah selatan yang diberi nama Kuburan Kidul dan yang satunya di sebelah utara yang di beri nama Kuburan Lor. Di Kuburan Lor inilah tempat Mbah Wanabaya dan Mbah Rantisan yang konon sebagai pendiri Desa Tanahbaya dimakamkan.
Budaya
Mayoritas penduduknya beragama Islam, sehingga struktur budayanya banyak dipengaruhi oleh agama Islam sama seperti budaya suku Jawa lainnya di Jawa Tengah. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Jawa Ngapak.
Pranala luar
- (Indonesia) BPS Kabupaten Pemalang
- (Indonesia) Situs resmi Kabupaten Pemalang Diarsipkan 2021-10-26 di Wayback Machine.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



