Pendidikan di Keresidenan Priangan

Pendidikan di Keresidenan Priangan adalah penyelenggaraan pendidikan yang dimulai di Keresidenan Priangan sejak berlakunya politik etis di Hindia Belanda pada akhir abad ke-19 Masehi.[1][2] Pusat pengadaan pendidikan di wilayah Keresidenan Priangan adalah Kota Bandung dengan pembangunan sekolah pendidikan guru, beberapa sekolah dasar untuk pribumi dan beberapa sekolah swasta.[3][4] Selama periode tahun 1931 hingga tahun 1940, puluhan sekolah didirikan oleh Al-Ittihadiyatul Islamiyah di wilayah bagian barat Keresidenan Priangan.[2]

Penyelenggaraan

Pada akhir abad ke-19 M, Kerajaan Belanda memberlakukan politik etis di wilayah jajahannya termasuk dalam bidang pendidikan. Sejak pemberlakuan politik etis, Pemerintah Hindia Belanda mulai menyelenggarakan pendidikan di Hindia Belanda. Tujuan penyelenggaraan pendidikan di Hindia Belanda adalah meningkatkan mutu sumber daya manusia di kalangan pribumi dan mengurangi jumlah penduduk yang buta huruf. Penyelenggaraan pendidikan di Hindia Belanda diawali dengan pendirian berbagai macam jenis sekolah.[1] Pembangunan sekolah dilakukan terutama pada ibu kota keresidenan, ibu kota afdeling, dan ibu kota onderafdeling yang ada di wilayah Hindia Belanda, termasuk di wilayah Keresidenan Bogor.[1][2]

Lembaga pendidikan dan peserta didik

Pusat pengadaan pendidikan di wilayah Keresidenan Priangan adalah Kota Bandung.[3] Sekolah pertama dibangun di bagian utara Kota Bandung pada tahun 1864 yang bernama Hollandsch Inlandsche Kweekschool (HIK) dan berstatus sebagai sebuah sekolah pendidikan guru. HIK dibangun dengan meliputi gedung sekolah, aula, serta rumah dinas untuk kepala sekolah dan guru. Setelah pembangunan HIK, pembangunan sekolah dasar untuk anak-anak pribumi dimulai di bagian utara dari gedung HIK. Setelah itu, berbagai sekolah didirikan di Kota Bandung oleh Pemerintah Hindia Belanda maupun oleh pihak swasta. Salah satu jenis sekolah yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda di Kota Bandung adalah Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) yang merupakan sekolah khusus untuk anak-anak dari pejabat pribumi. Sedangkan sekolah-sekolah swasta yang didirikan di Kota Bandung di antaranya yaitu De Urselinenschool dan Fröbelschool.[4]

Pada awal bulan November 1931, berdiri sebuah organisasi sosial yang berlandaskan keagamaan yaitu Al-Ittihadiyatul Islamiyah. Organisasi ini mengadakan kegiatan dalam bidang pendidikan dan sosial di wilayah Keresidenan Priangan dan Keresidenan Bogor.[2][5] Sejak awal pendiriannya pada tahun 1931 hingga tahun 1940, Al-Ittihadiyatul Islamiyah telah mendirikan dan mengelola sebanyak 69 sekolah yang tersebar di bagian barat wilayah Keresidenan Priangan dan Keresidenan Bogor.[2]

Referensi

  1. ^ a b c Idi, Abdullah (September 2019). Safarina (ed.). Politik Etnisitas Hindia-Belanda: Dilema dalam Pengelolaan Keberagaman Etnis di Indonesia (PDF). Jakarta: Prenadamedia Group. hlm. 68. ISBN 978-623-218-252-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ a b c d e Direktorat Jenderal Kebudayaan (1997). Kongres Nasional Sejarah 1996 Sub Tema Studi Komparatif dan Dinamika Regional II. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. hlm. 120. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ a b Endrayadi, Eko Crys (November 2018). Pendidikan Kolonial di Kota Bandung (PDF). Yogyakarta: LaksBang Pressindo. hlm. 104. ISBN 978-602-5452-23-9. ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ a b Sunjayadi, Achmad (2020). "Melacak Akar Kreativitas di Kota Bandung Masa Kolonial". Paradigma Jurnal Kajian Budaya. 10 (3): 247–248.
  5. ^ Suwandi, Suyartono (Januari 2024). Hidayah di Jawa Barat, Bogor dan Saya. Klaten: Nas Media Pustaka. hlm. 12. ISBN 978-623-155-413-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement