Proyek Bahaya Laten (album)

Proyek Bahaya Laten
Album studio karya Jason Ranti, Iksan Skuter, Sisir Tanah
Dirilis14 Februari 2019
DirekamMei 2018 - Februari 2019
GenreFolk, Indie, Indie Folk
BahasaBahasa Indonesia
LabelIndie
Future Folk
ProduserJason Ranti
Iksan Skuter
Sisir Tanah
Felix Dass
Kronologi Jason Ranti
Koboy Kampus (Original Motion Picture Soundtrack)
(2018)
Proyek Bahaya Laten
(2019)
Sekilas Info
(2019)
Kronologi Iksan Skuter
Lumintu
(2019)
Proyek Bahaya Laten
(2019)
Balakosa
(2020)
Kronologi Sisir Tanah
Woh
(2017)
Proyek Bahaya Laten
(2019)
Kudu
(2021)

Proyek Bahaya Laten adalah album kolaborasi dari Jason Ranti, Iksan Skuter dan Sisir Tanah yang dirilis secara mandiri pada 14 Februari 2019. Album ini direkam di Studio Lokananta Surakarta dan dirilis bertepatan pada Hari Kasih Sayang.[1]

Latar Belakang

Proyek Bahaya Laten, sebuah nama yang cukup mengerikan saat membacanya pertama kali. Grup ini terdiri dari tiga musisi antar daerah yang vokal menyuarakan kemunafikan, ketidakadilan, dan banyak isu sosial lainnya. Mereka adalah Jason Ranti, Iksan Skuter, dan Sisir Tanah. Hadir di saat polemik RUU Permusikan sedang hangat-hangatnya. Ketiganya telah merekam proyek kolaborasi mereka di studio rekaman legendaris di Jawa Tengah yakni Studio Lokananta di Surakarta. Dirilis bertepatan hari perayaan cinta 14 Februari, album mereka nantinya diharapkan dapat dirayakan dengan cinta kasih. Seminggu kemudian, sebuah pertunjukan live dijadwalkan untuk dilakukan oleh Proyek Bahaya Laten di tanggal 21 Februari 2019 di Gedung Kesenian Jakarta.[2]

Embrio Proyek Bahaya Laten mulai muncul saat ketiga musisi tersebut kerap kali tampil dalam pertunjukan yang sama. Ide tersebut akhirnya berkembang menjadi gagasan untuk membuat album kolaborasi. Mereka kemudian sepakat untuk mencuplik nama Proyek Bahaya Laten dari salah satu tema lagu milik Jason Ranti. "Istilah itu kemudian disepakati karena secara literal kami memang sedang menciptakan sebuah bahaya yang laten dan menyenangkan," imbuh Felix Dass.

Dia menjelaskan alasan mereka menamakan Proyek Bahaya Laten. Dalam proyek ini, mereka ingin merekonstruksi makna frasa tersebut. Menurut Felix, proyek ini punya misi panjang untuk membuat musik mandiri, tidak berkaitan dengan sponsor, punya isu kemerdekaan ide, kemandirian jaringan, serta keberdayaan musisinya dan penggemar.[3]

Daftar Lagu

No.JudulDurasi
1."mana minumnya?" 
2."Kasihan" 
3."kamu nggak suka berbagi ya?" 
4."Lagu Merdeka" 
5."Iksan jancuk, Eva tidak!" 
6."Lagu Romantis" 
7."Variasi Punk" 
8."Jeje belajar sosmed" 
9."Tak Perlu Update Status" 
10."Suci Maksimal" 
11."Indah Nomor Sekian" 
12."sedih aku" 
13."Nyanyian Pagi" 
14."Lagu Bahagia" 
15."bagaimana menurutmu, mas?" 
16."Lagu Damai" 
17."Kalau di Kantor Aku Tak Jadi Apa-Apa" 
18."aku absen kalau wanita" 
19."Diskusi" 

Referensi

  1. ^ JALUARDI, HERLAMBANG (2019-02-27). "Bahaya-Bahaya di Sekitar Kita". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-01-15.
  2. ^ thedisplayadmin (2019-02-07). "Perwujudan The Three Musketeers dalam Proyek Bahaya Laten". The Display (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-10.
  3. ^ "Tiga Musikus Siapkan Proyek Bahaya Laten". Tempo. 23 Mei 2018 | 17.39 WIB. Diakses tanggal 2025-08-10.

Pranala luar

Proyek Bahaya Laten di Kasetlalu

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement