Pengiran Muhammad Yusuf
Pengiran Muhammad Yusuf | |||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| ڤڠيرن محمد يوسف | |||||||||||||||||
Pengiran Muhammad Yusuf, ca 1959 | |||||||||||||||||
| Anggota Dewan Legislatif | |||||||||||||||||
| Masa jabatan 1 Juni 2011 – 11 April 2016 | |||||||||||||||||
| Masa jabatan 6 September 2004 – 15 Maret 2011 | |||||||||||||||||
| Menteri Besar Brunei ke-3 | |||||||||||||||||
| Masa jabatan 4 November 1968 – Desember 1973 | |||||||||||||||||
| Penguasa monarki | Hassanal Bolkiah | ||||||||||||||||
| Wakil | Isa Ibrahim | ||||||||||||||||
| Sekretaris Negara Brunei ke-3 | |||||||||||||||||
| Masa jabatan 18 Januari 1964 – December 1966 | |||||||||||||||||
| Penguasa monarki | Omar Ali Saifuddien III | ||||||||||||||||
| Wakil | Taib Besar | ||||||||||||||||
| |||||||||||||||||
| Informasi pribadi | |||||||||||||||||
| Lahir | 2 Mei 1923 Kampong Kandang, Tutong, Brunei | ||||||||||||||||
| Meninggal | 11 April 2016 (umur 92) Kampong Sengkarai, Tutong, Brunei | ||||||||||||||||
| Makam | Pemakaman Muslim Sengkarai, Tutong, Brunei | ||||||||||||||||
| Partai politik | BARIP (1946) | ||||||||||||||||
| Suami/istri | Salmah Yussof | ||||||||||||||||
| Kerabat |
| ||||||||||||||||
| Pendidikan | |||||||||||||||||
| Pekerjaan |
| ||||||||||||||||
| Penghargaan sipil | SEA Write Award | ||||||||||||||||
| Tanda tangan | |||||||||||||||||
|
| |||||||||||||||||
Pengiran Muhammad Yusuf bin Pengiran Haji Abdul Rahim[a] (2 Mei 1923 – 11 April 2016), nama pena Yura Halim, adalah seorang pegawai negeri, diplomat, pengajar dan penyair Brunei. Ia menjabat sebagai sekretaris negara Brunei dari 1964 sampai 1967 sebelum menjadi menteri besar ketiga dari 1968 sampai 1972. Ia kemudian memegang jabatan diplomatik sebagai komisioner tinggi untuk Malaysia dari 1995 sampai 2001 dan duta besar untuk Jepang dari 2001 sampai 2002. Selain itu, ia menjabat sebagai anggota Dewan Legislatif Brunei dari 2011 sampai menjemput ajal pada 2016.
Ia adalah salah satu dari "Tiga M" atau "Tiga Musketir,"[b] yang ditakuti oleh pemerintah Inggris, bersama dengan Marsal Maun dan Pengiran Muhammad Ali.[3] Sebagai anggota Asosiasi Guru Melayu Brunei,[4] Pengiran Muhammad Yusuf, bersama dengan tokoh-tokoh seperti Jamil Al-Sufri, memainkan peran penting dalam menentang pengaruh kolonial Inggris di Brunei pada awal 1950an.[5] Sebagai hibakusha, ia banyak diakui atas jasanya dalam pemerintahan, sastra, dan diplomasi Brunei. Selain itu, ia menjadi orang Brunei pertama yang menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Hiroshima dan menulis lirik untuk lagu kebangsaan Allah Peliharakan Sultan.[6]
Catatan
- ^ Ejaan lama nama pemberiannya adalah "Pengiran Mohamed Yusof" alih-alih "Pengiran Muhammad Yusuf."[1]
- ^ Tidak sama dengan "Tiga Musketir" lainnya, Sulaiman Damit, Mohammad Daud, dan Awangku Ibnu Basit yang menerima julukan tersebut setelah terpilih untuk pelatihan kadet perwira di Perguruan Militer Federasi di Malaya pada 1960.[2]
Referensi
- ^ "Pemnagku Menteri Besar Brunei" (PDF). www.pelitabrunei.gov.bn (dalam bahasa Melayu). Pelita Brunei. 1965-10-06. hlm. 1. Diakses tanggal 2025-02-20.
- ^ Pehin Kolonel (B) Dato Paduka Haji Abdul Jalil bin Haji Ahmad (2017-06-10). "Selamat Ulang Tahun ABDB". mediapermata.com.bn (dalam bahasa Melayu). Media Permata Online. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-11-26. Diakses tanggal 2025-01-30.
- ^ Hussainmiya 2000, hlm. 348.
- ^ Awang Mohamad Yusop 1995, hlm. 408.
- ^ Hussainmiya 2003, hlm. 291.
- ^ Rasidah HAB (2016-04-12). "HM pays last respects to ex-chief minister". www.bt.com.bn (dalam bahasa Inggris). The Brunei Times. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-05-20. Diakses tanggal 2025-02-20.
- Siti Nor Anis Nadiah Haji Mohamad; Mariam Abdul Rahman (2021). "Penggubalan Perlembagaan Negeri Brunei 1959: Satu Sorotan Sejarah" [Drafting of The Brunei Constitutions of 1959: A Historical Review]. The Sultan Alauddin Sulaiman Shah Journal. 8 (2). Selangor: Kolej Universiti Islam Selangor: 35–37. eISSN 2289-8042. ISSN 2462-1692. Diakses tanggal 2024-06-21.
- Pengiran Fatimah P. H. (2019). "Allahyarham Pehin Orang Kaya Penggawa Laila Bentara Diraja Dato Laila Utama Awang Haji Mohd. Abbas Al-Sufri bin Pehin Datu Perdana Menteri Dato Lgila Utama Haji Ibrahim". Majalah Pusaka (dalam bahasa Melayu). 47. Bandar Seri Begawan: Pusat Sejarah Brunei: 38–41.
- Sidhu, Jatswan S. (2016). Historical Dictionary of Brunei Darussalam (Edisi 3rd). Lanham: Rowman & Littlefield.
- Harry, Kathleen (2015). The Brunei Rebellion of 1962 (PDF) (PhD thesis). Darwin: Charles Darwin University. Diakses tanggal 2025-02-16.
- Hussainmiya, B.A. (2014). "Malcolm MacDonald and Brunei: Diplomacy with intimacy". Journal of Southeast Asian Studies. 45 (3). Cambridge: Cambridge University Press: 393–418. doi:10.1017/S0022463414000344. ISSN 0022-4634. JSTOR 43863102.
- Hussainmiya, B. A.; Asbol Haji Mail (2014). "No Federation Please-We Are Bruneians": Scuttling the Northern Borneo Closer Association Proposals (PDF). Gadong: Institute of Asian Studies.
- Reece, Bob (2009). ""The Little Sultan": Ahmad Tajuddin II of Brunei, Gerard MacBryan, and. Malcolm Macdonald" (PDF). Borneo Research Bulletin. 40. Phillips: Borneo Research Council. ISSN 0006-7806 – via The Free Library.
- Dato Paduka Haji Awang Muhammad bin Abdul Latif (2008). Monograf jurnal generasi : Monograf jurnal generasi Pehin Jawatan Dalam Seri Maharaja Dato Seri Utama Dr. Haji Awang Mohd Jamil Al-Sufri : ensiklopedia bergerak sejarah Brunei satu pengenalan ringkas (dalam bahasa Melayu). Bandar Seri Begawan: Pusat Sejarah Brunei.
- Hussainmiya, B. A. (2003). Shimizu, Akitoshi; Van Bremen, Jan (ed.). "Resuscitating Nationalism : Brunei under the Japanese Military Administration (1941-1945)". Wartime Japanese Anthropology in Asia and the Pacific. Osaka: National Museum of Ethnology: 279. ISBN 978-4-901906-21-0. OCLC 54459736 – via Academia.edu.
- Pehin Orang Kaya Amar Diraja Dato Seri Utama Haji Awang Mohd. Jamil Al-Sufri (2003). Adat Istiadat Diraja Brunei (dalam bahasa Melayu) (Edisi 1st). Bandar Seri Begawan: Jabatan Adat Istiadat Negara. ISBN 978-99917-34-20-0.
- Hussainmiya, B. A. (2000). ""Manufacturing Consensus": The Role of the State Council in Brunei Darussalam". Journal of Southeast Asian Studies. 31 (2). Cambridge: Cambridge University Press: 327 and 334. doi:10.1017/S0022463400017586. Diakses tanggal 2014-09-14 – via Academia.edu.
- Hussainmiya, B. A. (2000). The Brunei Constitution of 1959: An Inside History. Bandar Seri Begawan: Brunei Press. doi:10.35632/ajis.v19i2.1948.
- Kershaw, Roger (1998). "Marginality Then And Now: Shifting Patterns Of Minority Status In Brunei Darussalam". Internationales Asienforum. 29 (1–2). Freiburg: Arnold Bergstraesser Institute: 83–106.
- Gallop, Annabel Teh (1997). "Sultan Abdul Mubin of Brunei: Two literary depictions of his reign" (PDF). Indonesia and the Malay World. 25 (73). Abingdon: Taylor & Francis: 189–220. doi:10.1080/13639819708729900.
- Awang Mohamad Yusop Damit (1995). Brunei Darussalam 1944-1962: Constitutional and Political Development in a Malay-Muslim Sultanate (PDF) (PhD thesis) (dalam bahasa Inggris). London: University of London. Diakses tanggal 2025-02-15.
- Chatatan Sejarah Perwira2 Dan Pembesar2 Brunei (dalam bahasa Melayu). Vol. 2. Compiled by Pehin Orang Kaya Amar Diraja Dato Seri Utama Awang Haji Mohd. Jamil al-Sufri bin Begawan Pehin Udana Khatib Dato Seri Paduka Awang Haji Umar. Bandar Seri Begawan: Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei. 1973. hlm. 157–190. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
- Perpuspaan Ogos 1968 (dalam bahasa Melayu). Brunei Town: Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei. 1968. hlm. 45.
Pranala luar
Media terkait Yusuf Abdul Rahim di Wikimedia Commons
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.






