Anomali dwikutub Arktik

Anomali dwikutub Arktik atau Anomali Dipol Arktik (dalam bahasa Inggris: Arctic dipole anomaly atau ADA) adalah pola cuaca tidak biasa yang terjadi selama musim dingin, ditandai dengan tekanan udara rendah di atas Samudra Arktik dekat Rusia, serta tekanan udara tinggi di atas Greenland dan Kanada utara.[1]

Pola sirkulasi atmosfer pada Anomali Dwikutub Arktik menyebabkan angin bertiup melintasi wilayah Arktik dari Greenland menuju Rusia. Aliran angin ini mengganggu sirkulasi normal di Samudra Arktik, terutama Beaufort Gyre, yaitu pusaran arus laut yang bergerak perlahan, terdiri atas air dingin yang relatif tawar serta es laut yang berfungsi menahan es laut tetap berputar di kawasan Arktik selama beberapa tahun dan memungkinkan terbentuknya es laut tua (multi-year ice).[2][3][4] Gangguan terhadap Beaufort Gyre menyebabkan sistem ini melemah, sehingga mengurangi kemampuannya dalam mempertahankan es.[1] Akibatnya es laut (termasuk es laut tua), cenderung lebih mudah terdorong keluar dari wilayah Arktik menuju Samudra Atlantik Utara, sehingga meningkatkan volume tumpahan es ke luar. Proses ini mempercepat pencairan es laut dan mengurangi luas serta ketebalan es di wilayah Arktik.[5][6][7]

Pola ini pertama kali teridentifikasi pada dekade pertama tahun 2000-an, menyusul perubahan iklim yang terjadi dalam beberapa tahun sebelumnya.[8] Pada bulan September 2007 tercatat rekor minimum luas es laut Arktik mencapai titik terendah sejak dimulainya pengamatan satelit, hal ini dipengaruhi oleh pola sirkulasi atmosfer musim panas yang menyebabkan peningkatan pencairan es di wilayah Arktik.[9][10][11]

Dampak

Fase positif dari anomali dipol arktik menghasilkan pola angin yang mengarahkan es laut dari wilayah pusat Samudra Arktik menuju Samudra Atlantik melalui Selat Fram. Pola angin ini berkontribusi terhadap berkurangnya volume es laut di kawasan Arktik dan meningkatkan ekspor es ke wilayah Atlantik Utara.[12] Pola angin yang dihasilkan oleh dipol arktik dapat mengubah jalur pergerakan polutan dan aerosol menuju wilayah Arktik. Perubahan ini berpotensi memengaruhi komposisi atmosfer, termasuk kualitas udara dan karakteristik awan di kawasan tersebut. Perubahan pola angin dan kondisi es laut dapat mengubah jalur migrasi burung serta memengaruhi ekosistem laut, terutama melalui perubahan kondisi oseanografi dan habitat es laut.[13]

Referensi

  1. ^ a b "Arctic sea-ice movement pattern, and Arctic Rapid Change Pattern (Arctic dipole anomaly) | AMAP". www.amap.no (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-09-26.
  2. ^ "Beaufort Gyre and unusual flows of warm water | AMAP". www.amap.no (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-09-26.
  3. ^ Wu, Bingyi; Zhang, Renhe; Wang, Jia (2005-09). "Dipole anomaly in the Arctic atmosphere and winter Arctic sea ice motion". Science in China Series D: Earth Sciences (dalam bahasa Inggris). 48 (9): 1529–1536. doi:10.1360/04yd0174. ISSN 1006-9313.
  4. ^ Chen, Ping; Wang, Xiaoyu; Zhao, Jinping; Li, Tao; Shi, Junqiang; Zong, Fangyi; Wei, Lai (2023-11). "Variability of Arctic Sea ice age and its relationship with atmospheric circulation patterns". Frontiers in Marine Science (dalam bahasa Inggris). 10: 1274665. doi:10.3389/fmars.2023.1274665. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  5. ^ Wang, Qiang; Shu, Qi; Wang, Fan (2024-11-27). "Recent emergence of Arctic atlantification dominated by climate warming". Science Advances. 10 (48): eadq5235. doi:10.1126/sciadv.adq5235. PMC 11601200. PMID 39602527.
  6. ^ Watanabe, Eiji; Wang, Jia; Sumi, Akimasa; Hasumi, Hiroyasu (2006). "Arctic dipole anomaly and its contribution to sea ice export from the Arctic Ocean in the 20th century". Geophysical Research Letters (dalam bahasa Inggris). 33 (23). doi:10.1029/2006GL028112. ISSN 1944-8007.
  7. ^ Zhang, Haotian; Zhao, Chuanfeng; Xia, Yan; Chen, Annan; Yang, Yikun; Yang, Jie; Zhao, Xin; Chi, Yulei; Xu, Hongtao (2024). "Cloud Radiative Effects Slow Sea Ice Changes During Summer Arctic Dipole Anomaly". Geophysical Research Letters (dalam bahasa Inggris). 51 (16): e2024GL111205. doi:10.1029/2024GL111205. ISSN 1944-8007.
  8. ^ Lee, Doo Young; Yeh, Sang-Wook; Lee, Yong-Han; Cai, Wenju; Wang, Guojian; Yang, Young-Min (2025-02-04). "The emergence of a dipole-like mode in Arctic atmospheric circulation conducive to European heat waves". Communications Earth & Environment (dalam bahasa Inggris). 6 (1): 81. doi:10.1038/s43247-025-02020-x. ISSN 2662-4435.
  9. ^ Serreze, Mark C.; Barry, Roger G. (2014-07-21). The Arctic Climate System (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. hlm. 133–135. ISBN 978-1-107-03717-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ^ Wang, Jia; Zhang, Jinlun; Watanabe, Eiji; Ikeda, Moto; Mizobata, Kohei; Walsh, John E.; Bai, Xuezhi; Wu, Bingyi (2009). "Is the Dipole Anomaly a major driver to record lows in Arctic summer sea ice extent?". Geophysical Research Letters (dalam bahasa Inggris). 36 (5). doi:10.1029/2008GL036706. ISSN 1944-8007.
  11. ^ Wang, J.; Bai, X. (2011-12). "Interannual and intraseasonal variability of Arctic Dipole Anomaly pattern and summer ice minima". AGU Fall Meeting Abstracts (dalam bahasa Inggris). 2011: C34B–06.
  12. ^ Polyakov, Igor V.; Walsh, John E.; Kwok, Ronald (2012-02). "Recent Changes of Arctic Multiyear Sea Ice Coverage and the Likely Causes". Bulletin of the American Meteorological Society. 93 (2): 145–151. doi:10.1175/bams-d-11-00070.1. ISSN 0003-0007.
  13. ^ "The Arctic dipole: The atmospheric pattern shaping our future climate". Earth.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-01.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement