Qa'qa bin Amru
Al-Qaʿqāʿ bin Amr bin Mālik al-Usaidi at-Tamīmī (bahasa Arab: اَلْقَعْقَاعُ بْنُ عَمْرِو بْنِ مَالِكٍ اَلْأُسَيْدِيُّ اَلتَّمِيمِيُّ)[1] atau Qa'qa bin Amru adalah seorang komandan dan jenderal Muslim Arab dalam pasukan Khalifah Rasyidin yang berasal dari suku Bani Tamim. Dia dan sukunya masuk Islam pada masa Ahnaf bin Qais. Ia dikenal sebagai komandan militer sukses yang mengambil bagian dalam dua pertempuran penting yang meraih kemenangan di awal Penaklukan Muslim, Pertempuran Yarmuk melawan Kekaisaran Bizantium (diperintahkan oleh Khalid bin al-Walid) dan Pertempuran al-Qadisiyyah melawan Kekaisaran Sassania yang dipimpin oleh Sa`d bin Abi Waqqas. Khalifah Abu Bakar memujinya sebagai orang yang setara dengan sebelas ribu orang sehingga sebagai balasannya penerus khalifah, khalifah Umar, hanya mengirim Qaʿqāʿ dan segelintir pengawal dalam gelombang bala bantuan pertama ke Al-Qadissiyah.[2]
Pertama kali kedatangan Qa'qa ke wilayah Irak, saat Khalid meminta bantuan pasukan kepada Abu Bakar menjelang pertempuran Rantai pimpinan Khalid melawan Persia pimpinan Hurzmuz.[2] Dimana Qa'qa ditugaskan Khalid bersembunyi di belakang garis musuh pada malam hari lalu saat pertempuran berkecamuk di siang hari Qa'qa dengan pasukan berkudanya menyergap musuh dari belakang. Lalu setelah Pertempuran Ain Tamr, Khalid mengutus Qa'qa untuk menggempur Persia dalam Pertempuran Husaid hingga menewaskan Ruzbeh dan ribuan pasukannya pada 12 H / 629 M.
Ketika Khalid dipindahtugaskan ke Syam (Suriah) membantu Abu Ubaidah bin Jarrah menghadapi Bizantium (Romawi Timur), Qa'qa' ikut serta dan terlibat dalam Pengepungan Damaskus hingga ikut menerobos masuk benteng pada tahun 634. Lalu setelah Pertempuran Yarmuk, Qa'qa' dikirim kembali ke Irak untuk membantu Sa'ad menghadapi Persia.[3] Qa'qa memainkan peran penting dalam membangkitkan semangat muslimin dalam menghadapi pasukan persia yang lebih besar dengan berbagai taktik tempurnya pada Pertempuran Qadisiyah. Qa'qa bahkan membunuh jendral Persia, Bahman yang mengalahkan muslimin pada Pertempuran Jisr. Saat Pertempuran Jalula, Qa'qa kembali memperlihatkan kemampuannya berkuda dalam pertempuran hingga menghancurkan pasukan Persia.[4] Hingga Pertempuran Nahawand 16 H Qa'qa terus membantu muslimin di wilayah Irak hingga berhasil membunuh Fairuzan, salah satu panglima Persia.[3]
Ketika Amru bin Ash membebaskan Mesir, Khalifah Umar memindahkan Qa'qa ke Mesir hingga berhasil menaklukkan Mesir keseluruhannya.[3]
Selama pemberontakan melawan pemerintahan Khalifah Utsman, Qa'qa' dengan cepat meredam potensi pemberontakan yang dibawa oleh Yazid bin Qays al-Arhabi. Ia berkali-kali menggunakan reputasinya sebagai pahlawan Khilafah, yang dihormati dan ditakuti oleh masyarakat Kufah, untuk mendinginkan suasana politik yang memanas sebelum dan sesudah Khalifah Utsman dibunuh. Ia bahkan mencoba memediasi faksi-faksi Khalifah Ali dan Aisyah untuk mencapai negosiasi damai, meskipun upayanya sia-sia dan Pertempuran Unta tetap terjadi. Setelah perang saudara berakhir, ia diberhentikan oleh Khalifah Muawiyah I bersama para pendukung Ali lainnya dari Kufah dan menetap ke Yerusalem (Palestina) hingga wafatnya di tahun 40 H.[5]
Referensi
- ^ Khalifah bin Khayyat (1977), تاريخ خليفة بن خياط (dalam bahasa Arab) (Edisi 2), Damaskus, Beirut: Dār al-Qalam Dimashq, hlm. 124, OCLC 1158744197, Wikidata Q114711300
- ^ a b Katsir, Ibnu (2012). Terjemah Al Bidayah wa an-Nihayah. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-236-044-5
- ^ a b c Tabhari, Imam (2012). Terjemah Tarikh ath-Thabari. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-8439-68-8
- ^ Murrad, Mustafa (2009-05-01). Kisah Hidup Umar ibn Khattab. Serambi Ilmu Semesta. hlm. 116. ISBN 978-979-024-065-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Mursi, Syaikh Muhammad Sa'id. Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah. Pustaka Al-Kautsar. hlm. 95. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


