Perubahan iklim dan kemiskinan
Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Desember 2025)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
|
Perubahan iklim dan kemiskinan adalah sebuah fenomena yang tidak dapat dipisahkan dan mengkhawatirkan internasional pada hari ini.[1] Perubahan iklim ini berdampak pada kondisi sosial masyarakat. Selain itu, juga dapat mengurangi intesitas curah hujan, memengaruhi akses terhadap air bersih, dan kesehatan.[2]
Dampak
Perubahan iklim yang terjadi saat ini menjadi tantangan yang serius, bahkan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi para petani, terutama dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Kerusakan lingkungan sebagian besar diakibatkan oleh keterlibatan manusia yang berlebihan terhadap keseimbangan lingkungan. Beberapa dampak perubahan iklim yang terasa yakni, adanya kenaikan suhu global dan perubahan curah hujan. Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan ladang menjadi tanah gersang, sementara curah hujan yang ekstrem dapat membanjiri hasil panen.[3]
Penurunan hasil pertanian dapat menyebabkan peningkatan angka kemiskinan, terutama di daerah pedesaan yang sangat bergantung pada pertanian sebagai sumber utama penghidupan.[4] Ketika fenomena ini terjadi, beberapa dari petani terpaksa melakukan peminjaman uang untuk menutupi kerugian yang mereka alami, hal ini juga dapat menyebabkan masalah baru, yakni siklus utang yang akan sulit diatasi. Bagi beberapa yang tidak dapat bertahan, mereka lebih memilih untuk meninggalkan kampung halaman untuk mencari kehidupan yang lebih baik, walau seringkali malah berakhir di kawasan kumuh perkotaan tanpa adanya jaminan pekerjaan yang layak. [3]
Perubahan iklim ini juga dapat menyebabkan minimnya ketersediaan air bersih. Air bersih adalah elemen penting bagi makhluk hidup untuk kelangsungan kehidupan, tanpanya kehidupan seseorang akan terganggu. Hal ini dapat berdampak pada kesehatan seseorang. Kelangkaan air akan memaksa keluarga miskin berjalan beberapa kilometer setiap hari hanya untuk mendapatkan air yang seringkali tidak layak konsumsi. Air yang terkontaminasi menyebabkan penyakit seperti diare, yang tidak hanya mengancam jiwa mereka tetapi juga menambah beban biaya perawatan kesehatan yang tidak mampu mereka tanggung.
Referensi
- ^ Rafly, Muhammad (2023). "Analisis Pengaruh Globalisasi Dan Perubahan Iklim Terhadap Perekonomian Indonesia Yang Berkelanjutan". Lingkungan. 16 (01). doi:10.36563/p.
- ^ Mukhi, Sushree Sangeeta; Tiwari, Bhupendra Bahadur; Kuriakose, Annu (2025-01-13). "From Downloads to Dollars: The Dominance of Active Users Over Downloads". doi.org. Diakses tanggal 2025-12-05.
- ^ a b Murniati, Ktut; Mutolib, Abdul (2020-07-10). "The impact of climate change on the household food security of upland rice farmers in Sidomulyo, Lampung Province, Indonesia". Biodiversitas Journal of Biological Diversity (dalam bahasa Inggris). 21 (8). doi:10.13057/biodiv/d210809. ISSN 2085-4722.
- ^ Zaenul, Maa'rif (2025). "Hubungan Perubahan Iklim dengan Ketahanan Petani Tembakau Di Kabupaten Bojonegoro, Indonesia". Academy of Education Journal. 16 (2): 187–199.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


