RSD-10 Pioneer

RSD-10 Pioneer (SS-20 Saber)

Rudal RSD-10 Pioneer pada kendaraan peluncur TEL
Jenis Rudal balistik jarak menengah antara (IRBM)
Negara asal Uni Soviet
Sejarah pemakaian
Masa penggunaan 1976–1991
Digunakan oleh Pasukan Rudal Strategis Uni Soviet
Sejarah produksi
Perancang Alexander Nadiradze (Institut Teknologi Termal Moskow)
Tahun 1966–1976
Produsen Pabrik Mesin Votkinsk
Varian Mod 1 (15Zh45), Mod 2 (15Zh45), Mod 3 (15Zh53 / Pioneer-UTTKh)
Spesifikasi
Berat 37.100 kg
Panjang 16,5 m
Diameter 1,79 m

Hulu ledak Nuklir
Hulu ledak 1.500–1.740 kg

Jenis Mesin Roket padat dua tahap
Daya jelajah 5.000–5.800 km
Kecepatan hingga 7,43 km/s
Sistem
pemandu
Sistem navigasi inersia
Akurasi CEP 150–550 m
Alat
peluncur
Peluncur jalan raya (TEL) MAZ-547A/MAZ-7916

RSD-10 Pioneer (bahasa Rusia: ракета средней дальности (РСД) «Пионер», translit. Raketa Sredney Dalnosti (RSD) "Pioner") adalah rudal balistik jarak menengah antara (IRBM) dengan hulu ledak nuklir yang digunakan oleh Uni Soviet dari tahun 1976 hingga 1988. Rudal ini memiliki kode GRAU 15Zh45. NATO memberi nama pelaporan SS-20 Saber. Penyebaran rudal ini menjadi penyebab utama NATO mengadopsi Double-Track Decision yang menyebabkan penempatan lebih banyak senjata nuklir jarak menengah di Eropa Barat.[1] RSD-10 ditarik dari layanan berdasarkan Traktat Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) tahun 1987.[2]

Sejarah pengembangan

Pengembangan RSD-10 dimulai pada tahun 1966 dengan konsep desain yang disetujui pada tahun 1968. Tugas pengembangan diberikan kepada Institut Teknologi Termal Moskow di bawah pimpinan Alexander Nadiradze, yang juga mengembangkan rudal RT-21 Temp 2S (SS-16 Sinner) pada periode yang sama.[1][3] RSD-10 dikembangkan untuk menggantikan rudal R-12 Dvina (SS-4 Sandal) dan R-14 Chusovaya (SS-5 Skean) yang sudah usang dan menggunakan bahan bakar cair.[1]

Uji coba penerbangan dimulai pada tahun 1974, dan rudal mulai ditempatkan pada 11 Maret 1976, dengan unit pertama menjadi operasional pada Agustus 1976.[3]

Motif pengembangan

Terdapat beberapa teori mengenai alasan Uni Soviet mengembangkan RSD-10:[3]

  • Sebagai bagian dari upaya meraih kekuasaan global (menurut pandangan AS seperti Richard Perle)
  • Karena Perjanjian SALT membatasi rudal jarak jauh, sehingga Soviet beralih ke rudal jarak menengah yang tidak tercakup dalam perjanjian
  • Sebagai "anak" dari proyek RT-21 Temp 2S yang gagal, dengan teknologi yang digunakan kembali
  • Sebagai upaya mengembangkan strategi nuklir yang lebih canggih dengan kemampuan serangan kedua yang sebelumnya tidak dimiliki

Desain dan spesifikasi

RSD-10 adalah rudal berbahan bakar padat dua tahap, yang menjadikannya rudal Soviet pertama dengan propelan padat. Keunggulan bahan bakar padat adalah rudal dapat diluncurkan segera setelah perintah diberikan, berbeda dengan rudal berbahan bakar cair yang memerlukan waktu berjam-jam untuk pengisian bahan bakar yang berbahaya.[3]

Dimensi

  • Panjang: 16,5 meter
  • Diameter: 1,79 meter
  • Berat luncur: 37.100 kg

Hulu ledak

Uni Soviet mengembangkan tiga model (Mod) RSD-10:[1]

  • Mod 1 – hulu ledak tunggal 1.000 kT
  • Mod 2 – tiga hulu ledak MIRV (Multiple Independently Targetable Reentry Vehicle) masing-masing 150 kT; varian ini adalah yang paling banyak digunakan
  • Mod 3 (Pioneer-UTTKh / 15Zh53) – varian modernisasi yang mulai diuji pada 10 Agustus 1979 dan ditempatkan pada 17 Desember 1980. Varian ini memiliki akurasi lebih baik (CEP 450 m), jangkauan 10% lebih jauh, dan mendapat nama NATO SS-28 Saber 2.[4][3]

Sistem peluncur

Rudal diluncurkan dari kendaraan peluncur jalan raya (transporter erector launcher, TEL) MAZ-547A/MAZ-7916 yang diproduksi di RSS Byelorusia oleh Pabrik Mobil Minsk. TEL ini awalnya dirancang untuk rudal antarbenua RT-21 Temp 2S.[3]

Penempatan

Pada puncaknya, Uni Soviet menempatkan 441 rudal SS-20.[1] Pada tahun 1986, total 48 lokasi peluncuran dilengkapi dengan 405 rudal RSD-10 di bawah kendali Pasukan Rudal Strategis Uni Soviet.[3] Rudal ini ditempatkan di berbagai lokasi di Uni Soviet, termasuk di barat Pegunungan Ural dan dekat Teykovo, sekitar 193 km timur laut Moskow.[1]

Dengan jangkauan 5.000 km, SS-20 mampu menjangkau seluruh Eropa dari wilayah Soviet, namun tidak cukup untuk mencapai daratan Amerika Serikat.[1]

Dampak strategis

Kemampuan SS-20 yang mobile, akurat, dan dilengkapi MIRV mengubah keseimbangan kekuatan di Eropa. Rudal ini memiliki kapasitas untuk menghancurkan semua pangkalan dan instalasi NATO dengan peringatan yang sangat singkat, sehingga Uni Soviet memperoleh kemampuan untuk menetralkan kekuatan nuklir taktis NATO dengan serangan nuklir presisi.[3]

Sebagai respons, NATO mengadopsi Double-Track Decision pada 12 November 1979, yang terdiri dari:[5]

  • Jalur negosiasi: upaya diplomasi untuk mengurangi kekuatan INF
  • Jalur penempatan: penempatan rudal Pershing II AS dan rudal jelajah darat (GLCM) di Eropa Barat mulai tahun 1983

Penonaktifan

Pada tahun 1981, Amerika Serikat menawarkan untuk membatalkan penempatan Pershing II dan GLCM sebagai imbalan atas pembongkaran SS-20 serta pensiunnya SS-4 dan SS-5. Proposal ini memicu negosiasi yang akhirnya menghasilkan Traktat INF yang ditandatangani pada 8 Desember 1987 dan mulai berlaku pada 1 Juni 1988.[1][5]

Traktat ini mengharuskan penghapusan semua rudal berbasis darat dengan jangkauan 500–5.500 km dari kedua belah pihak. Total rudal yang dimusnahkan:[2]

  • Uni Soviet: 1.846 rudal (654 SS-20, 718 SS-12, 239 SS-23, 149 SS-4, 6 SS-5, 80 SSC-X-4)
  • Amerika Serikat: 846 rudal (169 Pershing IA, 234 Pershing II, 443 GLCM)

Proses penghapusan dimulai pada Juli 1988. Rudal pertama dihancurkan dengan bahan peledak tinggi di Kapustin Yar. Uni Soviet juga menghancurkan rudal dengan meluncurkannya (tanpa hulu ledak) ke luar angkasa dari pangkalan di wilayah timur Uni Soviet, dengan total 72 rudal dihancurkan dengan cara ini.[1]

Rudal terakhir dimusnahkan pada Mei 1991. Sebuah momen bersejarah tercatat pada 12 Mei 1991 di Kapustin Yar, ketika rudal SS-20 terakhir dihancurkan dengan disaksikan oleh tim inspektur Amerika Serikat.[6]

Pelestarian

Sebagai bagian dari perjanjian, 15 rudal RSD-10, 8 rudal BGM-109G Gryphon, dan 7 rudal Pershing II dilestarikan untuk tujuan peringatan. Saat ini, satu rudal RSD-10 dapat dilihat di halaman Museum Nasional Sejarah Ukraina dalam Perang Dunia II di Kyiv, satu di Museum Angkatan Udara Ukraina di Vinnytsia, Ukraina, dan satu lagi di Smithsonian National Air and Space Museum di Washington, D.C., Amerika Serikat.[3]

Operator

Mantan operator

Pengguna lain

Korea Utara dilaporkan telah memperoleh sejumlah kendaraan peluncur TEL SS-20 yang telah didemiliterisasi dari Rusia atau Belarus untuk digunakan dengan rudal BM25 Musudan.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i "RSD-10 Pioneer (SS-20)". Missile Threat. CSIS. 11 September 2017. Diakses tanggal 2026-03-22.
  2. ^ a b "INF Treaty On-Site Inspections: A Status Report". Federation of American Scientists. 20 Mei 1996. Diakses tanggal 2026-03-22.
  3. ^ a b c d e f g h i j k "RSD-10 Pioneer". Wikipedia bahasa Inggris. Diakses tanggal 2026-03-22.
  4. ^ "RT-21M / SS-20 SABER". GlobalSecurity.org. Diakses tanggal 2026-03-22.
  5. ^ a b "INF Treaty: Executive Summary". Office of the Secretary of Defense. Diakses tanggal 2026-03-22.
  6. ^ Sneider, Daniel (14 Mei 1991). "Soviets Destroy Last Intermediate-Range Nuclear Missiles". The Christian Science Monitor. Diakses tanggal 2026-03-22.

Daftar pustaka

  • Cant, James (2005). "The SS-20 Missile – Why Were You Pointing at Me?". Dalam Ljubica Erickson; Mark Erickson (ed.). Russia: War, Peace and Diplomacy. London: Weidenfeld & Nicolson. ISBN 978-0-297-84913-1.
  • The INF Treaty: A Study. U.S. Department of State. 1988.
  • "SS-20 Saber (RSD-10)". CSIS Missile Threat. Center for Strategic and International Studies.

Referensi

  • Cant, James "The SS-20 Missile-Why Were You Pointing at Me?" pages 240-253 from Russia War, Peace and Diplomacy edited by Ljubica and Mark Erickson, London: Weidenfeld & Nicolson, 2004 ISBN 0-297-84913-1.

Pranala luar


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement