Randegan, Wangon, Banyumas

Randegan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenBanyumas
KecamatanWangon
Kode pos
53176
Kode Kemendagri33.02.02.2001 Suntingan nilai di Wikidata
Luas1.041 km²
Jumlah penduduk8.085 jiwa
Kepadatan350 jiwa/km²
Peta
PetaKoordinat: 7°32′8″S 109°1′40″E / 7.53556°S 109.02778°E / -7.53556; 109.02778

Randegan adalah desa di kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia.

Sejarah

Jejak Kepemimpinan Desa Randegan

Fajar pemerintahan di Desa Randegan bermula jauh sebelum catatan administrasi modern tertata rapi. Periode awal kepemimpinan desa ini diwarnai oleh sosok-sosok perintis yang meletakkan batu pertama bagi tatanan sosial kemasyarakatan.

Masa Perintisan: Para Penata Desa

Pada masa awal berdirinya desa, tonggak kepemimpinan pertama kali ditegakkan oleh SURA PERMEA. Sebagai tokoh pembuka sejarah, beliau memimpin sebuah komunitas kecil yang saat itu baru terdiri dari 10 Kepala Keluarga. Meski belum ditemukan catatan pasti mengenai rentang tahun masa jabatannya, nama beliau tetap abadi sebagai peletak dasar kehidupan di Randegan.

Estafet kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh SUTA NANGGA, yang tercatat sebagai Penatus pertama. Di bawah kendali beliau, struktur kemasyarakatan mulai berkembang. Setelahnya, kepemimpinan beralih kepada RANAWIKRAMA yang menjabat sebagai Penatus kedua, sekaligus memperkuat fondasi desa sebelum memasuki era kepemimpinan yang lebih mapan.

Era Keemasan Eyang Kartawijaya (1897 – 1934)

Memasuki tahun 1897, Desa Randegan memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Lurah Keempat, Eyang KARTAWIJAYA. Beliau merupakan sosok istimewa yang diyakini memiliki pertalian darah dengan bangsawan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Selama 37 tahun masa pengabdiannya, Eyang Kartawijaya tidak hanya memimpin dengan wibawa, tetapi juga dengan kebijaksanaan yang melampaui zamannya. Beliau dikenal memiliki kecakapan sosial yang luar biasa (nguwongke uwong), di mana beliau mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang. Ketegasan yang dibalut persahabatan membuat beliau mampu meredam tindak kejahatan secara persuasif; sebuah bukti bahwa kewibawaan sejati lahir dari kemuliaan hati, bukan sekadar kekuatan fisik.


Dilanjutkan oleh DATU KARTAJI , Kepemimpinan kelima Yang dikenal dengan “ Mbah Penatus ” merupakan Lurah penugasan dari Kolonial Belanda sekitar tahun 1934 s/d 1964, yang akhirnya bersama putra-putri dan cucunya banyak yang aktif membela Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepemimpinan berikutnya ( Periode Ke-6 ) dijabat Lurah ACHMAD SUDJANGI dilaksanakan dengan memakai system Pemilihan “ Bithing “ . Kepemimpinan lurah ACHMAD SUDJANGI diperkirakan tahun 1964 s/d 1988. dimassa kepemimpinan beliau merupakan Lurah yang sangat disegani karena dimassa tersebut karena kondisi saat itu masih kacau maka sistim pemilihannya menggunakan cara “ Gendongan “

Masa Periode ke empat / Kepemimpinan ke empat (Periode Ke-7) tahun 1988 sampai dengan tahun 1998 dipimpin oleh ASTADI, Pada masa kepemimpinan beliau perkembangan Desa Randegan sudah mengarah pada kegiatan Pembangunan secara langsung. Diantaranya, Peyelesaian Jembatan kali Ciarus tahun 1995 yang menjadi penghubung dan perbatasan wilayah Kadus I dan Kadus II Peresmiannya dilaksanakan pada Hari Senin Wage tanggal 24 Juli 1995 oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Banyumas yang kala itu di Jabat oleh H. Djoko Sudantoko, S, Sos,

Kepemimpinan berikutnya ( Periode Ke-8 ) Kepala Desa Randegan dijabat oleh Drs. H. SARMAN Tahun 1999 s/d 2007 pada masa kepemimpinan Beliau karena pada masa transisi dari Orde Baru menuju Orde Reformasi sehingga Peraturan Desa yang telah ditetapkan antara pihak Pemerintah Desa dengan Badan Perwakilan Desa, serta kebijaksanaan-kebijaksanaan diambil harus betul – betul disampaikan kepada masyarakat karena masyarakat sedang giat-giatnya Reformasi yang menurut pandangan Masyarakat Remormsi adalah Kekuasaan tertinggi ditangan rakyat secara langsung. Dimasa itu pula baru terbetuk Badan Perwakilan Desa (BPD) berdasarkan Undang-undang Nomor 22 tahun 1999, dan untuk Desa Randegan terpilih sejumlah 13 orang anggota BPD.

Kepemimpinan berikutnya ( Periode ke-9 ) Kepala Desa Randegan dijabat oleh AYAT FAONI Tahun 2007 s/d 2013, pada masa kepemimpinan beliau merupakan kepemimpinan di era yang sudah memasuki era demokratis dan keterbukaan, sehingga segala program yang ada di Desa harus dimusyawarahkan

Kepemimpinan berikutnya ( Periode ke-10 ) Kepala Desa Randegan dijabat Kembali oleh Drs.H.SARMAN Tahun 2014 s/d 2019 dan 2019 s/d sekarang, pada masa kepemimpinan beliau yang terpilih kembali hingga 3 periode Desa Randegan semakin maju.

Letak dan Luas Wilayah

Seacara administrative desa Randegan termasuk dalam wilayah Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, terletak disebelah Selatan kecamatan Wangon, dan berada di daerah selatan kabupaten Banyumas. dari ibukota kecamatan Wangon desa Randegan berjarak sekitar 3,5 Km, yang dapat ditempuh dengan angkutan pedesaan umum dalam 15 menit, tetapi sampai saat ini belum adanya transportasi umum yang langsung melewati Kantor kecamatan dalam satu kali jalan, sedangkan desa Randegan dari pusat Kabupaten Banyumas berjarak sekitar 30 Km. Waktu tempuh menuju ibukota Kabupaten sekitar 60 menit itupun jika menggunakan kendaraan pribadi.

Desa Randegan terdiri atas 4 dusun yaitu Dusun I dibagi dalam 3 RW ( RW.001,RW003 dan RW.009 ), Dusun II dibagi dalam 2 RW ( RW.002 dan RW.008 ), Dusun III dibagi dalam 3 RW ( RW.004, RW.005 dan RW.010 ), Dusun IV dibagi dalam 3 RW ( RW.006, RW.011 dan RW.007 ).

      Luas Wilayah desa Randegan adalah 1,041 Ha dengan batas-batas desa sebagai berikut:

· Sebelah Utara  : Desa Wangon

· Sebelah Barat  : Desa Citepus

· Sebelah Selatan  : Desa Rawaheng

· Sebelah Timur  : Desa Klapagading Kulon

Topografi

     Desa Randegan memiliki konfigurasi berupa pegunungan dengan ketinggian antara m diatas permukaan laut 196  (dpl), sehingga tergolong dataran sedang dan sebagian pada dataran tinggi. Suhu di daerah desa Randegan masih dalam batas normal. Di desa Randegan sebagian tanahnya adalah berupa tanah andisol kendati juga daerah sawahnya juga cukup.

Iklim

Iklim suatu daerah sangat berpengaruh dalam kehidupan utamanya untuk pertumbuhan tanaman dan kelangsungan hidup binatang baik ternak maupun binatang yang masih liar. Bersamaan dengan iklim disuatu tempat makhluk hidup (manusia , tumbuhan, dan binatang) akan saling berinteraksi, yang dalam kurun waktu tertentu akan menentukan kondisi di suatu wilayah. Curah hujan rata-rata adalah 2000 mm dengan nilai Q adalah 71,4%.

Penduduk

Desa Randegan pada tahun 2020 memiliki  2.587 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah penduduk  8.085  jiwa yang terdiri atas 4.072  laki-laki dan 4.013 perempuan ( Sumber Aplikasi Smard Desa Randegan Update 11 September 2020 ). Rata-rata setiap keluarga terdiri dari lima anggota keluarga.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement