Pendidikan di Keresidenan Bogor
Pendidikan di Keresidenan Bogor adalah penyelenggaraan pendidikan yang dimulai di Keresidenan Bogor sejak berlakunya politik etis di Hindia Belanda pada akhir abad ke-19 Masehi.[1][2] Sejak tahun 1914, Pemerintah Hindia Belanda mulai mendirikan lembaga pendidikan dasar berupa Sekolah Bumiputera-Belanda dengan masa belajar selama 7 tahun.[2] Pada tahun 1917, Pemerintah Hindia Belanda telah mendirikan sekolah umum untuk pendidikan menengah bernama Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di wilayah Keresidenan Bogor sebagai sekolah lanjutan bagi lulusan Sekolah Bumiputera-Belanda.[2] Selain itu, sejak tahun 1931 hingga tahun 1940 terdapat puluhan sekolah yang didirikan oleh Al-Ittihadiyatul Islamiyah di wilayah Keresidenan Bogor.[3]
Penyelenggaraan
Pada akhir abad ke-19 M, Kerajaan Belanda memberlakukan politik etis di wilayah jajahannya termasuk dalam bidang pendidikan. Sejak pemberlakuan politik etis, Pemerintah Hindia Belanda mulai menyelenggarakan pendidikan di Hindia Belanda. Tujuan penyelenggaraan pendidikan di Hindia Belanda adalah meningkatkan mutu sumber daya manusia di kalangan pribumi dan mengurangi jumlah penduduk yang buta huruf. Penyelenggaraan pendidikan di Hindia Belanda diawali dengan pendirian berbagai macam jenis sekolah.[1] Pembangunan sekolah dilakukan terutama pada ibu kota keresidenan, ibu kota afdeling, dan ibu kota onderafdeling yang ada di wilayah Hindia Belanda, termasuk di wilayah Keresidenan Bogor.[1][2]
Lembaga pendidikan
Pemerintah Hindia Belanda mulai mendirikan lembaga pendidikan dasar berupa Sekolah Bumiputera-Belanda di Keresidenan Bogor sejak tahun 1914. Masa belajar peserta didik di Sekolah Bumiputera-Belanda adalah selama 7 tahun. Pada tahun 1917, Pemerintah Hindia Belanda telah mendirikan sekolah umum untuk pendidikan menengah bernama Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) yang salah satunya berlokasi di Kota Bogor. Para lulusan dari Sekolah Bumiputera-Belanda dapat melanjutkan pendidikan di MULO.[2]
Pada awal bulan November 1931, berdiri sebuah organisasi sosial yang berlandaskan keagamaan yaitu Al-Ittihadiyatul Islamiyah. Organisasi ini mengadakan kegiatan dalam bidang pendidikan dan sosial di wilayah Keresidenan Bogor dan Keresidenan Priangan.[3][4] Sejak awal pendiriannya pada tahun 1931 hingga tahun 1940, Al-Ittihadiyatul Islamiyah telah mendirikan dan mengelola sebanyak 69 sekolah yang tersebar di Keresidenan Bogor dan bagian barat wilayah Keresidenan Priangan.[3]
Referensi
- ^ a b c Idi, Abdullah (September 2019). Safarina (ed.). Politik Etnisitas Hindia-Belanda: Dilema dalam Pengelolaan Keberagaman Etnis di Indonesia (PDF). Jakarta: Prenadamedia Group. hlm. 68. ISBN 978-623-218-252-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b c d e Makmur, D., dkk. (1993). Sejarah Pendidikan di Indonesia Zaman Penjajahan (PDF). Jakarta: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional. hlm. 80. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b c Direktorat Jenderal Kebudayaan (1997). Kongres Nasional Sejarah 1996 Sub Tema Studi Komparatif dan Dinamika Regional II. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. hlm. 120. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Suwandi, Suyartono (Januari 2024). Hidayah di Jawa Barat, Bogor dan Saya. Klaten: Nas Media Pustaka. hlm. 12. ISBN 978-623-155-413-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


