Pertambangan tembaga di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu produsen tembaga utama di dunia, dengan peringkat ketujuh dalam produksi global pada tahun 2023. Tembaga menjadi salah satu komoditas ekspor utama Indonesia, dengan fasilitas pemurnian yang mulai dibangun dalam beberapa tahun terakhir. Tambang tembaga terbesar di Indonesia adalah Tambang Grasberg di Papua Tengah dan Tambang Batu Hijau di Sumbawa, yang keduanya menyumbang sebagian besar produksi nasional.
Namun, operasi tambang ini telah dituduh menyebabkan dampak lingkungan yang signifikan akibat pembuangan limbah tambang, serta pelanggaran hak asasi manusia terhadap masyarakat lokal.
Sejarah
Artefak tembaga tertua yang diketahui di Indonesia ditemukan di Gua Harimau, Sumatera Selatan, dan diperkirakan berasal dari antara abad ke-4 SM hingga abad ke-1 M.[1] Meskipun artefak-artefak selanjutnya menunjukkan adanya proses metalurgi lokal, bahan baku tembaga tersebut diperoleh melalui perdagangan dari luar wilayah Indonesia modern.[2]
Deposit tembaga (dan emas) yang kaya ditemukan pada tahun 1936 oleh Jean Jacques Dozy di Puncak Jaya, Papua Tengah. Tambang Grasberg, tambang tembaga terbesar di Indonesia yang dimiliki oleh Freeport McMoRan, mulai beroperasi di lokasi tersebut pada tahun 1973.[3] Pada tahun 1990, deposit tembaga juga ditemukan di Sumbawa, dan Tambang Batu Hijau (yang sebelumnya dimiliki oleh Newmont) mulai berproduksi pada tahun 2000.[4] Pada tahun 2014, tambang Grasberg dan Batu Hijau menyumbang sekitar 97 persen dari total produksi tembaga nasional.[5]
Sejak tahun 2009, kebijakan pemerintah mengenai hilirisasi mendorong divestasi Newmont dari tambang Batu Hijau, sementara Freeport McMoRan melakukan investasi dalam pembangunan fasilitas pemurnian.[6] Kilang tembaga pertama dibuka pada tahun 1996 di Gresik, Jawa Timur, untuk memurnikan bijih dari tambang Grasberg milik Freeport.[7] Dua pemurnian tambahan, satu di Gresik sebagai pemurnian kedua Freeport, dan satu lagi oleh Amman Mineral (operator baru Batu Hijau) di Sumbawa Barat, diresmikan pada September 2024.[8]
Hingga tahun 2024, proyek pertambangan tembaga baru sedang dikembangkan di Banyuwangi (Jawa Timur), Gorontalo, dan Beutong (Aceh).[9][10]
Statistik
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat, Indonesia menambang 941 ribu ton dan memurnikan 310 ribu ton tembaga pada tahun 2022, dengan cadangan bijih tembaga terbukti sebesar 24 juta ton.[11] Pada tahun 2023, Indonesia menjadi produsen tembaga terbesar ketujuh di dunia.[6]
Tembaga, bijih tembaga, dan konsentrat merupakan komoditas ekspor terbesar kelima Indonesia pada tahun 2023 menurut Pengamat Kompleksitas Ekonomi, dengan nilai ekspor mencapai 8,9 miliar dolar AS.[12] Pembeli utama komoditas ini adalah Tiongkok dan Jepang.[13]
Dampak

Tambang-tambang tembaga di Indonesia telah menuai kritik dari kelompok lingkungan dan hak asasi manusia karena dampak pencemarannya. Tambang Grasberg diperkirakan membuang sekitar 200 ribu ton limbah ke Sungai Ajkwa di Papua, yang merusak ekosistem sungai beserta wilayah sekitarnya.[3] Tambang Batu Hijau juga pernah digugat oleh kelompok lingkungan karena membuang limbah ke laut, meskipun pihak operator tambang mengklaim bahwa Kementerian Lingkungan Hidup telah memberikan izin untuk praktik tersebut.[14]
Kelompok masyarakat adat Papua menuduh operator Tambang Grasberg melakukan tindakan kekerasan dalam menghadapi pemogokan dan unjuk rasa.[15] Sementara itu, masyarakat di Sumbawa mengeluhkan bahwa kegiatan operasional Tambang Batu Hijau telah mengganggu hak penggunaan lahan milik warga setempat.[16]
Tambang Grasberg juga disebut sebagai salah satu wajib pajak tunggal terbesar di Indonesia,[3][17] menyumbang 0,6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan 96 persen dari PDB Kabupaten Mimika, tempat tambang tersebut berada. Antara tahun 1992 hingga 2017, tambang ini menghasilkan pendapatan sebesar 17,3 miliar dolar AS bagi pemerintah Indonesia melalui pajak, bea ekspor, royalti, dan dividen.[17] Asosiasi Pertambangan Indonesia menyatakan bahwa dua tambang besar tersebut telah menciptakan sekitar 40 ribu lapangan pekerjaan.[18]
Referensi
- ^ Sofian, Harry Octavianus (28 October 2024). "Tanda Awal Zaman Logam di Indonesia". Tempo. Diakses tanggal 31 October 2024.
- ^ Sofian, Harry Octavianus; Simanjuntak, Truman (2024). "The rise of the Metal Age in Sumatra: Evidence from Harimau Cave in South Sumatra". Quaternary Palaeontology and Archaeology of Sumatra (PDF). ANU Press. hlm. 236.
- ^ a b c Schulman, Susan (2 November 2016). "The $100bn gold mine and the West Papuans who say they are counting the cost". The Guardian. Diakses tanggal 1 November 2024.
- ^ "Batu Hijau gold and copper production up". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). 5 November 2010. Diakses tanggal 1 November 2024.
- ^ "Newmont says declares force majeure at Indonesian copper mine". Reuters. 5 June 2014. Diakses tanggal 1 November 2024.
- ^ a b "Diversifying Investment in Indonesia's Mining Sector". Centre for Strategic and International Studies. 11 July 2024. Diakses tanggal 1 November 2024.
- ^ "Mengokohkan Indonesia sebagai Produsen Tembaga Dunia". indonesia.go.id. 8 March 2022. Diakses tanggal 1 November 2024.
- ^ "Opening of copper smelters reflects downstreaming commitment: Jokowi". Antara News (dalam bahasa Inggris). 23 September 2024. Diakses tanggal 1 November 2024.
- ^ "3 Harta Karun Tembaga Baru di RI: Ini Lokasi dan Para Investornya". bloombergtechnoz.com. 14 October 2024. Diakses tanggal 1 November 2024.
- ^ "Warga Beutong Ateuh: Kami Sejahtera Tanpa Tambang Emas". Mongabay.co.id. 27 March 2024. Diakses tanggal 1 November 2024.
- ^ "Mineral Commodity Summary 2024 - Copper" (PDF). United States Geological Survey. Diakses tanggal 1 November 2024.
- ^ "Indonesia (IDN) Exports, Imports, and Trade Partners". The Observatory of Economic Complexity (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 1 November 2024.
- ^ "Ekspor Bijih Tembaga Menurut Negara Tujuan Utama, 2012-2023". Statistics Indonesia. Diakses tanggal 1 November 2024.
- ^ Saturi, Sapariah (10 October 2012). "Kasus Tailing Newmont, Putusan PTTUN Jakarta Penuh Kejanggalan". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 1 November 2024.
- ^ "New report details numerous violations by PT Freeport Indonesia in West Papua". Tapol. 17 December 2020. Diakses tanggal 1 November 2024.
- ^ "Inkuiri Komnas HAM Hadirkan PT Newmont". Republika Online. 14 November 2014. Diakses tanggal 1 November 2024.
- ^ a b "Pembayar Pajak Terbesar, Freeport Sumbang Penerimaan Negara 17,2 Miliar Dollar AS". KOMPAS.com. 22 December 2018. Diakses tanggal 1 November 2024.
- ^ Costa, Gusty da (27 January 2023). "Government's plan to ban copper exports may cause 40,000 jobless". Indonesia Business Post. Diakses tanggal 1 November 2024.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


