Tahawa, Kahayan Tengah, Pulang Pisau

Tahawa
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Tengah
KabupatenPulang Pisau
KecamatanKahayan Tengah
Kode pos
74862
Kode Kemendagri62.11.03.2012 Suntingan nilai di Wikidata
Luas4.126.557 Ha
Jumlah penduduk997 jiwa
Kepadatan35 jiwa/km²
Peta
PetaKoordinat: 1°52′55.28226″S 113°57′19.62986″E / 1.8820228500°S 113.9554527389°E / -1.8820228500; 113.9554527389

Tahawa adalah sebuah nama desa yang terletak di wilayah Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia.

Tahawa dibagi menjadi 2 bagian, yaitu Tahawa penda atau kuno (skt. abad ke 16 atau lebih tua - hancur pada tahun 2014) & Tahawa hunjun atau modern (1990 - Sekarang)

Sejarah

Tidak diketahui bagaimana asal-usul desa Tahawa. Tetapi, beberapa orang berikut diperkirakan sebagai pemicu nya

1.Bahar

 Hidup pada abad ke 17

Tidak diketahui detail asli Bahar, yang pasti, Bahar adalah tokoh asli yang muncul dalam nisan nisan, cerita rakyat, Epos lokal dan menjadi nama famili atau moyang yang muncul dalam nama orang orang kuno di Tahawa, contoh:

1.Seloeng Bahar (1747 - 6 Februari 1847) yang terdapat pada kuburan tua di Tahawa Modern, tokoh ini sangat unik, karena ia beragama Kristen, padahal pada masa kehidupan-nya, agama kristen belum masuk ke Kalimantan atau hanya ada di pesisir laut

2.Rahamah Bahar ( Unknown, Meninggal skt 1976)

3.Tjuhanness Bahar (1818 - 20 November 1965)

4. Anut T. Bahar ( 28 Maret atau Juni 1934 - 3 Juni 1937)

5.Samuel atau Samael atau Rahael Bahar (? - 1918)

2.Sahak

 Skt.1800 - ?

Sama seperti Bahar, Sahak adalah nama famili atau moyang yang muncul dalam tokoh-tokoh kuno Tahawa, Contoh:

1.Tagap Sahak atau Ongko Kandal (abad ke 18), Tokoh ini diketahui dari cerita lisan rakyat dan Sandung besar milik Tagap Sahak

3.Jinu

 Skt. 1728 - ?

Sama Seperti Bahar & Sahak Contoh:

1.Iyub Jinu (11 April 1860 - 02 September 1961)

2.Yusup Jinu

4.Yakub Tua, ejaan lama; Bue Yakœb, Pä Jakœb, atau Jãkkœb Bakas (Sblm 1800 atau lebih tua)

Kehancuran Tahawa Kuno

Desa Tahawa Kuno dulunya berada di pinggir sungai Kahayan dan berhadapan dengan kampung Pendahaur bagian Kuno,Lalu pada tahun 1980-1990 an, warga warga yang berada di desa Tahawa dan Pendahaur bagian penda atau kuno mulai pindah ke atas (di atas maksudnya berada di pinggir jalan raya dan berada di dataran tinggi), saat jalan raya sudah dibangun. Dan sekarang tidak ada lagi penduduk yang tinggal di Tahawa maupun Pendahaur bagian kuno karena semua orang sudah berpindah ke atas dan menjadi Tahawa & Pendahaur bagian hujun atau modern.

Desa Tahawa kuno hancur dikarenakan pertambangan emas yang sangat masif dan merusak, serta air sungai yang sangat kotor akibat pertambangan illegal dan limbah industri.

Hal ini juga menyebabkan hal hal arkeologis kuno di Tahawa seperti betang kuno, Sandung, sapundu, kuburan, Batu ber inskripsi, gerabah,logam, koin, nekara, manik manik, emas, perhiasan, dll menjadi lenyap,hilang, & hancur akibat pertambangan yang masif dan aktivitas industri sejak zaman Orde Baru serta pelestarian lingkungan yang sangat minim.

Pranala luar



Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement