Pantenan, Panceng, Gresik

Pantenan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenGresik
KecamatanPanceng
Kode pos
61156
Kode Kemendagri35.25.03.2001 Suntingan nilai di Wikidata
Luas3,57 km²
Jumlah penduduk2.923 jiwa
Kepadatan819 jiwa/km²
Peta
PetaKoordinat: 6°55′2″S 112°25′45″E / 6.91722°S 112.42917°E / -6.91722; 112.42917

Pantenan adalah sebuah desa di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, provinsi Jawa Timur. Desa ini mempunyai kode bernomor 352503001.[1][2]

Berdasarkan data Kecamatan Panceng dalam Angka 2025[3], Desa Pantenan memiliki jumlah penduduk laki-laki : 1.477 jiwa, dan jumlah penduduk perempuan : 1.446 jiwa.


Sejarah desa Pantenan

Alkisah desa pantenan, dahulu kala desa pantenan terletak di sebelah barat desa. Desa pantenan yang sekarang ini berdekatan dengan ds. Bluri Kec. Paciran Kab. Lamongan. Terbukti hingga sekarang masih ada peninggalan berupa sendang, yang disebut warga sekitar sendang desa pantenan. Disebelah barat jalan sendang ada tanah kosong seperti pundang yang katanya bekas masjid.[butuh rujukan]

Pada waktu dulu di pantenan dipimpin oleh seseorang yang dinamakan penggedi pantenan, beliau hendak menyunting putri kabunan yang terletak di desa sidokilar atau klayar Kec. Paciran Kab. Lamongan. Namun, sialnya beliau belum tercapai, dia terkena panah musuh hingga tewas dan dikubur di desa klayar. Beliau mempunyai kendaraan berupa kuda sembrani, Adapun senjatanya berupa tumbak dan dimakamkan, hingga sekarang disebut makam kamdowo. Sepatunya juga dikubur hingga sekarang disebut makam pendek (kamdig).

Setelah pimpinan desa meninggal, penduduk desa pantenan sering sekali mungsakan dengan masyarakat desa bluri. Karena sering kalinya tawuran sehingga masyarakat desa pantenan menjadi resah.

Pada kala itu ada salah satu penduduk desa pantenan berjalan-jalan ke sebelah timur desa. Dia menengok ada burung kuntul hinggap di pohon beringin yang begitu besar.

Rasa penasaran mulai muncul dikepala orang tersebut, akhirnya burung itu didekatinya. Setelah didekatinya orang itu melihat di bawah pohon beringin ada sumur besar dengan sumber yang deras sehingga orang itu memberi nama sumur gede. Melihat sumur itu orang tersebut mau meminumnya.

Lalu berpikirlah bagaimana caranya saya bisa menggambil air ini?, ujar orang itu. Lalu orang itu menggambil kayu dan dibuatlah senggotan. Daripada masyarakat desa pantenan hidup disana (desa yang dulu) tidak tentram alangkah baiknya diajak pindah kesini saja toh ya udah ada sumurnya yang sudah aku beri nama desa senggot, pikir orang tersebut. Lalu pulanglah orang itu, terus memberi tau kepada masyarakat desa pantenan, bahwa disana ada sumur besar dengan sumber yang deras dan sudah saya beri senggotan, ujar orang itu. Kemudian orang tersebut mengajak pindah ke desa senggot. Lalu semua masyarakat menyetujui tawarannya. Masyarakat berbondong-bondong pindah ke desa itu.

Referensi

  1. ^ "Sirusa BPS" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2010-10-10. Diakses tanggal 2010-12-25.
  2. ^ "Indonesia Maju: Kode Desa". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-07-06. Diakses tanggal 2010-12-25.
  3. ^ "Kecamatan Panceng dalam Angka 2025". BPS Kab. Gresik. Diakses tanggal 2025-12-07.



Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement