Sesar Matano

Sesar Matano
LokasiSulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara
NegaraIndonesia
Karakteristik
Panjang190 km
Pergeseran17–28mm/tahun
Tektonika lempeng
LempengLempeng Sunda, Lempeng Laut Banda
StatusAktif
JenisStrike-slip, Transform fault

Sesar Matano (bahasa Inggris: Matano Fault) atau Patahan Matano adalah sebuah Patahan transform mendatar aktif yang membentang dari Provinsi Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Tenggara, membentang sekitar 190 kilometer (120 mi) dari dekat ujung selatan Sesar Palu-Koro di barat, hingga Teluk Kolono di pantai timur pulau Sulawesi.[1][2]

Geologi

Zona sesar terbagi menjadi enam segmen utama. Dari barat ke timur, segmen-segmen tersebut adalah segmen Kuleana, Pewusai, Matano, Pamsoa, Ballawi, dan Geresa. Danau Matano terbentuk sebagai cekungan yang terpisah akibat perpindahan lempeng (stepover) antara segmen Pamsoa dan Matano di zona sesar tersebut. Zona sesar ini memanjang ke arah timur dari lepas pantai dan mungkin terhubung dengan Sesar Tolo dan/atau Sesar Sula Selatan.

Bersama dengan Sesar Palu-Koro, zona sesar ini membentuk bagian dari batas antara dua blok kerak utama yang membentuk pulau, yaitu Blok Sula Utara di utara dan timur dan Blok Makassar di selatan dan barat. Laju pergeseran saat ini di sepanjang Sesar Matano diperkirakan berada pada kisaran 17 hingga 28 milimeter (0,67 hingga 1,10 in) per tahun.[3]

Sejarah gempa bumi

Tidak ada gempa bumi yang tercatat di sepanjang zona patahan Matano selama setidaknya 200 tahun. Investigasi paleoseismik pada beberapa segmen telah mengungkapkan bukti adanya patahan di masa lalu. Lima peristiwa gempa besar disepanjang patahan telah terdeteksi pada segmen Geresa paling timur dari patahan tersebut, tiga di antaranya dalam 1.000 tahun terakhir. Peristiwa patahan terbaru diperkirakan terjadi antara tahun 1432 dan 1819 dengan panjang patahan sekitar 110 km dan magnitudo sekitar 7,4 Mw. Interval perulangan yang diinterpretasikan dari pengamatan ini adalah 335±135 tahun, menunjukkan bahwa gempa berikutnya kemungkinan besar akan terjadi.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Patria, A.; Natawidjaja, D.H.; Daryono, M.R.; Hanif, M.; Puji, A.R.; Tsutsumi, H. (2023). "Tectonic landform and paleoseismic events of the easternmost Matano fault in Sulawesi, Indonesia". Tectonophysics. 852. doi:10.1016/j.tecto.2023.229762.
  2. ^ Daryono, M.R.; Kumarawarman, B.; Muslim, I.H.; Triwurjani, R.; Permadi, R.; Prihatmoko, S.; Wibowo, S.; Tutoko, G.H. (2021). "Two earthquake events on the Pamsoa Segment of the Matano Fault, Sulawesi". IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 873: 012053. doi:10.1088/1755-1315/873/1/012053.
  3. ^ Socquet A.; Simons W.; Vigny C.; McCaffrey R.; Subarya C.; Sarsito D.; Ambrosius B.; Spakman W. (2006). "Microblock rotations and fault coupling in SE Asia triple junction (Sulawesi, Indonesia) from GPS and earthquake slip vector data". Journal of Geophysical Research: Solid Earth. 111 (B8). Bibcode:2006JGRB..111.8409S. doi:10.1029/2005JB003963.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement