Rokok jontal

Rokok jontal adalah rokok tradisional yang berasal dari Sumbawa, Indonesia. Rokok ini terbuat dari tembakau yang digulung dalam daun lontar (jontal) yang telah dikeringkan. Rasanya unik karena terasa lebih kuat dan lebih menonjol daripada jenis rokok lainnya.[1] Menurut masyarakat Sumbawa, pemilihan tembakau sangat memengaruhi cita rasa rokok jontal, sehingga mereka akan berusaha dalam memilih tembakau dengan kualitas terbaik.[2]

Sejarah

Menurut cerita tradisional, tanaman lontar pertama kali diperkenalkan ke Sumbawa dari Sulawesi sekitar tahun 1673, pada masa pemerintahan Sultan Sumbawa dari Dinasti Dewa Awan Kuning.[3] Sejak saat itu, tanaman lontar tidak hanya digunakan sebagai bahan makanan dan minuman, tetapi juga menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat Sumbawa, termasuk dalam bentuk rokok jontal. Nama jontal diambil dari istilah dalam bahasa Sumbawa untuk menyebut tanaman lontar (Borassus flabellifer).[4]

Masyarakat Sumbawa, yang sebagian besar hidup dari pertanian, peternakan, dan perikanan, memilih rokok jontal karena bahan-bahannya mudah ditemukan dan harganya sangat terjangkau. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal seperti tembakau lokal dan daun lontar, rokok jontal telah menjadi simbol kemandirian ekonomi dan budaya masyarakat Sumbawa. Namun, di era modernisasi dan industrialisasi, rokok jontal mulai tergeser oleh kehadiran rokok buatan pabrik yang lebih praktis.[4]

Proses pembuatan

Untuk membuat rokok jontal, daun lontar (jontal) terlebih dahulu dikeringkan di bawah sinar matahari selama satu hingga dua hari. Proses pengeringan bergantung pada sinar matahari dan kondisi kelembapan. Setelah kering, daun lontar kemudian dibersihkan dari bulu-bulu halus menggunakan parang. Selanjutnya, daun dipotong menjadi ukuran panjang 10–20 sentimeter dan lebar tiga jari. Setiap batang rokok biasanya membutuhkan dua lembar daun lontar.[5]

Tembakau diletakkan di atas daun lontar lalu digulung. Tembakau yang digunakan umumnya adalah tembakau lokal Sumbawa. Agar gulungan tidak terlepas, masyarakat Sumbawa akan mengikat gulungan tersebut menggunakan daun lontar yang lebih kecil. Namun, ada juga yang mengikatnya dengan tali (jumput) tembakau.[5] Karena dibungkus dengan daun lontar, berbeda dengan rokok kretek atau klobot, rokok jontal memberikan pengalaman merokok yang lebih "keras", dalam artian sensasi yang ditimbulkan saat asap memasuki tenggorokan sangat tajam dan kering.[4]

Upaya pelestarian

Pada Festival Mantar tahun 2018, terdapat upaya untuk melestarikan rokok jontal. Para orang-orang tua duduk di paviliun (bale) sambil membuat dan mengisap rokok jontal. Festival ini diselenggarakan di desa Mantar oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.[6]

Meskipun terancam punah, dalam upacara adat, para tetua adat Sumbawa biasanya mengisap rokok jontal sambil memimpin upacara adat.[7] Demikian pula, di kalangan masyarakat pedesaan, terutama di wilayah terpencil, rokok jontal masih sering ditemukan.[4]

Lihat juga

Referensi

  1. ^ "Inilah Rokok Khas Masyarakat Sumbawa". indonesiakaya.com. Indonesia Kaya. Diakses tanggal 11 Februari 2026.
  2. ^ Wicaksono, Dhani A. (23 Desember 2018). "Sebuah Kearifan Lokal Dari Rokok Jontal Khas Sumbawa". komunitaskretek.or.id. Komunitas Kretek. Diakses tanggal 11 Februari 2026.
  3. ^ Hakim, Lukman (3 Agustus 2021). "Hikayat Rokok Jontal". rehal.id. Rehal. Diakses tanggal 11 Februari 2026.
  4. ^ a b c d Kusumo, Rizky (16 Juli 2025). "Rokok Jontal: Simbol Kemandirian dari Tanah Sumbawa". www.goodnewsfromindonesia.id. Good News From Indonesia. Diakses tanggal 11 Februari 2026.
  5. ^ a b Sabandar, Switzy (28 Juni 2025). "Rokok Jontal, Rokok Khas Sumbawa yang Dililit Daun Lontar". www.liputan6.com. Liputan6. Diakses tanggal 11 Februari 2026.
  6. ^ "Rokok Jontal Cita Rasa Khas Desa Mantar, Ramaikan Festival Mantar 2018". www.postkotantb.com. Post Kota NTB. 11 Desember 2018. Diakses tanggal 11 Februari 2026.
  7. ^ Harini, Fin; Fitri, Yunita P. (21 Oktober 2017). "Rokok Tradisional Tak Lagi Dikenal". validnews.id. Valid News. Diakses tanggal 11 Februari 2026.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement