Sejarah Yahudi di Kekaisaran Utsmaniyah

Pada zaman Kekaisaran Utsmaniyah berkuasa pada abad ke-14 dan ke-15, komunitas Yahudi telah berdiri di sepanjang kawasan tersebut. Kekaisaran Utsmaniyah berlangsung dari awal abad ke-12 sampai akhir Perang Dunia I dan meliputi bagian dari Eropa Tenggara, Anatolia, dan sebagian besar Timur Tengah. Pengalaman Yahudi di Kekaisaran Utsmaniyah utamanya bersifat signifikan karena wilayah tersebut "menyediakan tempat pengungsian utama bagi Yahudi yang kabur dari Eropa Barat akibat pembantaian dan penganiayaan," menurut Tahir Kamran.[1]
Yahudi dan Kristen dianggap sebagai dhimmi oleh masyarakat mayoritas Muslim di Kekaisaran Utsmaniyah. Muslim di Kekaisaran Utsmaniyah memakai konsep Qur'anik dhimmi untuk menempatklan batasan tertentu terhadap Yahudi yang tinggal di wilayah tersebut. Contohnya, beberapa pembatasan diberikan pada Yahudi di Kekaisaran Utsmaniyah adalah, namun tak terbatas pada, pajak khusus, persyaratan untuk mengenakan busana khusus, dan larangan membawa senapan, mengendarai kuda, membangun atau memperbaiki tempat ibadah, dan melakukan acara terbuka atau ibadat terbuka.[2]
Pada masa penaklukan Utsmaniyah, Anatolia telah menjadi rumah dari komunitas Yahudi Bizantium. Kekaisaran Utsmaniyah menjadinsurga bagi Yahudi yang kabur dari penganiayaan di Semenanjung Iberia setelah Dekrit Alhambra. Pada akhir abad ke-16, Kekaisaran Utsmaniyah memiliki populasi Yahudi terbesar di dunia, dengan 150.000 digandingkan dengan angka gabungan Polandia dan Ukraina non-Utsmaniyah yang berjumlah 75.000.[3][4]
Aliyah Pertama dan Kedua membuat peningkatan jumlah Yahudi ke Palestina Utsmaniyah. Negara penerus Utsmaniyah yakni Turki modern masih menjadi rumah dari populasi Yahudi kecil pada saat ini.
Referensi
- ^ Kamran, Tahir (6 June 2021). "Ottomans' benefactions on the Jews". thenews.com.pk. Diakses tanggal 13 April 2023.
- ^ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama:3 - ^ Shaw, Stanford J. (27 July 2016). The Jews of the Ottoman Empire and the Turkish Republic. Springer Publishing. hlm. 40. ISBN 9781349122356.
- ^ Levy, Avigdor (1992). The Sephardim in the Ottoman Empire. Darwin Press. hlm. 12–13. ISBN 9780878500888.
Sumber
- Ben-Ami, Shlomo; Mishal, Nissim (2000). Those Were the Generations. Yedioth Ahronoth. ISBN 978-9-6544-8745-0.
- Davison, Roderic (1963), Reform in the Ottoman Empire: 1856-1876, Princeton, New Jersey: Princeton University Press
- Fine, Lawrence (2003). Physician of the Soul, Healer of the Cosmos: Isaac Luria and His Kabbalistic Fellowship. Stanford University Press.
- Finkelstein, Louis (1970). "Eretz Yisrael Under Ottoman Rule, 1517-1917". The Jews: Their History. Schocken Books. ISBN 9780805202717.
- Shmuelevitz, Aryeh (1999). Ottoman history and society: Jewish sources. Isis Press.
Pranala luar
- Jews, Turks, Ottomans: A Shared History, Fifteenth Through the Twentieth Century
- In particular on the history of Istanbul Jewry in the Ottoman Empire, see M. Rosen, Studies in the History of Istanbul Jewry, 1453-1923 (Diaspora, 2), Turnhout, 2015
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


