Keresidenan Bogor

Rumah Asisten Residen di Buitenzorg, tahun 1880-an

Karesidenan Bogor (bahasa Belanda: Residentie Buitenzorg) adalah sebuah divisi administratif (Keresidenan) Hindia Belanda yang terletak di Jawa bagian barat yang berdiri dari tahun 1817 hingga 1867 dan dari tahun 1925 hingga 1942.[1][2] Berkedudukan di Buitenzorg (sekarang Bogor, Indonesia) yang juga merupakan pusat pemerintahan kolonial Hindia setelah tahun 1905.

  1. Kabupaten Bogor dan Kota Bogor
  2. Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi (sejak 1931, sebelumnya bernama Keresidenan Priangan bagian barat)
  3. Kota Depok
  4. Kabupaten Cianjur (sejak 1931, sebelumnya bernama Keresidenan Priangan bagian barat)
  5. Sebagian wilayah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang (yang masuk kedalam wilayah Kawedanan Jonggol/District Tjibaroesa)

Dalam administrasi kendaraan bermotor, wilayah Eks-Karesidenan Bogor diberi kode Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dengan pelat F, kecuali Kota Depok, sebagian Kota dan Kabupaten Bekasi yang menggunakan TNKB dengan pelat B serta sebagian Kabupaten Karawang yang menggunakan TNKB dengan pelat T.

Residen

Lihat pula

Catatan

  1. ^ Paulus, J., ed. (1917). Encyclopaedie van Nederlandsch-Indië - Eerste Deel A–G (dalam bahasa Belanda). 's-Gravenhage: Nijhoff. hlm. 419–20.
  2. ^ Cribb, R. B. (2000). Historical atlas of Indonesia. Honolulu: University of Hawai'i Press. hlm. 123–6. ISBN 0-8248-2111-4.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement