Sibaganding, Girsang Sipangan Bolon, Simalungun

Sibaganding
Kantor Pangulu Nagori Sibaganding
Kantor Pangulu Nagori Sibaganding
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Utara
KabupatenSimalungun
KecamatanGirsang Sipangan Bolon
Kode pos
21174
Luas23.00 km2[1]
Jumlah penduduk1,990 jiwa (2021)[1]
Kepadatan85.00 jiwa/km2[1]

Sibaganding adalah sebuah nagori di kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Indonesia.

Di Sibaganding terdapat Hutan Lindung Sibatu Loting yang di dalamnya banyak dihuni oleh habitat monyet-monyet liar.

Pemerintahan

Nagori Sibaganding terdiri dari Huta (dusun):

  • Hubuan
  • Panahatan
  • Said Dolok
  • Sibaganding
  • Sigaolgaol
  • Sileutu
  • Sualan
  • Tanjung Dolok

Demografi

Suku

Mayoritas penduduk Kelurahan Sibaganding adalah suku Batak Toba.

Agama

Mayoritas penduduk Nagori Sibaganding memeluk agama Kristen.

Agama di Nagori Sibaganding (2021)[2]
Agama Persen
Islam
  
16,72%
Kristen Protestan
  
54,42%
Kristen Katolik
  
28,86%
Hindu
  
0,00%
Buddha
  
0,00%
Konghucu
  
0,00%
Kepercayaan terhadap Tuhan YME
  
0,00%

Sarana Peribadatan

Gereja HKBP Pardomuan

Di Nagori Sibaganding juga terdapat sarana ibadah yaitu empat bangunan gereja, satu masjid, dan dua mushala, diantaranya:

Pemanfaatan lahan

Pada tahun 2005, kawasan hutan di wilayah Desa Sibaganding ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia sebagai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Aek Nauli (KHDTK Aek Nauli). Penetapan KHDTK Aek Nauli berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 39/Menhut-II/2005 yang diterbitkan pada tanggal 7 Februari 2005. Luas lahan yang ditetapkan sebagai KHDTK Aek Nauli di Desa Sibaganding adalah 1.900 ha [3]

Referensi

Catatan kaki

  1. ^ Titik kordinat Gereja HKBP Pardomuan: 2°40′44″N 98°56′02″E / 2.67897009315179°N 98.9339547305941°E / 2.67897009315179; 98.9339547305941
  2. ^ Titik kordinat Gereja HKBP Sibaganding: 2°41′31″N 98°55′13″E / 2.6920555151424135°N 98.92022829022311°E / 2.6920555151424135; 98.92022829022311
  3. ^ Titik kordinat Gereja Katolik St. Andreas Rasul Stasi Sigaolgaol: 2°42′07″N 98°54′36″E / 2.7020179644778604°N 98.91000527886744°E / 2.7020179644778604; 98.91000527886744
  4. ^ Titik kordinat Gereja Katolik St. Yoseph Stasi Repa Sileutu: 2°43′08″N 98°54′55″E / 2.718987849422188°N 98.91518801848856°E / 2.718987849422188; 98.91518801848856

Daftar pustaka

  1. ^ a b c "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2020". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 18 Agustus 2021.
  2. ^ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2020". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 01 Agustus 2022.
  3. ^ Barus, Sriyanti Puspita (November 2023). "Bab 3: Neli, Siamang Primadona di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus Aek Nauli". Dalam Atmoko, T., & Gunawan, H. (ed.). Mengenal Lebih Dekat Satwa Langka Indonesia dan Memahami Pelestariannya. Kota Jakarta Pusat: Penerbit BRIN. hlm. 28. ISBN 978-623-8372-15-7. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement