Pertempuran Baterai Merville
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pertempuran Baterai Merville adalah serangkaian serangan pasukan Inggris pada 6 Juni 1944, sebagai bagian dari Operasi Tonga dan pendaratan Normandia, dalam Perang Dunia II. Pihak intelijen Sekutu meyakini bahwa Baterai Merville terdiri dari meriam-meriam berat kaliber 150 mm yang dapat menjadi ancaman bagi pendaratan pasukan Inggris di Pantai Sword, yang berjarak 13 km dari lokasi Baterai.
Batalion Parasut ke-9 yang merupakan bagian dari Brigade Parasut ke-3, tergabung dalam Divisi Lintas Udara ke-6, menjalankan misi untuk menghancurkan Baterai Merville. Namun, ketika batalion tersebut tiba di Normadia pada 6 Juni 1994 dinihari, pendaratan pasukan tidak sesuai dengan lokasi zona pendaratan semestinya, sehingga berpencar di area yang luas. Dari 600 tentara yang direncanakan mendarat dengan perlengkapan dan persenjataan berat, hanya 150 tentara yang tiba di titik pertemuan tanpa persenjataan dan perlengkapan. Meskipun demikian, pasukan tersebut tetap melancarkan serangan terhadap Jerman yang diperkiraan terdiri dari 130 pasukan artileri dan zeni. Pasukan Inggris berhasil menguasai Baterai, setelah mengurangi jumlah pasukannya menjadi 75 tentara. Kelak terungkap pula bahwa senjata yang digunakan Baterai tersebut adalah meriam lapangan M14/19 100 mm Cekoslowakia era Perang Dunia I, yang memiliki jangkauan efektif sejauh 8,400 m. Pasukan Inggris berupaya mencari bahan peledak yang dapat ditemukan dan berhasil menonaktifkan senjata-senjata tersebut, walau hanya sebagian.
Ketika pasukan terjun payung telah mundur, pasukan Jerman kembali menduduki Baterai tersebut dan mengaktifkan kembali dua dari meriam yang ada. Pasukan Inggris kembali menyerang Baterai pada hari berikutnya, tetapi serangan tersebut dapat dipatahkan Jerman. Baterai tetap dikuasai Jerman hingga 17 Agustus 1944, ketika pasukan Wehrmacht ditarik mundur dari lokasi tersebut.
Latar belakang
Pada 6 Juni 1944, Divisi Lintas Udara ke-6 Inggris, mengemban misi untuk mengamankan sayap kiri pendaratan laut pasukan Sekutu. Salah satu misinya adalah menghancurkan Baterai Merville. Para perancang Sekutu menilai dari ukuran emplasemen beton bahwa senjata yang digunakan, setidaknya meriam kaliber 150 mm dengan perkiraan jangkauan sekitar 13 km. Pada jarak ini, Baterai artileri tersebut dapat menjadi ancaman pasukan Inggris yang akan mendarat di area pendaratan pantai yang dinamakan Sword, terletak di bagian barat Ouistreham, ketika dimulainya invasi D-Day setelah fajar.[1]
Pasukan Inggris
Unit yang mengemban misi untuk menghancurkan Baterai tersebut adalah pasukan dari Batalion Parasut ke-9, bagian dari Brigade Parasut ke-3 yang dipimpin oleh Terence Otway. Jumlah kekuatan batalion tersebut terdiri dari 600 personel[2][a] yang didukung oleh pasukan sapper dari Skuadron Parasut ke-591 (Antrim), Zeni Kerajaan Inggris dan kendaraan militer berjenis Willys MB beserta trailernya yang akan diangkut menggunakan pesawat layang Horsa serta perbekalan lainnya, termasuk senjata anti-tank dan pelontar api. Tiga pesawat layang membawa 50 relawan yang akan menjalankan operasi serangan Cepat, mendarat ke posisi yang bertepatan dengan serangan darat.[4] Pada April 1944, pasukan tersebut berlatih lebih dari tujuh hari di Walbury Hill, Berkshire, dengan membangun replika Baterai artileri, termasuk rintangan-rintangan dan pagar kawat berduri. Kemudian, lima hari berikutnya mereka menghabiskan waktu untuk pengarahan dan pengenalan orientasi tata letak Baterai, serta latihan penyerangan, termasuk serangan pada malam hari.[3][5] Karena sifat misinya, Batalion tersebut ditambahkan pasukan dukungan medis dari pasukan Ambulans Lapangan (Parasut) ke-224, Seksi ke-3.[6][b] Unit pasukan lain yang turut serta dalam operasi penyerangan adalah Batalion Parasut Kanada ke-1, tetapi pasukan tersebut tidak secara langsung terlibat dalam penyerangan, tetapi bertugas untuk melancarkan tembakan sebagai perlindungan bagi pasukan Inggris yang akan mendekati atau mundur dari Baterai artileri.[9]
Serangan sebelum fajar direncanakan akan selesai pada pukul 05:00, termasuk penarikan mundur seluruh pasukan dari area Baterai, karena kapal penjelajah Angkatan Laut Britania Raya HMS Arethusa, akan melepaskan tembakan ke arah Baterai artileri.[10]
Baterai artileri Merville
Baterai artileri Merville terdiri dari empat kasemat setinggi 1,8 m, terbuat dari beton bertulang baja, yang masing-masing ditempatkan meriam gunung leFH 14/19(t) 100 mm buatan Ceko yang berasal dari Perang Dunia I.[11]
Baterai artileri Merville dipersenjatai oleh senjata anti-pesawat kaliber 20 mm dan sejumlah senapan mesin yang ditempatkan dalam 15 posisi. Terletak di area seluas 640x460 m, dengan dua perimeter, dikelilingi oleh pagar kawat berduri setinggi 4,6 m dan kedalaman 1,5 m sebagai perimeter bagian dalam serta ladang ranjau dan parit anti-tank sebagai perimeter terluar, untuk pertahanan atas serangan yang datang dari pantai.[12] Komandan Baterai Hauptman Wolter, tewas dalam serangan pasukan Angkatan Udara Britania Raya pada 19 Mei 1944. Kemudian posisinya digantikan oleh Raimund Steiner yang mengepalai 50 anggota pasukan artileri dan zeni pasukan Baterai ke-1, Resimen Artileri 1716, dari Divisi Infanteri Statis ke-716 Jerman.[13]
Serangan 6 Juni 1944
Lewat tengah malam pada 6 Juni 1944, tim pendahuluan dari Batalion Parasut ke-9, mendarat bersama pasukan brigade pemandu, berhasil mencapai titik pertemuan tanpa kendala, sementara beberapa anggota pasukan lainnya, menandai posisi-posisi bagi kompi. Kemudian wakil komandan pasukan, George Smith beserta pasukan intai, melakukan pengintaian ke Baterai artileri.[14] Pada saat yang bersamaan, pesawat pengebom Avro Lancaster Angkatan Udara Britania Raya, mulai melakukan serangan pengeboman ke Baterai. Namun, serangan tersebut meleset ke bagian selatan targetnya. Pasukan pemandu militer tidak dianggap efektif pada saat itu, karena meskipun mereka mendarat di zona pendaratan yang tepat, mendapati bahwa transponder suar, telah rusak ketika mereka mendarat. Asap dan puing akibat dari pengeboman sebelumnya, mengaburkan lampu penanda bagi para pilot pesawat angkut.[14] Pasukan dari Batalion Parasut ke-9 bersama pesawat-pesawat layang, akan mendarat pada 01:00 di zona pendaratan V, yang terletak antara posisi Baterai dengan Varaville, berjarak 4 km dari pantai.[12] Namun, pasukan Batalion melakukan pendaratan secara terpencar-pencar dengan sejumlah pasukan yang cukup jauh dari zona pendaratan. Otway bersama pasukannya, mendarat di sebuah rumah yang dijadikan pos komando oleh pasukan Jerman, berjarak sekitar 370 m dari zona pendaratan yang semestinya. Setelah baku tembak singkat, Otway bersama pasukannya membantu pasukan terjun payung lain yang juga tercerai-berai, hingga mereka dapat mencapai zona pendaratan pada 01:30.[15] Pada pukul 02:50, hanya 150 prajurit yang tiba di titik pertemuan Batalion, dengan 20 senjata torpedo Bangalore dan senapan mesin. Sementara, mortir, senjata anti-tank, pendeteksi ranjau, kendaraan taktis, pasukan sapper dan ambulans lapangan, seluruhnya hilang.[3]
Menyadari waktunya terbatas, Otway memutuskan ia tidak akan menunggu lebih lama lagi dan pasukan batalion yang tidak lengkap tersebut, bergerak menuju Baterai dan bergabung dengan kompi pengintaian yang dipimpin oleh Smith, di luar desa Gonneville en Auge. Anggota pasukan intai memotong jalur melalui pagar kawat berduri dan menandai empat rute melalui ladang ranjau.[14] Otway membagi pasukannya menjadi empat kelompok penyerangan dan bersiap menunggu kedatangan tiga pesawat layang yang akan mendarat.[16]

Salah satu pesawat layang mengalami kendala yang disebabkan karena tali penariknya putus, sehingga pesawat tersebut dialihkan targetnya ke Pangkalan Udara Odiham, Hampshire, Inggris, sementara dua pesawat layang, tidak dapat menemukan lokasi Baterai sehingga mendarat di zona pendaratan yang tidak semestinya.[17] Dua pesawat layang tersebut terkena tembakan anti-pesawat Jerman, sehingga satu pesawat melenceng 3,2 km dari zona pendaratan dan satu lagi mendarat dekat area ladang ranjau. Pasukan dari pesawat layang, langsung terlibat baku tembak dengan pasukan Jerman yang tengah menuju Baterai, bermaksud untuk memperkuat garnisun Baterai artileri tersebut.[16]
Otway meluncurkan serangan segera setelah pesawat layang melampaui posisi Baterai dan memerintahkan pasukannya meledakkan bahan peledak yang dibawanya, guna membuat dua lajur di perimeter terluar Baterai untuk penyerangan. Pasukan Jerman yang mengetahui adanya ledakan, mulai melepaskan tembakan, sehingga menimbulkan jatuhnya banyak korban. Hanya empat prajurit yang mampu mencapai kasemat keempat dan melakukan serangan terhadap Baterai dengan melemparkan granat ke lubang ventilasi, dibarengi serangan tembakan ke lubang-lubang terbuka pada kasemat. Sementara itu, kasemat lainnya dapat dilumpuhkan menggunakan granat fosfor dan granat fragmentasi, karena pasukan Jerman membiarkan pintu-pintu yang mengarah ke Baterai tidak terkunci.[18] Selama serangan pengeboman, senjata-senjata pada Baterai, dipindahkan ke dalam kasemat dan pintu-pintu besi dibiarkan terbuka sebagai ventilasi.[19] 22 tentara Jerman tewas selama pertempuran dan personel lainnya menjadi tawanan perang, sementara sisa pasukan lain melarikan diri tanpa diketahui, melalui persembunyiannya di bunker-bunker bawah tanah.[16]
Raimund Steiner tengah berada di bunker komando di Franceville-Plage, ketika serangan pengeboman terjadi. Setelah reda, ia bergerak menuju Baterai, tetapi tidak dapat memasuki Baterai, karena dihujani tembakan oleh pasukan terjung payung Inggris. Pada saat yang bersamaan, pasukan patroli Jerman yang baru tiba dari unit kesatuan anti-pesawat menggunakan ranpur setengah roda rantai yang dipasangi senjata anti-pesawat, menyerang pasukan terjun payung, alih-alih mencari posisi perlindungan.[20]
Baterai Merville berhasil dikuasai pasukan Sekutu, tetapi tanpa pasukan sapper dan pasukan penjinak bahan peledak. Kemudian pasukan Inggris mengumpulkan bahan peledak plastik yang akan digunakan bersamaan dengan bom Gammon guna meledakkan persenjataan Jerman.[16] Pada saat itu, Steiner telah kembali ke Franceville-Plage dan memerintahkan resimen Baterai ke-2 dan ke-3 untuk melancarkan tembakan ke arah Baterai.[21]
Aksi lanjutan
Dari pasukan yang berhasil selamat, hanya 75 dari 150 orang yang bergerak meninggalkan lokasi Baterai untuk menjalankan target sekunder guna mengamankan desa Le Plein.[22] Karena kekuatannya terlalu lemah, pasukan tersebut hanya berhasil membebaskan setengah dari desa tersebut dan harus menunggu kedatangan pasukan dari Brigade Komando ke-1, untuk membebaskan Le Plein secara keseluruhan.[23]
Sementara itu, Batalion Komando ke-3, dari Brigade Layanan Khusus ke-1 yang mendarat di Pantai Sword pada pagi hari, bergerak cepat menuju jembatan yang membentang di Sungai Orne. Mereka bergabung dengan pasukan udara dan pasukan terjun payung yang telah berhasil merebut jembatan tersebut dini hari sebelumnya. Pasukan Jerman masih menghujani tembakan, ketika mereka melakukan kontak dengan unit terjun payung di bagian timur sungai dengan menyeberangi jembatan. Pasukan Batalion Komando ke-3, kemudian diperintahkan untuk menduduki Amfreville dan Le Plein dan bergabung dengan pasukan dari Batalion Parasut ke-9.[24]
Masih pada hari yang sama, pasukan Jerman berhasil kembali menduduki Baterai dan mengaktifkan dua meriam yang ada di sana.
