Sinartrosis
| Synarthrosis | |
|---|---|
Persendian pada tengkorak adalah contoh sinartrosis | |
| Pengidentifikasi | |
| TA98 | A03.0.00.003 |
| TA2 | 1550 |
| FMA | 7491 |
| Daftar istilah anatomi | |
Sinartrosis adalah sebuah jenis sendi yang tidak memungkinkan pergerakan apapun dalam kondisi normal. Sutura dan gomfosis merupakan jenis sinartrosis. Persendian yang memungkinkan lebih banyak pergerakan dikenal sebagai amfiartrosis atau diartrosis. Sindemosis dianggap sebagai amfiartrotis karena memungkinkan sedikit pergerakan.[1]
Sinartrosis terbagi tiga:
- Gomfosis, yaitu jenis sendi yang berbentuk seperti pasak kerucut yang ditancapkan dalam soket. Contohnya, sendi antara gigi dengan tulang maksila dan mandibula.
- Sinostosis, yaitu jenis sendi yang kemudian mengalami osifikasi, sehingga kedua tulang tersebut menyatu menjadi satu tulang. Contohnya adalah penyatuan lempeng-lempeng kranium dengan jaringan ikat fibrosa padat seiring anak-anak beranjak dewasa.[2] Sinostosis dapat menjadi suatu peristiwa tubuh yang normal (mis. penyatuan lempeng epifisis menjadi garis epifisis) atau tidak normal (mis. sindaktili dan kraniosinostosis).
- Sinkondrosis, yaitu jenis sendi yang dihubungkan oleh tulang rawan (kartilago) hialin, seperti pada lempeng epifisis. Sendi ini dapat bersifat sementara (termasuk sinostosis) ataupun permanen.
Referensi
- ^ The Musculoskeletal System. In: Dutton M. eds. Dutton's Orthopaedic Examination, Evaluation, and Intervention, 5e. McGraw-Hill; Accessed January 25, 2021. https://accessphysiotherapy-mhmedical-com.libaccess.lib.mcmaster.ca/content.aspx?bookid=2707§ionid=224662311
- ^ Principles of Anatomy & Physiology, 12th Edition, Tortora & Derrickson, Pub: Wiley & Sons
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


