Keresidenan Bogor

Karesidenan Bogor (bahasa Belanda: Residentie Buitenzorg) adalah sebuah divisi administratif (Keresidenan) Hindia Belanda yang terletak di Jawa bagian barat yang berdiri dari tahun 1817 hingga 1867 dan dari tahun 1925 hingga 1942.[1][2] Berkedudukan di Buitenzorg (sekarang Bogor, Indonesia) yang juga merupakan pusat pemerintahan kolonial Hindia setelah tahun 1905.
- Kabupaten Bogor dan Kota Bogor
- Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi (sejak 1931, sebelumnya bernama Keresidenan Priangan bagian barat)
- Kota Depok
- Kabupaten Cianjur (sejak 1931, sebelumnya bernama Keresidenan Priangan bagian barat)
- Sebagian wilayah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang (yang masuk kedalam wilayah Kawedanan Jonggol/District Tjibaroesa)
Dalam administrasi kendaraan bermotor, wilayah Eks-Karesidenan Bogor diberi kode Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dengan pelat F, kecuali Kota Depok, sebagian Kota dan Kabupaten Bekasi yang menggunakan TNKB dengan pelat B serta sebagian Kabupaten Karawang yang menggunakan TNKB dengan pelat T.
Residen
Lihat pula
Catatan
- ^ Paulus, J., ed. (1917). Encyclopaedie van Nederlandsch-Indië - Eerste Deel A–G (dalam bahasa Belanda). 's-Gravenhage: Nijhoff. hlm. 419–20.
- ^ Cribb, R. B. (2000). Historical atlas of Indonesia. Honolulu: University of Hawai'i Press. hlm. 123–6. ISBN 0-8248-2111-4.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


