Silima Lombu, Onan Runggu, Samosir

Silima Lombu
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Utara
KabupatenSamosir
KecamatanOnan Runggu
Kode pos
22394
Kode Kemendagri12.17.02.2010 Suntingan nilai di Wikidata
Luas1,96 km²
Jumlah penduduk302 jiwa
Peta
PetaKoordinat: 2°33′10.800″N 98°54′46.800″E / 2.55300000°N 98.91300000°E / 2.55300000; 98.91300000

Silima Lombu adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.Terletak di tepi Danau Toba danau alami terbesar di Indonesia, desa ini memiliki posisi yang strategis dan pemandangan alam yang memukau serta kehidupan masyarakat lokal yang tetap memegang teguh tradisi dan budaya Batak.

Geografi

Luas wilayah Desa Silimalombu adalah sekitar 1,96 Km² atau 196 Ha dimana 30% berupa daratan yang bertopografi perbukitan dan sekitar 70% wilayah yang digunakan sebagai lahan pertanian termasuk persawahan irigasi, persawahan tadah hujan dan areal perkebunan rakyat.[1]

Batas Wilayah Desa

Utara Desa Parbalohan
Selatan Desa Janji Matogu
Timur Danau Toba
Barat Desa Sipira

Iklim

Desa Silimalombu beriklim tropis, dipengaruhi oleh letaknya di dataran tinggi di sekitar Danau Toba. Suhu udara di wilayah ini umumnya berkisar antara 17 °C hingga 29 °C, dengan tingkat kelembapan rata-rata 85%, menciptakan suasana sejuk dan nyaman sepanjang tahun. Curah hujan di desa Silimalombu bervariasi tergantung musim. Berdasarkan data pengamatan dari beberapa stasiun cuaca di Kabupaten Samosir, rata-rata curah hujan bulanan mencapai 177 mm, dengan sekitar 11 hari hujan setiap bulannya. Puncak musim hujan biasanya terjadi pada bulan November, dengan curah hujan mencapai 440 mm dan sekitar 15 hari hujan. Sebaliknya, musim kemarau berlangsung dari bulan Juni hingga Agustus, dengan curah hujan terendah berkisar antara 31 hingga 56 mm dan hanya 5 hingga 7 hari hujan per bulan. Kondisi ini sangat mendukung kegiatan pertanian dan wisata alam di Silimalombu. Suhu yang stabil dan curah hujan yang cukup memungkinkan tumbuhnya tanaman tropis seperti mangga, kemiri, dan berbagai jenis sayuran yang menjadi bagian penting dari ekowisata di daerah ini. [2]

Demografi

Agama

Berdasarkan Visualisasi Data Kependudukan, jumlah penduduk Desa Silimalombu mencapai 302 Penduduk jiwa yang terdiri dari 87 kepala keluarga. Mayoritas penduduk menganut agama kristen, dengan suku bangsa yang dominan adalah suku batak.[3]

Agama di Desa Silima Lombu (2024)[4]
Agama Persen
Islam
  
7,28%
Kristen Protestan
  
59,93%
Kristen Katolik
  
32,78%
Hindu
  
0,00%
Buddha
  
0,00%
Konghucu
  
0,00%
Kepercayaan terhadap Tuhan YME
  
0,00%

Pemerintahan

Desa ini dipimpin oleh seorang kepala desa bernama Hamonangan Sarel Gultom. Desa ini terdiri dari 2 dusun dan di antara dusun tersebut terbagi beberapa huta (lokasi) yakni: Sisakkil, Sitio-tio, Tinggiran, Ambula,Pandan, Silimalombu, Tuk-tuk Baringin.

Ekonomi

Mata Pencaharian Utama Mayoritas Penduduk di desa Silimalombu yaitu bekerja di PT. Aquafarm Nusantara,[5] dan para Perempuan di desa Silimalombu memproduksi Ikan Asin dari hasil sampingan produksi PT. Aquafarm Nusantara, yang kemudian dipasarkan untuk US. Regalsprings. [6]

Wisata

Salah satu daya tarik utama di desa Silimalombu adalah Ecovillage Silimalombu, sebuah kawasan wisata yang menggabungkan pertanian organik, kuliner lokal, dan praktik hidup berkelanjutan. Wisatawan dapat melakukan berbagai kegiatan seperti memetik buah mangga, kemiri, memberi makan ternak, serta mengikuti kelas memasak dengan bahan-bahan segar yang dipetik langsung dari kebun [7]

Ecovillage Silimalombu mengusung konsep yang bernama zero waste, konsep ini diterapkan secara menyeluruh mulai dari pengolahan makanan hingga produk lokal seperti wine mangga, minyak kemiri, dan teh herbal [8]

Penginapan di desa Silimalombu tersedia dalam bentuk homestay dan eco-lodge yang dikelola oleh warga lokal. Fasilitas ini dirancang untuk memberikan kenyamanan sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan.

Referensi

  1. ^ "Publikasi Statistik Resmi BPS". Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 12 Agustus 2025.
  2. ^ "Geografis Kabupaten Samosir" https://samosirkab.go.id/geografis//. Diakses tanggal 11 Agustus 2025.
  3. ^ "Visualisasi Data Kependudukan". whttps://gis.dukcapil.kemendagri.go.id/peta/. Diakses tanggal 11 Agustus 2025.
  4. ^ "Visualisasi Data Kependudukan". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 20 Desember 2024.
  5. ^ "PT. Aquafarm Nusantara". https://aquafarmnusantara.blogspot.com/2013/10/aquafarm-nusantara-tumbuh-bersama.html#more. Diakses tanggal 12 Agustus 2025.
  6. ^ https://www.laketoba.net/product/dried-salted-tilapia-ikan-asin/?utm_ https://www.laketoba.net/product/dried-salted-tilapia-ikan-asin/?utm_. Diakses tanggal 12 Agustus 2025. ;
  7. ^ "Ecovillage Silimalombu". https://tobaria.com/ecovillage-silimalombu-konsep-wisata-unik-dengan-segudang-edukasi/. Diakses tanggal 13 Agustus 2025.
  8. ^ "Kompas.com". https://travel.kompas.com/read/2025/05/21/213200127/cara-berkunjung-ke-ecovillage-silimalombu-di-pulau-samosir-tidak-wajib. Diakses tanggal 13 Agustus 2025.

Pranala luar


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement