Piala Tiga Mahkota
| Piala Tiga Mahkota | |
|---|---|
King Argentin, pemenang Piala Tiga Mahkota keempat, 2025 | |
| Lokasi | Indonesia |
| Tahun dimulai |
|
| Jenis pacuan | Pacuan datar, (Seri pacu Tiga Mahkota) |
| Sponsor | Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia |
| Info pacuan | |
| Jarak | 1200m (0 ¾ mil) 1600m (1 mil) 2000m (1 ⅖ mil) |
| Permukaan lintasan | Tanah |
| Kualifikasi | Berusia 3 tahun keatas, Tinggi kelas-B |
Piala Tiga Mahkota (umum disebut juga sebagai Triple Crown) adalah rangkaian tiga pacuan kuda yang diselenggarakan oleh Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI), badan pengatur olahraga berkuda di Indonesia. Ketiga pacuan tersebut adalah Indonesia Derby serta Seri 1 dan Seri 2 Tiga Mahkota. Pacuan-pacuan ini, seperti kebanyakan pacuan kuda di Indonesia, digelar di lintasan tanah. Kuda yang finis pertama di ketiga pacuan dalam satu musim diakui sebagai Juara Tiga Mahkota. Pacuan ini secara tradisional digelar dari Maret hingga awal Agustus setiap tahun, meskipun beberapa acara telah mengakibatkan penyesuaian jadwal, seperti pada tahun 2020, di mana hanya leg pertama yang diadakan akibat peraturan COVID-19 di Indonesia. Pacuan tiga mahkota dianggap sebagai pacuan paling prestisius di negara ini, bersama dengan seri Kejurnas, Super Sprint, dan Star of Stars.
Empat kuda telah memenangkan Piala Tiga Mahkota sejak diluncurkan pada tahun 1974: Mystere (1978),[note 1] Manik Trisula (2002), Djohar Manik (2014),[2] dan King Argentin (2025).
Latar belakang
Piala Tiga Mahkota merupakan bagian dari Seri Kejurnas (Kejuaraan Nasional) pertama. Seperti di negara lain, seekor kuda harus memenangkan tiga pacuan berturut-turut untuk meraih Tiga Mahkota. Di Indonesia, seekor kuda harus memenangkan tiga pacuan berturut-turut, yaitu Seri Tiga Mahkota 1 dengan jarak 1.200 meter (0 ¾ mil), Seri Tiga Mahkota 2 dengan jarak 1.600 meter (1 mil), dan Indonesia Derby dengan jarak 2.000 meter (1 ⅖ mil). Berbeda dengan pacuan Tiga Mahkota di luar Indonesia, kuda ras unggul dianggap tidak memenuhi syarat untuk berlomba dalam Piala Tiga Mahkota.
Mystere meraih gelar sebagai pemenang Tiga Mahkota pertama setelah memenangkan semua etape Piala Tiga Mahkota (etape pertama pada 21 Mei 1977, etape kedua pada 4 Juli 1977, dan Indonesia Derby pada 9 Juli 1977). Namun, penobatan gelar Tiga Mahkota dihentikan tak lama setelahnya pada tahun 1979 dengan alasan yang tidak diungkapkan.[1]
Pada tahun 2002, Manik Trisula menjadi kuda kedua dan kuda betina pertama yang memenangkan Piala Tiga Mahkota, menandai berakhirnya masa vakum selama 25 tahun.
Sejak saat itu, tidak ada kuda yang memenangkan Tiga Mahkota hingga tahun 2014, ketika Djohar Manik meraih gelarnya setelah memenangkan ketiga seri Indonesian Tiga Mahkota (seri pertama pada 23 Maret 2014, seri kedua pada 18 Mei 2014, dan Indonesia Derby pada 20 Juli 2014) di Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas.
Pada tahun 2025, setelah penantian panjang selama 11 tahun, King Argentin mencapai tonggak sejarah dengan memenangkan ketiga seri Indonesian Tiga Mahkota (seri pertama pada 20 April 2025, leg ke-2 pada 18 Mei 2025, dan Indonesia Derby pada 27 Juli 2025 di Gelanggang Pacuan Kuda Sultan Agung Racecourse) sehingga menjadi kuda keempat yang berhasil mencapai prestasi tersebut setelah 11 tahun tidak ada pemenang.[3]
Catatan
Pemenang
| Tahun | Pemenang | Joki | Pelatih | Pemilik | Pembiak |
|---|---|---|---|---|---|
| 1978 | Mystere | Buce Pantouw | Abdullah S.
H.A. Slamet |
Pamulang Stud & Stable | Pamulang Stud & Stable |
| 2002 | Manik Trisula♥ | A. Suhara | Ir. Febrius Abu Bakar | Pamulang Stud & Stable
Trisa Yemita Febrius |
Pamulang Stud & Stable |
| 2014 | Djohar Manik♥ | Jendri Turangan | Edwin Basuki | Aragon & Tombo Ati Stable | Lala Stable |
| 2025 | King Argentin | Jemmy Runtu | Karlan
Farooq Ali Khan |
Kusnadi Halim | King Halim Stable |
Meskipun kuda yang memenangkan Tiga Mahkota adalah seekor kuda betina, ia tetap akan dianggap sebagai pemenang Tiga Mahkota, bukan pemenang Tiga Tiara. Hal ini karena di Indonesia tidak ada seri pacuan untuk Tiga Tiara.
- ♥ indicates filly/mare
Pemenang Dua Mahkota
Kuda pacu yang telah memenangkan "Dua Mahkota" (dua dari tiga pacuan dalam Piala Tiga Mahkota) antara lain:
| Tahun | Pemenang | Ref. | ||
|---|---|---|---|---|
| Leg pertama | Leg kedua | Leg ketiga | ||
| 1976 | Cempaka♥ | Pringgondani♥ | [1] | |
| 1977 | Bayu Kartika♥ | Caudillo | [1] | |
| 2006 | King Master | Exotica♥ | [4][5] | |
| 2008 | Spirit Sikumbang | Pesona Nagari♥ | [6] | |
| 2015 | King Runny Star | Beauty Eagling♥ | [7][8] | |
| 2016 | Nara Asmara♥ | Dragon Runner | [9][10] | |
| 2018 | Lady Aria♥ | Gagak Lumayung | Lady Aria♥ | [11] |
| 2019 | Queen Thalassa♥ | Cinderella Jatim♥ | [12] | |
| 2023 | Ratu Aquila♥ | Bintang Maja | [13] | |
Catatan
- ♥ mengindikasikan kuda betina
Lihat pula
Catatan
Referensi
- ^ a b c d Soehardjono, Oetari (1990). Kuda. Pamulang: Yayasan Pamulang Equestrian Centre. hlm. 336. ISBN 9798196007.
- ^ Sundoro, Danang (27 July 2025). "Sejarah! King Argentin Koleksi Triple Crown Indonesia". rri.co.id. Diakses tanggal 21 November 2025.
- ^ Sundoro, Danang (4 July 2015). "Sejarah! King Argentin Koleksi Triple Crown Indonesia". RRI. Diakses tanggal 3 January 2026.
- ^ Dewangga, Elang Kharisma (4 July 2015). "Kuda King Argentine Bikin Indonesia di Ambang Sejarah Baru Triple Crown". Radar Jogja. Jawa Pos. Diakses tanggal 21 November 2025.
- ^ "Deretan Juara Derby Indonesia 1974-2024:50 Tahun Sejarah Kuda Pacu Nusantara". Sarga.co. 27 July 2025. Diakses tanggal 21 November 2025.
- ^ "10 Meters from Glory: The Tragic Fall of Pesona Nagari at the Edge of a Triple Crown Dream". Sarga.co (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 21 November 2025.
- ^ Bramantoro, Toni (30 July 2015). "Pacuan Kuda Indonesia Derby 2015: Tantangan Besar King Runny Star". Tribun News. Diakses tanggal 21 November 2025.
- ^ Bramantoro, Toni (19 August 2015). "Beauty Eagling Juara Indonesia Derby". Tribun News. Diakses tanggal 21 November 2025.
- ^ Bramantoro, Toni (23 May 2016). "Nara Asmara di Jalur Triple Crown". Tribun News. Diakses tanggal 21 November 2025.
- ^ Bramantoro, Toni (8 August 2016). "Akhirnya, Jabar Kahiji di Tegalwaton". Tribun News. Diakses tanggal 21 November 2025.
- ^ Bramantoro, Toni (13 July 2015). "Gagak Lumayung Gagalkan Ambisi Triple Crown Lady Aria". Tribun News. Diakses tanggal 21 November 2025.
- ^ "Kisah Cinderella Jatim dan Triple Crown yang Hilang". Sarga.co. 21 November 2025. Diakses tanggal 21 November 2025.
- ^ Putra, Tirto Prima (21 May 2023). "Juara Seri Kedua Bintang Maja Buat Ratu Aquila Gagal Piala Tiga Mahkota Pordasi 2023". Gerakita. Diakses tanggal 31 July 2025.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


