Pembersihan (politik)

Dalam studi sejarah, agama, dan khususnya ilmu politik, pembersihan (bahasa Inggris: purge) adalah tindakan untuk menyingkirkan atau mengeksekusi orang-orang yang dianggap tidak diinginkan oleh pemerintah, orang-lain, pemimpin, atau masyarakat secara keseluruhan. Pembersihan dapat dilakukan tanpa kekerasan (seperti pencopotan jabatan) maupun dengan kekerasan (seperti pemenjaraan, pengasingan, atau pembunuhan terhadap orang yang dibersihkan.[1]
Istilah "purge" pada awalnya digunakan untuk menyebut praktik medis untuk membersihkan saluran pencernaan dari zat-zat berbahaya menggunakan laksatif. Istilah ini baru muncul sebagai istilah politis pada saat Perang Saudara Inggris, ketika upaya penyingkiran anggota parlemen yang mendukung Raja Charles I oleh Kolonel Thomas Pride dikenal sebagai "Pembersihan Pride" (bahasa Inggris: Pride's Purge).[2] Upaya pembersihan ini juga umumnya diterapkan pada berbagai rezim yang dipimpin oleh otokrat untuk menyingkirkan lawan politiknya, seperti pada saat Pembersihan Besar-besaran oleh Joseph Stalin dan Malam Pisau Panjang oleh Adolf Hitler.
Lihat pula
- Genosida
- Pembunuhan di luar hukum
- Represi politik
- Perang Kotor, melibatkan pembersihan elemen sosialis di Argentina selama junta militer
- Pembersihan Partai Ba'ath 1979
Referensi
- ^ Goldring, Edward; Matthews, Austin S. (2022). "To Purge or Not to Purge? An Individual-Level Quantitative Analysis of Elite Purges in Dictatorships". British Journal of Political Science. 53 (2): 575–593. doi:10.1017/S0007123421000569. Diakses tanggal 15 Juni 2025.
- ^ Underdown, David (1985). Pride's Purge:Politics in the Puritan Revolution. ISBN 0-04-822045-0.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


