Politik dan olahraga

Politik dan olahraga atau diplomasi olahraga adalah penggunaan olahraga sebagai alat untuk memengaruhi hubungan politik, sosial dan diplomatik. Diplomasi olahraga melampaui perbedaan budaya dan mengirimkan masyarakat bersama. Penggunaan olahraga dan politik memiliki dampak positif dan negatif sepanjang sejarah. Pertandingan atau kegiatan olahraga memiliki tujuan untuk mengirim perubahan dalam kasus tertentu. Rasa nasionalistik terkadang berkaitan dengan kemenangan atau kekalahan pada beberapa olahraga pada bidang-bidang olahraga.[1]
Meskipun Olimpiade seringkali menjadi contoh politik besar dari pemakaian olahraga untuk alat diplomatik, kriket dan sepak bola, serta olahraga lain dalam arena global, juga dipakai dalam kaitannya dengan ini. Dalam kasus Apartheid, olahraga dipakai untuk mengisolasi Afrika Selatan dan mengirim perbaikan besar-besaran dalam struktur sosial negara tersebut. Meskipun etnisitas, ras, kelas sosial dan kelompok lainnya dapat menyebabkan perpecahan, olahraga juga dikatakan membantu memadukan perbedaan.[2] Selain itu, sejumlah atlet mendapatkan jabatan politik seperti Imran Khan dan George Weah, beberapa dari mereka tak berhasil, pada tingkat nasional atau sub-nasional. Beberapa pertandingan juga mengalami insiden diplomatik nasional.
Referensi
- ^ "Can sports and politics ever be separated?". Diarsipkan dari asli tanggal 29 December 2015. Diakses tanggal 11 September 2010.
- ^ Cornell, Stephen and Douglas Hartmann. "Ethnicity and Race: Making Identities in a Changing World." p.3
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


