Himenium

Himenium adalah lapisan jaringan pada himenofor dari tubuh buah jamur tempat sel-sel berkembang menjadi basidia atau aski, yang menghasilkan spora. Pada beberapa spesies, seluruh sel himenium berkembang menjadi basidia atau aski, sedangkan pada spesies lain, beberapa sel berkembang menjadi sel steril yang disebut sistidia (basidiomycetes) atau parafisis (ascomycetes). Sistidia sering kali penting untuk identifikasi mikroskopis. Subhimenium terdiri dari hifa penyokong tempat tumbuhnya sel-sel himenium, dan di bawahnya terdapat trama himenofor, yaitu hifa yang membentuk sebagian besar massa himenofor.

Posisi himenium secara tradisional merupakan karakteristik pertama yang digunakan dalam klasifikasi dan identifikasi jamur. Berikut adalah beberapa contoh dari beragam jenis yang ada di antara Basidiomycota dan Ascomycota makroskopis.

  • Pada agarik, himenium berada pada permukaan vertikal bilah.
  • Pada bolete dan polipori, himenium terdapat dalam massa spons berupa tabung-tabung yang mengarah ke bawah.
  • Pada bola debu (puffball), letaknya di bagian dalam.
  • Pada jamur tanduk bau, himenium berkembang di bagian dalam dan kemudian terekspos dalam bentuk gel yang berbau busuk.
  • Pada jamur mangkuk, himenium berada pada permukaan cekung mangkuk.
  • Pada jamur gigi, himenium tumbuh di bagian luar duri-duri yang menyerupai gigi.

Galeri

Referensi

  • Régis Courtecuisse, Bernard Duhem : Guide des champignons de France et d'Europe (Delachaux & Niestlé, 1994–2000). ISBN 2-603-00953-2

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement