Porame, Kinovaro, Sigi
Porame adalah sebuah desa yang berada di wilayah administratif Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Desa ini memiliki luas wilayah sekitar 296,1 hektare dan terletak pada ketinggian ±100 meter di atas permukaan laut. Secara geografis, desa Porame berbatasan langsung dengan beberapa desa lain dan memiliki posisi strategis karena berdekatan dengan pusat-pusat pemerintahan, termasuk Kota Administratif Palu.[1]
Porame | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sulawesi Tengah | ||||
| Kabupaten | Sigi | ||||
| Kecamatan | Kinovaro | ||||
| Kode pos | 94362 | ||||
| Kode Kemendagri | 72.10.13.2001 | ||||
| Luas | 296,1 Ha | ||||
| Jumlah penduduk | 1.844 Jiwa | ||||
| Jumlah KK | 584 Kepala Keluarga | ||||
| |||||
Geografi
Desa Porame berada di wilayah dataran rendah dengan kondisi tanah yang relatif subur. Ketinggian wilayahnya sekitar ±100 meter dari permukaan laut, sehingga cocok digunakan untuk kegiatan pertanian dan permukiman penduduk. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 296,1 hektare.
Batas wilayah Desa Porame adalah sebagai berikut
| Batas | Desa |
|---|---|
| Sebelah Utara | Balane |
| Sebelah Selatan | Padende |
| Sebelah Barat | Uwemanje |
| Sebelah Timur | Boyo Baliase & Binangga |
Secara orbitasi, jarak Desa Porame dari pusat pemerintahan terdekat adalah :
- 150 meter dari Pusat Pemerintahan Kecamatan
- 12 km dari Kota Administratif Palu
- 15 km dari Ibu Kota Kabupaten Sigi
- 12 km dari Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah
Administrasi dan Pemerintahan
Desa Porame termasuk dalam wilayah :
- Provinsi : Sulawesi Tengah
- Kabupaten : Sigi
- Kecamatan : Kinovaro
- Kode Pos : 94362
Pemerintahan desa terdiri dari :
- Kepala Urusan : 5 orang
- Kepala Dusun : 3 orang
- Staf Desa :1 orang
Struktur masyarakat dibagi ke dalam :
- 10 Rukun Tetangga (RT)
- 3 Rukun Warga (RW)
Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
Desa Porame memiliki 5 anggota BPD, yang dibentuk secara resmi pada tanggal 20 Juli 2019. BPD berperan sebagai perwakilan masyarakat dalam penyusunan kebijakan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan desa.
Pertanahan
Sebagian besar warga memiliki hak atas tanah melalui program pemerintah. Sebanyak 322 bidang tanah telah bersertifikat melalui program PRONA (Proyek Operasi Nasional Agraria). Penggunaan lahan umumnya untuk pertanian, perkebunan, dan permukiman.
Demografi
Jumlah Penduduk
Berdasarkan data terakhir, jumlah penduduk Desa Porame adalah 1.844 jiwa, terdiri atas:
- Laki-laki : 939 jiwa
- Perempuan : 905 jiwa
- Jumlah Kepala Keluarga (KK) : 584
Agama
Desa Porame memiliki masyarakat yang majemuk secara keagamaan. Berikut ini distribusi jumlah penduduk berdasarkan agama:
- Islam : 1.681 orang
- Kristen : 159 orang
- Hindu/Buddha : 4 orang
Pendidikan
Sebagian besar penduduk telah menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah. Pendidikan formal dan nonformal tersedia di desa dalam bentuk sekolah dan taman pendidikan Al-Qur’an.
Tingkat pendidikan penduduk :
- Taman Kanak-Kanak (TK): 40 orang
- Sekolah Dasar (SD): 778 orang
- Sekolah Menengah Pertama (SMP/SLTP): 449 orang
- Sekolah Menengah Atas (SMA/SLTA): 294 orang
- Akademi (D1–D3): 26 orang
- Sarjana (S1–S3): 38 orang
- Lulusan Pondok Pesantren: 4 orang
Kelompok usia pendidikan :
- 0–5 tahun: 83 orang
- 6–9 tahun: 95 orang
- 10–12 tahun: 196 orang
- 13–15 tahun: 111 orang
- 16–18 tahun: 135 orang
- 19 tahun ke atas: 1.224 orang
Mata Pencaharian
Sebagian besar penduduk Desa Porame bekerja di sektor pertanian. Sisanya tersebar dalam berbagai profesi seperti pekerja sektor formal, perajin, dan pensiunan.
Distribusi mata pencaharian:
- Petani : 693 orang
- Buruh Tani : 7 orang
- Pertukangan : 38 orang
- Swasta / Wiraswasta : 48 orang
- Pegawai Negeri Sipil (PNS) : 28 orang
- Anggota ABRI (TNI/Polri) : 2 orang
- Pensiunan : 28 orang
Mobilitas Penduduk
Data mutasi penduduk selama satu tahun terakhir mencatat perubahan sebagai berikut:
- Lahir : 36 orang (19 laki-laki, 17 perempuan)
- Meninggal : 20 orang (12 laki-laki, 8 perempuan)
- Penduduk Datang : 10 orang (4 laki-laki, 6 perempuan)
- Penduduk Pindah : 12 orang (7 laki-laki, 5 perempuan)
Pelayanan Masyarakat
Pemerintah Desa Porame memberikan berbagai layanan publik yang mencakup administrasi umum, dokumen kependudukan, dan legalisasi. Selama satu tahun terakhir, pelayanan yang tercatat adalah:
- Pelayanan Umum : 45 pelayanan
- Pelayanan Kependudukan : 5 orang
- Pelayanan Legalisasi Dokumen : 4 orang
Pajak dan Retribusi
Desa Porame memiliki sistem pengelolaan pajak yang tertib. Data terakhir mencatat:
- Jumlah Wajib Pajak : 547 orang
- Jumlah Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) : 547 lembar
- Jumlah Ketetapan Pajak : 547 lembar
- Jumlah Realisasi Pembayaran : 547 lembar
Sejarah
Desa Porame didirikan pada tahun 1902, pada masa penjajahan Belanda. Kala itu, masyarakat hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mempertahankan hidup, termasuk berburu dan bertani. Mereka berjuang menghadapi penjajah dengan senjata tradisional seperti bambu runcing, parang, guma, tombak, dan sumpit.
Dalam perjuangan itu, para tokoh adat yang disebut Tadulako mengadakan musyawarah untuk menyusun strategi melawan penjajah. Musyawarah itu menumbuhkan semangat persatuan dan kebersamaan, sehingga masyarakat bersama Tadulako berhasil menyatukan kekuatan untuk mengusir penjajah dan membela tanah mereka.
Nama Porame berasal dari dua kata, yaitu:
- "PO": singkatan dari persatuan orang-orang Tadulako dalam menyusun mufakat serta melakukan kegiatan bersama seperti perang, ritual, maupun upacara adat.
- "RAME": merujuk pada suasana ramai saat kegiatan adat, pesta, atau kemenangan bersama.
Secara keseluruhan, "Porame" melambangkan sebuah kesepakatan dan musyawarah untuk memutuskan tindakan bersama dalam bentuk perjuangan maupun acara adat yang dilakukan oleh para Tadulako dan masyarakat lainnya.
Daftar Kepemimpinan Desa Porame
Berikut adalah daftar nama-nama Kepala Desa Porame, baik pada masa kepemimpinan adat (kepala suku) maupun setelah beralih ke sistem Pemerintahan Desa :
| No. | Periode | Nama Kepala Desa | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1. | 1902–1909 | Pue Bou | Kepala Suku |
| 2. | 1910–1915 | Tanjelemba | Kepala Suku |
| 3. | 1916–1925 | Sumbalama | Kepala Suku |
| 4. | 1926–1930 | Uma Rangge | Kepala Suku |
| 5. | 1931–1933 | Sumpe | Kepala Desa |
| 6. | 1934–1939 | Uma Tangi | Kepala Desa |
| 7. | 1940–1943 | Rape | Kepala Desa |
| 8. | 1944–1949 | Rampa | Kepala Desa |
| 9. | 1950–1957 | Mara | Kepala Desa |
| 10. | 1958–1959 | Boli | Kepala Desa |
| 11. | 1960–1961 | Taguni | Kepala Desa |
| 12. | 1961–1963 | Tiro | Kepala Desa |
| 13. | 1964–1981 | Jaona | Kepala Desa |
| 14. | 1982–1987 | Dode | Kepala Desa |
| 15. | 1988–1993 | Jaona | Kepala Desa |
| 16. | 1994–1995 | Noho | Kepala Desa |
| 17. | 1996–1997 | Samsi | Kepala Desa |
| 18. | 1998–1999 | Nasrun | Kepala Desa |
| 19. | 2000–2002 | Risman | Kepala Desa |
| 20. | 2003–2007 | Sumardi, S.Ag | Kepala Desa |
| 21. | 2008–2013 | Sumardi, S.Ag | Kepala Desa |
| 22. | 2013–2019 | Sarman | Kepala Desa |
| 23. | 2019–2025 | Hasan | Kepala Desa |
Referensi
- ^ Data Monografi Desa Porame, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi (2024). Badan Pusat Statistik Kabupaten Sigi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



