Sultan Ahmad Najamuddin III
| Sultan Ahmad Najamuddin Pangeran Ratu | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Sultan Palembang Ke-9 | |||||
| Berkuasa | 1819-1823 | ||||
| Pendahulu | Sultan Mahmud Badaruddin II | ||||
| Kelahiran | Palembang | ||||
| |||||
| Wangsa | Azmatkhan | ||||
| Ayah | Sultan Mahmud Badaruddin II | ||||
| Ibu | Ratu Sepuh Asma binti Pangeran Adipati Banjar kutma | ||||
| Agama | |||||
Sultan Ahmad Najamuddin Pangeran Ratu yang dikenal SAN III dengan nama asli Sultàn Muhammad Tjing Djamaluddin Wangsa Martaradja Wijaya Negara adalah Sultan ke-9 Kesultanan Palembang Darussalam yang memerintah dari Tahun 1819 sampai 1823, menggantikan ayahnya, Sultan Mahmud Badaruddin II yang memimpin Tentara Pertahanan Kesultanan Palembang Darussalam dalam Perang Ekspedisi Palembang Pertama (1819) yang dimenangkan tentara Kesultanan Palembang Darussalam, dan Ekspedisi Palembang kedua (1821) melawan tentara Hindia Belanda. Setelah melalui Banyak Peperangan dengan Belanda, Kesultanan Palembang Darussalam harus mengalami Kekalahan pada tahun 1821, diangkatlah Sultan Boneka Baru yang Ialah Sepupu dari Beliau, Sultan Ahmad Najamuddin IV Prabu Anom sebagai Sultan ke-10 Kesultanan Palembang Darussalam. Sementara itu Sultan Ahmad Najamuddin III bersama sang Ayah Sultan Mahmud Badaruddin II diasingkan ke Batavia dan pada tahun 1822 diasingkan ke Ambon
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


