Pertempuran al-Qarn
| Pertempuran al-Qarn | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Pemberontakan Berber | |||||||
| |||||||
| Pihak terlibat | |||||||
| Kekhalifahan Umayyah | Pemberontak Berber | ||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||
| Hanzhalah bin Shafwan al-Kalbi |
Uqasyah bin Ayyub al-Fazari | ||||||
| Korban | |||||||
| Berat | Berat | ||||||
Pertempuran Al-Qarn (bahasa Arab: معركة القرن) adalah bentrokan militer antara gubernur Umayyah di Ifriqiyah, Hanzhalah bin Shafwan al-Kalbi, dengan pasukan Khawarij Berber beraliran Sufriyah yang dipimpin Uqasyah bin Ayub al-Fezari. Umayyah berhasil menang dalam pertempuran berdarah itu, tetapi terpaksa mundur setelah mengalami banyak korban.
Latar belakang
Kebijakan pemerintahan Umayyah yang membebani rakyat dengan pajak tinggi serta memperlakukan masyarakat Berber sebagai kelompok kelas bawah, meskipun mereka telah memeluk Islam, menimbulkan ketidakpuasan yang meluas di wilayah Maghrib.[1] Dalam situasi ini, ajaran Khawarij mulai menyebar di kalangan Berber, menawarkan gagasan kesetaraan di antara seluruh Muslim dan menentang dominasi suku Arab Quraisy. Pemikiran tersebut memberi mereka landasan ideologis untuk melawan kekuasaan Umayyah. Ketegangan itu kemudian meletus dalam serangkaian pemberontakan, di mana pasukan Berber meraih kemenangan penting atas tentara Umayyah, seperti dalam Pertempuran Para Bangsawan pada 740 M dan Pertempuran Bagdoura pada 741 M. Keberhasilan-keberhasilan ini menunjukkan rapuhnya cengkeraman Umayyah di wilayah Maghrib Barat dan memperlihatkan mulai goyahnya otoritas kekhalifahan di Afrika Utara.[2]
Pertempuran
Pasukan Umayyah hancur telak dalam Pertempuran Para Bangsawan dan Pertempuran Bagdoura. Mendengar itu, Khalifah Hisyam bin Abdul Malik mengangkat Hanzhalah bin Shafwan al-Kalbi sebagai gubernur baru Ifriqiyah. Tak lama kemudian, Uqasyah melancarkan serangan bersama pasukan Berber besar lainnya dari barat yang dipimpin Abdul Wahid bin Yazid al-Hawwari. Kedua kelompok pemberontak itu berencana bertemu di depan Kairouan sebelum menyerbu kota.[3][4] Hanzhalah ingin memperlambat Abdul Wahid agar bisa menghadapi Uqasyah lebih dulu. Ia mengirim kavaleri untuk menghambat gerak maju Abdul Wahid, sementara pasukan utamanya dikirim menghadapi Uqasyah. Pertempuran terjadi di Al-Qarn dekat Kairouan. Pertarungan sangat sengit, kedua pihak kehilangan banyak prajurit, hingga akhirnya Hanzhalah berhasil menghancurkan pasukan Berber dan membunuh banyak di antaranya. Uqasyah ditangkap dan dieksekusi.[5][6] Oqasha was captured and executed.[7] Namun, Hanzhalah segera mundur ke Kairouan karena khawatir Abdul Wahid tiba lebih dulu.[5]
Hasil
Pasukan Umayyah secara formal meraih kemenangan dalam Pertempuran al-Qarn karena berhasil menekan gelombang pemberontakan besar di wilayah Ifriqiyah. Namun, kemenangan itu mengakibatkan pasukan mereka menderita kerugian besar, dan posisi politik Umayyah di Maghrib tetap tidak stabil. Meskipun pertempuran ini menahan laju pemberontakan untuk sementara, gerakan perlawanan Berber masih berlanjut hingga sekitar tahun 743 M,.[2]
Referensi
- ^ "Berber Revolt". HistoryMaps (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-05.
- ^ a b "743: Berber revolt ends". history.adhamzahran.com. Diakses tanggal 2025-11-05.
- ^ Al-Nuwayri, Nihāyat al-arab fī funūn al-adab, Vol XXIV, p. 33 [1]
- ^ Ibn 'Idhari, Kitāb al-bayān al-mughrib fī akhbār al-Andalus wa-al-Maghrib, Vol I, p.89 [2]
- ^ a b Al-Nuwayri, p. 33
- ^ Ibn 'Idhari, p. 89
- ^ Ahmad ibn Khalid an-Nasiri, al-Istiqsa li-Akhbar duwal al-Maghrib al-Aqsa Vol I, p. 169 [3]
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


