Pertempuran al-Asnam
| Pertempuran Al-Asnam | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Pemberontakan Berber | |||||||
| |||||||
| Pihak terlibat | |||||||
|
| Pemberontak Berber | ||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||
|
| Abdul Wahid bin Yazid al-Hawwari ⚔ | ||||||
| Kekuatan | |||||||
| 10,000 orang[1] | 300,000 orang[2] | ||||||
Pertempuran al-Asnam (bahasa Arab: معركة الأصنام) adalah bentrokan militer antara gubernur Umayyah di Ifriqiyah, Hanzhalah bin Shafwan al-Kalbi, dengan pasukan pemberontak Berber beraliran Sufriyah yang dipimpin Abdul Wahid bin Yazid al-Hawwari. Pasukan Umayyah berhasil mengalahkan secara telak tentara Berber, sehingga menyelamatkan Kairouan dan seluruh wilayah Ifriqiyah dari ancaman pemberontakan.[3]
Latar belakang
Pada tahun 742 M, dua pasukan besar Berber bergerak menyerang Kairouan, satu dipimpin Uqasyah bin Ayub al-Fezari, satunya lagi oleh Abdul Wahid bin Yazid al-Hawwari. Hanzhalah mengirim 40.000 kavaleri di bawah komando seorang dari Bani Lakhm untuk menghadapi Abdul Wahid. Pertempuran berlangsung sebulan hingga pasukan Berber itu kalah dan kehilangan separuh kekuatannya.[1] Hanzhalah sendiri mengalahkan Uqasyah di Pertempuran al-Qarn dan mengeksekusinya, tetapi mundur setelah menderita banyak korban dan bersiap menghadapi Abd al-Wahid. Di Kairouan, ia merekrut warga, mempersenjatai mereka, serta mengumpulkan 5.000 infanteri dan 5.000 pemanah.[1] Hanzhalah juga menggali parit keliling kota, dan sempat ingin mundur serta meminta bala bantuan dari khalifah setelah melihat besarnya pasukan Uqasyah.[4]
Pertempuran
Hanzhalah memimpin pasukan menghadapi Berber di al-Asnam, dekat Kairouan.[5] Pasukan Berber berjarak 3 mil dari kota, berjumlah sekitar 300.000 orang di bawah Abdul Wahid.[2][6] Saat menuju medan perang, para ulama Islam di Kairouan mendorong warga untuk berjihad melawan Khawarij Berber, mengingatkan kekejaman mereka terhadap wanita, anak-anak, dan pria. Para wanita juga keluar untuk menyemangati suami dan saudara mereka.[2]
Sayap kiri Arab sempat kewalahan oleh sayap kanan Berber dan nyaris runtuh, tetapi setelah pertempuran sengit, Arab berhasil mematahkan sayap kiri dan tengah Berber. Sayap kiri Arab kemudian bangkit kembali, memukul mundur musuh hingga Djeloula, dan membantai banyak di antara mereka.[7] Pasukan Abdul Wahid hancur total. Akibat banyaknya korban, Hanzhalah memerintahkan penghitungan mayat dengan menggunakan bambu. Jumlah Berber yang tewas mencapai lebih dari 180.000, termasuk Abdul Wahid.[2] Kepala Abdul Wahid dipenggal dan diperlihatkan kepada Hanzhalah.[2][8][9]
Menurut sejarawan Amerika Khalid Yahya Blankinship, angka 180.000 korban tewas Berber di al-Asnam yang disebutkan dalam sumber Muslim abad pertengahan merupakan sesuatu yang berlebihan dan tidak dapat dipercaya, kemungkinan sengaja dibesar-besarkan oleh tradisi kekhalifahan untuk menutupi kegagalan sebelumnya dalam perang melawan Berber.[7]
Hanzhalah melaporkan kemenangan itu kepada Khalifah Hisyam bin Abdul Malik yang senang mendengar berita tersebut.[10][11][12][2] Setelah dua kemenangan Umayyah, Al-Laits bin Sa'ad dikatakan berkomentar bahwa "Tidak ada pertempuran yang sengit sejak pertempuran Badar selain pertempuran Arab di al-Asnam".[2]
Referensi
- ^ a b c al-Nuwayri, hlm. 33.
- ^ a b c d e f g Hamouda 2007, hlm. 143.
- ^ Henri Fournel (1857). Étude sur la conquête de l'Afrique par les Arabes et recherches sur les tribus berbères qui ont occupé le Maghreb central (dalam bahasa French). unknown library. Impr. Impériale. hlm. 79–81. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ Blankinship, Khalid Yahya (1994-06-28). The End of the Jihâd State: The Reign of Hishām Ibn ʿAbd al-Malik and the Collapse of the Umayyads (dalam bahasa Inggris). State University of New York Press. hlm. 217. ISBN 978-0-7914-9683-1.
- ^ By Jamil M. Abun-Nasr (1987). A History of the Maghrib in the Islamic Period. Cambridge University Press. hlm. 39. ISBN 978-0-521-33767-0.
- ^ Hopkins, J. F. P. (June 1959). "Ibn Khaldūn: Histoire des Berbères et des dynasties musulmanes de l'Afrique septentrionale. Traduite de l'arabe par le Baron de Slane. Nouvelle édition publiée sous la direction de Paul Casanova. Tome quatrième … publié par Henri Pérès. [iii], 628 pp. Paris: Paul Geuthner, 1956". Bulletin of SOAS (dalam bahasa Inggris). 22 (2): 363. doi:10.1017/S0041977X00069184. ISSN 1474-0699.
- ^ a b Blankinship, Khalid Yahya (1994). The End of the Jihad State: The Reign of Hishām Ibn ʿAbd al-Malik and the Collapse of the Umayyads. SUNY Press. hlm. 344.
The last three sources say that the number of dead berbers at al-Asnam were one hundred eighty thousand, which is an exaggeration not to be trusted even in a vague way, as it may have been invented by the caliphal tradition to counterbalance the earlier record of utter failure in the Berber war.
- ^ Ahmad ibn Khalid an-Nasiri, al-Istiqsa li-Akhbar duwal al-Maghrib al-Aqsa Vol I, p. 169 [1]
- ^ Ibn 'Idhari, Kitāb al-bayān al-mughrib fī akhbār al-Andalus wa-al-Maghrib, Vol I, p.89 [2]
- ^ al-Nuwayri, hlm. 34.
- ^ an-Nasiri, p. 170
- ^ Ibn 'Idhari, p. 90
Daftar pustaka
- al-Nuwayri, Shihab al-Din. Nihāyat al-arab fī funūn al-adab (dalam bahasa Arabic). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- Hamouda, Abdul Hamid Hussein (2007). تاريخ المغرب في العصر الإسلامي منذ الفتح الإسلامي وحتى قيام الدولة الفاطمية (History of the Maghreb in the Islamic Era: From the Islamic Conquest to the Rise of the Fatimid State) (dalam bahasa Arab). Cairo: Cultural House for Publishing (الدار الثقافية للنشر).
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


