Pan Am Penerbangan 812

Pan Am Penerbangan 812
N446PA, pesawat yang terlibat dalam kecelakaan, beberapa hari sebelum kecelakaan
Ringkasan accident
Tanggal22 April 1974
RingkasanPenerbangan terkendali ke daratan, kegagalan instrumen, kelalaian pilot
LokasiGunung Mesehe, Buleleng, 425 nmi (489 mi; 787 km) barat laut Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Indonesia
8°23′28″S 114°55′44″E / 8.391°S 114.929°E / -8.391; 114.929
Orang dalam pesawat107
Penumpang96
Awak11
Tewas107
Selamat0
Jenis pesawatBoeing 707-321B
Nama pesawatClipper Climax
OperatorPan American World Airways
RegistrasiN446PA
AsalBandar Udara Kai Tak, Hong Kong Britania Raya
Perhentian ke-1Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Indonesia
Perhentian ke-2Bandar Udara Sydney, Australia
Perhentian ke-3Bandar Udara Internasional Nadi, Fiji
Perhentian terakhirBandar Udara Internasional Honolulu, Amerika Serikat
TujuanBandar Udara Internasional Los Angeles, Amerika Serikat

Penerbangan Pan Am 812 (PA812), dioperasikan oleh Pan Am Boeing 707-321B dengan nomor registrasi N446PA dan diberi nama Clipper Climax, adalah penerbangan internasional terjadwal dari Hong Kong ke Los Angeles, California, dengan pemberhentian di Denpasar, Sydney, Nadi, dan Honolulu. Pada tanggal 22 April 1974, pesawat ini jatuh di medan pegunungan yang terjal saat bersiap untuk pendekatan landasan pacu 09 ke Denpasar setelah penerbangan selama 4 jam 20 menit dari Hong Kong. Seluruh 107 orang di dalamnya tewas. Lokasi kecelakaan sekitar 42,5 mil laut (48,9 mi; 78,7 km) barat laut dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.[1] Hingga kecelakaan C-130 Angkatan Udara Indonesia 1991, kecelakaan ini merupakan kecelakaan penerbangan paling mematikan yang terjadi di tanah Indonesia.[2]

Investigasi dan penentuan sebab kecelakaan

Penelitian terhadap letak bangkai pesawat dan pemeriksaan tempat kejadian menunjukkan bahwa pesawat tidak mengalami kegagalan struktur sebelum jatuh. Ditetapkan bahwa keputusan belok kanan ke 263 derajat lebih cepat, yang didasarkan pada sinyal yang diberikan oleh salah satu Radio Direction Finder sementara yang lainnya masih berjaga, adalah penyebab kecelakaan yang paling besar kemungkinannya.

Kebangsaan korban

Terdapat 96 penumpang dari 9 negara di dalam pesawat. 70 penumpang menuju Bali. 24 penumpang menuju Sydney. 2 penumpang menuju Nadi. Pan Am melaporkan bahwa sekitar tujuh puluh penumpang adalah wisatawan yang akan berlibur di Bali.

Kebangsaan penumpang Penerbangan 812[3][4][5]
Kebangsaan Penumpang Awak Total
Amerika Serikat 17 9 26
Swedia 0 1 1
Denmark 0 1 1
Jepang 29 0 29
Indonesia 18 0 18
Australia 16 0 16
Jerman Barat 4 0 4
Kanada 3 0 3
India 6 0 6
Filipina 2 0 2
Taiwan (Republik Tiongkok) 1 0 1
Total 96 11 107

Beberapa plakat peringatan dapat ditemukan untuk kecelakaan ini di Jl. Padang Galak, di sebelah Pura Pantai, Kesiman, Denpasar Timur, Indonesia.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Yeung, Kenneth (2018-10-10). "Indonesia's 10 Worst Air Disasters". Indonesia Expat. Diakses tanggal 2021-01-07.
  2. ^ Deskripsi kecelakaan untuk N446PA di Aviation Safety Network
  3. ^ "Toledo Blade – Google News Archive Search". google.com.[pranala nonaktif permanen]
  4. ^ news.google.com[pranala nonaktif permanen]
  5. ^ "Jet crash on Bali claims 107 aboard". The Bryan Times. 1974-04-23.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement