Opini publik tentang perubahan iklim

Opini publik tentang perubahan iklim merupakan pendapat orang-orang mengenai perubahan iklim yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sosiodemografis, politik, budaya, ekonomi, dan lingkungan[1] serta liputan media[2] dan interaksi dengan berbagai berita dan media sosial.[3] Kesadaran publik tentang perubahan iklim meningkat pada 1980-an hingga awal 1990-an, diikuti oleh pandangan beragam pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Perhatian terhadap isu perubahan iklim kemudian menurun dan skeptisisme meningkat pada pertengahan hingga akhir 2000-an, lalu kembali stabil pada 2010-2014.[4]
Survei terbaru
Survei Badan Program Pembangunan PBB 2024
Berdasarkan Peoples' Climate Vote 2024 yang diadakan oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) yang diklaim sebagai survei opini publik terbesar di dunia mengenai perubahan iklim, masyarakat global semakin merasakan dampak perubahan iklim yang mengganggu kehidupan mereka. Survei yang mewakili 87% populasi dunia menunjukkan bahwa 56% orang memikirkan isu ini setiap hari atau mingguan, dengan 53% merasa lebih khawatir dibandingkan tahun sebelumnya, kemungkinan karena meningkatnya pengalaman atau informasi tentang dampak perubahan iklim. Sebanyak 43% responden melaporkan bahwa cuaca ekstrem memburuk dibandingkan tahun lalu, dan 78% mendesak adanya perlindungan lebih besar bagi mereka yang rentan terhadap peristiwa cuaca ekstrem.[5]
Proyek 89%
Pada Februari 2024, survei global menunjukkan bahwa 89% orang di dunia menginginkan lebih banyak tindakan untuk mengatasi perubahan iklim, dan 69% bersedia menyumbang 1% pendapatan mereka untuk tujuan ini. Namun, ketika ditanya berapa banyak orang yang mendukung aksi iklim, jawaban rata-rata jauh lebih rendah dari kenyataan. Penelitian lain juga mengungkapkan bahwa mayoritas mendukung aksi iklim, termasuk distribusi ulang kekayaan dari orang kaya ke orang miskin melalui perdagangan emisi karbon. Pada April 2025, The Guardian melaporkan "Proyek 89%", menyoroti mayoritas bisu yang mendukung upaya perubahan iklim.[6]
Konteks Indonesia
Dalam sebuah studi yang mempelajari efek media sosial mengenai kesadaran generasi Z di Indonesia mengenai perubahan iklim, dikatakan bahwa kesadaran generasi tersebut mengenai isu perubahan iklim masih rendah meskipun mereka vokal di media sosial. Para siswa dan santri aktif berdemonstrasi untuk meningkatkan kesadaran iklim dan menuntut partisipasi orang dewasa mengenai isu tersebut. Banyaknya waktu yang dihabiskan generasi Z di Indonesia untuk media sosial, sekitar 4-6 jam per hari, tidak berbanding lurus dengan dampak peningkatan kesadaran mengenai perubahan iklim.[7] Namun, berdasarkan survei yang dilakukan oleh UNDP pada tahun 2024, sekitar 60% masyarakat Indonesia mengatakan bahwa mereka khawatir terhadap perubahan iklim dan 86% masyarakat Indonesia menginginkan pemerintah mengambil tindakan yang lebih kuat untuk mengatasi krisis iklim.[8]
Referensi
- ^ Shwom, Rachael L.; McCright, Aaron M.; Brechin, Steven R.; Dunlap, Riley E.; Marquart-Pyatt, Sandra T.; Hamilton, Lawrence C. (2015-10-01). Dunlap, Riley E.; Brulle, Robert J. (ed.). Public Opinion on Climate Change. Oxford University Press. hlm. 269–299. doi:10.1093/acprof:oso/9780199356102.003.0009. ISBN 978-0-19-935610-2.
- ^ Wonneberger, Anke; Meijers, Marijn H. C.; Schuck, Andreas R. T. (2020-02). "Shifting public engagement: How media coverage of climate change conferences affects climate change audience segments". Public Understanding of Science (Bristol, England). 29 (2): 176–193. doi:10.1177/0963662519886474. ISSN 1361-6609. PMC 7323770. PMID 31709905.
- ^ "The Role of Social Media in Shaping Public Opinion on Environmental Issues - Premier Science". premierscience.com (dalam bahasa American English). 2024-09-02. Diakses tanggal 2025-09-28.
- ^ Capstick, Stuart; Whitmarsh, Lorraine; Poortinga, Wouter; Pidgeon, Nick; Upham, Paul (2015). "International trends in public perceptions of climate change over the past quarter century". WIREs Climate Change (dalam bahasa Inggris). 6 (1): 35–61. doi:10.1002/wcc.321. ISSN 1757-7799.
- ^ United Nations Development Programme (2024-06-20). "The world's largest survey on climate change is out – here's what the results show". UNDP Climate Promise (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-28.
- ^ Carrington, Damian (2025-04-22). "'Spiral of silence': climate action is very popular, so why don't people realise it?". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-09-28.
- ^ Calista, Yasmine; Yenni, Siswantini (2023). "The Impact of Social Media on Climate Change Perceptions: A Case Study of Indonesian Gen-Z". E3S Web of Conferences (dalam bahasa Inggris). 426: 01052. doi:10.1051/e3sconf/202342601052. ISSN 2267-1242.
- ^ United Nations Development Programme (21 Juni 2024). "UNDP Survey: 86 Percent Indonesians Want Stronger Climate Action by the Government". UNDP Indonesia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-28.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


