Psilocybe semilanceata
| Psilocybe semilanceata | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Fungi |
| Divisi: | Basidiomycota |
| Kelas: | Agaricomycetes |
| Ordo: | Agaricales |
| Famili: | Hymenogastraceae |
| Genus: | Psilocybe |
| Spesies: | P. semilanceata
|
| Nama binomial | |
| Psilocybe semilanceata | |
| Sinonim[1][2] | |
| Psilocybe semilanceata | |
|---|---|
| Karakteristik mikologi | |
| Insang pada himenium | |
| Tudung mengerucut atau membodong | |
| Himenium menggala atau adneksa | |
| Tangkai gundul | |
| Tumpukan spora berwarna coklat hingga ungu | |
| Ekologi berupa saprotrof | |
| Edibilitas: psikoaktif | |
Psilocybe semilanceata, yang lebih dikenal dengan nama topi kebebasan (liberty cap), adalah spesies jamur yang menghasilkan senyawa psikoaktif seperti psilosibin, psilocin, dan baeosistin. Spesies ini merupakan salah satu jamur psilosibin yang paling luas penyebarannya di alam, sekaligus termasuk yang paling berpotensi tinggi dalam efek halusinogeniknya.
Jamur ini memiliki tudung berbentuk khas—berkerucut hingga menyerupai lonceng—dengan diameter hingga sekitar 25 cm (10 in), dan biasanya terdapat tonjolan kecil seperti puting di bagian puncaknya. Warna tudung bervariasi dari kuning hingga coklat, dengan guratan radial yang tampak jelas saat lembap, dan akan memudar menjadi warna lebih terang ketika jamur menua. Tangkainya cenderung ramping dan panjang, berwarna serupa atau sedikit lebih pucat dibanding tudungnya. Lamela (sirip tudung) melekat secara sempit (adnexed) pada tangkai, berwarna krem saat muda, kemudian berubah menjadi ungu kehitaman seiring pematangan spora. Sporanya berwarna coklat keunguan gelap bila terkumpul, berbentuk elipsoid, dengan ukuran sekitar 10,5–15 × 6,5–8,5 μm.
Jamur ini tumbuh di habitat padang rumput, khususnya di daerah yang lembap. Berbeda dengan P. cubensis, jamur ini tidak tumbuh langsung pada kotoran hewan, melainkan bersifat saprobik—memperoleh nutrisi dari sisa akar rumput yang membusuk. Penyebarannya luas di wilayah beriklim sedang, terutama di Eropa, dan kadang juga ditemukan di wilayah beriklim serupa di Belahan Bumi Selatan.
Catatan sejarah paling awal mengenai keracunan akibat konsumsi P. semilanceata berasal dari tahun 1799 di London. Pada dekade 1960-an, spesies ini menjadi jamur Eropa pertama yang terkonfirmasi mengandung psilosibin. Kepemilikan maupun penjualan jamur yang mengandung psilosibin merupakan tindakan ilegal di banyak negara.
Referensi
- ^ "Psilocybe semilanceata (Fr.) P. Kumm. 1871". MycoBank. International Mycological Association. Diakses tanggal 15 November 2010.
- ^ Bas C, Kuyper Th W, Noordeloos ME, Vellinga EC, van Os J (1995). Flora Agaricina Neerlandica. Vol. 3. Boca Raton, Florida: CRC Press. hlm. 45. ISBN 978-90-5410-616-6.
- Guzmán G. (1983). The genus Psilocybe: A Systematic Revision of the Known Species Including the History, Distribution and Chemistry of the Hallucinogenic Species. Nova Hedwigia Beihefte. Vol. 74. Berlin: J. Cramer. ISBN 978-3-7682-5474-8.
- Bresinsky A, Besl H (1989). A Colour Atlas of Poisonous Fungi: a Handbook for Pharmacists, Doctors, and Biologists. London, UK: Manson Publishing Ltd. ISBN 978-0-7234-1576-3.
- Stamets P. (1996). Psilocybin Mushrooms of the World: An Identification Guide. Berkeley, California: Ten Speed Press. ISBN 978-0-89815-839-7.
- Gartz J. (1997). Magic Mushrooms Around the World. Los Angeles, California: LIS Publications. ISBN 978-0-9653399-0-2.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


