Paradactylodon persicus
| Paradactylodon persicus | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Amphibia |
| Ordo: | Urodela |
| Famili: | Hynobiidae |
| Genus: | Paradactylodon |
| Spesies: | P. persicus
|
| Nama binomial | |
| Paradactylodon persicus (Eiselt & Steiner, 1970)
| |
| Sinonim[2] | |
| |
Paradactylodon persicus atau dikenal juga sebagai salamander sungai persia adalah spesies amfibi dari kelompok salamander dalam famili Hynobiidae yang hidup secara endemik di Iran dan kemungkinan juga ditemukan di Azerbaijan.[3][4]
Deskripsi
Individu dewasa memiliki empat jari pada tangan dan kaki, tubuh berwarna gelap dengan bintik kuning yang tersebar, serta kepala berbentuk persegi panjang dan ekor bulat yang umumnya lebih panjang daripada bagian tubuh lainnya. Larvanya memiliki kepala besar berbentuk segitiga tumpul, ekor pendek menyerupai sirip yang lebih pendek dari tubuhnya, serta berwarna kuning pucat tanpa pola bintik yang jelas. Ketika memasuki tahap remaja, kulitnya mulai menggelap, bintik kuning mulai muncul, kepala berubah menjadi lebih persegi panjang, dan ekornya memanjang serta menjadi lebih membulat. Ukuran larva dan remaja berkisar antara 4–10 cm, sedangkan salamander dewasa biasanya berukuran 15–20 cm, dengan spesimen terpanjang mencapai 26,85 cm. Larva memiliki insang luar yang sesuai dengan kehidupan akuatik, sementara pada tahap dewasa insang tersebut digantikan oleh paru-paru.[5]
Persebaran
Populasi spesies ini yang diketahui hanya terdapat di hutan hujan beriklim sedang di sepanjang bagian barat daya Laut Kaspia di Iran. Diperkirakan spesies ini juga hidup di beberapa wilayah Azerbaijan, tempat hutan hujan beriklim sedang yang sesuai dengan habitatnya menjangkau ke utara, meskipun belum ada pengamatan yang dikonfirmasi. Habitat asli salamander ini seluas sekitar 2.000 km², hampir sepenuhnya terbatas pada sungai, formasi karst pedalaman, dan gua karena kebutuhan hidupnya yang bersifat akuatik.[3][4]
Perilaku
Individu dewasa yang hidup di gua dan daerah karst tetap aktif sepanjang tahun, sementara dewasa di wilayah lain cenderung bersembunyi di liang pada siang hari dan diperkirakan lebih aktif pada malam hari. Spesies ini biasanya berkembang biak di perairan mengalir dibandingkan perairan tergenang, dengan larva tipe sungai yang sering ditemukan di area berbatu dari sungai deras, sehingga mereka memiliki banyak tempat perlindungan dari pemangsa. Salamander ini bersifat karnivora sepanjang seluruh tahap kehidupannya, memakan artropoda dan hewan kecil lain yang hidup di habitat yang sama. Selain itu, analisis pada spesimen dewasa yang tinggal di gua menunjukkan adanya sisa-sisa kelelawar, terutama Myotis blythii di perutnya, menjadikannya satu-satunya salamander yang diketahui memangsa mamalia bersayap kecil. Spesies ini juga diketahui bersikap kanibal, karena larva dari jenis yang sama pernah ditemukan di perut individu dewasa maupun remaja.[5]
Referensi
- ^ [1]. 2008 IUCN Red List of Threatened Species. Diunduh tanggal 28 November 2025.
- ^ Frost, Darrel R. (2019). "Paradactylodon persicus". Amphibian Species of the World: an Online Reference. Version 6.0. American Museum of Natural History, New York, USA. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ^ a b IUCN (2008-12-14). "Iranodon persicus: Papenfuss, T., Anderson, S., Kuzmin, S., Rastegar-Pouyani, N., Nilson, G. & Sharifi, M.: The IUCN Red List of Threatened Species 2009: e.T2665A86081638" (dalam bahasa Inggris). doi:10.2305/iucn.uk.2009.rlts.t2665a9465867.en.
- ^ a b "AmphibiaWeb - Paradactylodon persicus". amphibiaweb.org. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ^ a b Kami, Haji Gholi. "The biology of the Persian Mountain Salamander, Batrachuperus persicus (Amphibia, Caudata, Hynobidae) in Golestan Province, Iran." Asiatic Herpetological Research 10 (2004): 182-190.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