Serangan 7 Juni 1944
Setelah membantu Batalion Parasut ke-9 dalam mengamankan area di sekitar Le Plein, Batalion Komando ke-3 diperintahkan untuk melakukan serangan terhadap Baterai.
Pada 7 Juni 1944, pasukan ke-4 dan ke-5 Komando ke-3, di bawah komando John Pooley, melancarkan serangan terhadap Baterai Merville, yang kembali aktif setelah dikuasai kembali oleh pasukan Jerman, lalu melancarkan tembakan ke arah pantai pendaratan.[25] Penjagaan ketat pasukan Jerman di Baterai Merville, dilengkapi dengan senjata mortir dan ranjau darat. Pasukan ke-4 yang mendekat ke Baterai dari Le Plein, melintas di area terbuka sebelum mengambil posisi di pagar yang berjarak sekitar 274 meter dari Baterai dan melancarkan tembakan ke arah pasukan Jerman sebagai tembakan perlindungan bagi pasukan ke-5 yang mendekat dari arah timur dengan senjata yang dilengkapi bayonet.[26]
Pertahanan Jerman yang kuat di Baterai, membuat jatuhnya banyak korban, termasuk menewaskan komandan Pooley. Sempat diambil alih oleh pasukan Komando, pasukan Jerman melancarkan serangan balasan yang didukung oleh ranpur setengah roda rantai dan artileri swagerak.[27] Akibat dari serangan balasan tersebut, semakin banyak jatuhnya korban dari pihak Sekutu, sehingga pasukan terpaksa kembali bergerak mundur ke Le Plein.[27]
Kesudahan
Setelah pasukan Jerman kembali menguasai Baterai, Steiner tidak dapat melihat Pantai Sword dari bunker komandonya, meskipun demikian, ia bersama pasukannya dapat mengaktifkan kembali dua meriam yang ada di sana dan melancarkan tembakan ke area pendaratan Sekutu, walaupun tembakannya tidak akurat. Namun, para pengamat dari Resimen Infanteri ke-736 yang bertahan di La Brèche, berhasil mengarahkan meriamnya ke arah Baterai hingga posisi tersebut dapat dinetralisasi.[28]
Pasukan Inggris tidak pernah berhasil menghancurkan Baterai secara keseluruhan dan tetap berada di bawah kendali Jerman hingga 17 Agustus 1944, ketika pasukan Jerman mulai ditarik mundur dari Prancis.[29]
Referensi
Catatan
- ^ Sumber referensi lain menyatakan bahwa pasukan terdiri dari 635 personel terjun payung dan pasukan sapper.[3]
- ^ Pasukan Ambulans terdiri dari seorang dokter dan seorang perwira (Sersan Staf) tugas keperawatan, yang membawahi komando tiga prajurit keperawatan, seorang petugas, juru tulis dan tiga belas prajurit pembawa tandu.[7] Seluruh anggota Seksi ke-3 yang menjadi bagian dari Batalion Parasut ke-9, menjadi korban dalam pertempuran.[8]
Kutipan
- ^ Horn 2010, hlm. 44.
- ^ Kershaw 2008, hlm. 135.
- ^ a b c Ferguson 1984, hlm. 18.
- ^ Ford 2011, hlm. 41.
- ^ Nigl 2007, hlm. 72.
- ^ Cole 1963, hlm. 81.
- ^ Cole 1963, hlm. 222-223.
- ^ Cole 1963, hlm. 88.
- ^ Horn 2010, hlm. 41.
- ^ Ford, Zaloga & Badsey 2009, hlm. 224.
- ^ Zaloga & Johnson 2005, hlm. 29.
- ^ a b Gregory & Batchelor 1979, hlm. 108.
- ^ Zaloga & Johnson 2005, hlm. 35.
- ^ a b c Harclerode 2005, hlm. 318.
- ^ Buckingham 2005, hlm. 142-143.
- ^ a b c d Harclerode 2005, hlm. 319.
- ^ Nigl 2007, hlm. 71.
- ^ Buckingham 2005, hlm. 145.
- ^ Kershaw 2008, hlm. 149.
- ^ Kershaw 2008, hlm. 148.
- ^ Kershaw 2008, hlm. 150.
- ^ Cole 1963, hlm. 83.
- ^ Harclerode 2005, hlm. 320.
- ^ Durnford-Slater 2002, hlm. 191.
- ^ Durnford-Slater 2002, hlm. 193.
- ^ Durnford-Slater 2002, hlm. 194.
- ^ a b Saunders 1959, hlm. 242.
- ^ Kershaw 2008, hlm. 307.
- ^ Harclerode 2005, hlm. 319-320.
Daftar pustaka
- Buckingham, William F. (2005). D-Day The First 72 Hours (dalam bahasa Inggris). Stroud, Gloucestershire: Tempus Publishing. ISBN 0-7524-2842-X. OL 7982477M.
- Cole, Howard N (1963). On wings of healing: the story of the Airborne Medical Services 1940–1960 (dalam bahasa Inggris). Edinburgh, United Kingdom: William Blackwood. LCCN 94113557. OCLC 29847628. OL 1143149M.
- Durnford-Slater, John (2002) [1953]. Commando: Memoirs of a Fighting Commando in World War Two (dalam bahasa Inggris). London: Greenhill Books. ISBN 1-85367-479-6. LCCN 2002020095. OL 24518717M.
- Ferguson, Gregor (1984). The Paras 1940–84. Volume 1 of Elite series (dalam bahasa Inggris). Oxford, UK: Osprey Publishing. ISBN 0-85045-573-1. OL 8264874M.
- Ford, Ken (2011). D-Day 1944 (3): Sword Beach & the British Airborne Landings (dalam bahasa Inggris). Oxford, UK: Osprey Publishing. ISBN 978-1-84908-721-6. OL 48621991M.
- Ford, Ken; Zaloga, Steven J; Badsey, Stephen (2009). Overlord: The D-Day Landings (dalam bahasa Inggris). Oxford, UK: Osprey Publishing. ISBN 978-1-84603-424-4. LCCN 2009284044. OL 23622815M.
- Gregory, Barry; Batchelor, John (1979). Airborne Warfare, 1918–1945 (dalam bahasa Inggris). Exeter, UK: Exeter Books. ISBN 978-0-89673-025-0. LCCN 79005054. OCLC 6227825. OL 11327942M.
- Harclerode, Peter (2005). Wings Of War –Airborne Warfare 1918–1945 (dalam bahasa Inggris). London: Weidenfeld & Nicolson. ISBN 0-304-36730-3. OL 10321718M.
- Horn, Bernd (2010). Men of Steel: Canadian Paratroopers in Normandy, 1944 (dalam bahasa Inggris). Toronto, ON: Dundurn Press Ltd. ISBN 978-1-55488-708-8. OCLC 496477790. OL 28289872M.
- Kershaw, Robert (2008). D-Day Piercing the Atlantic Wall (dalam bahasa Inggris). Hersham, Surrey: Ian Allan Publishing. ISBN 978-0-7110-3323-8. LCCN 2008279017. OL 22697060M.
- Nigl, Alfred J (2007). Silent Wings Savage Death (dalam bahasa Inggris). Santa Ana, CA: Graphic Publishers. ISBN 1882824318.
- Saunders, Hilary St. George (1959) [1949]. The Green Beret: The Commandos at War (dalam bahasa Inggris). London: Four Square Books. LCCN 50002033. OCLC 1260659. OL 6065553M.
- Zaloga, Steven J; Johnson, Hugh (2005). D-Day Fortifications in Normandy. Volume 37 of Fortress Series (dalam bahasa Inggris). Oxford, UK: Osprey Publishing. ISBN 978-1-84176-876-2. OL 8922778M.
Pranala luar
- (Inggris) Arsip Museum Artileri Merville
- (Inggris) Profil Tokoh di BBC Diarsipkan 13 December 2010 di Wayback Machine.
- (Inggris) Transkrip laporan pertempuran Batalion ke-9
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


