Antipelestarian lingkungan hidup

Dorothy Thierolf, pengusaha Ocean Beach, memimpin protes pada 12 Agustus 1972 untuk membuka kembali pantai terdekat bagi lalu lintas mobil yang sempat ditutup guna melindungi habitat kerang. Ia memimpin demonstrasi untuk menentang penutupan pantai tersebut.

Antipelestarian lingkungan hidup atau Antienvironmentalisme adalah gagasan filosofi yang menentang ide pelestarian lingkungan hidup.[1] Antipelestarian lingkungan hidup juga diartikan sebagai filosofi yang mengutamakan kebutuhan ekonomi dan gaya hidup manusia yang mendesak di atas kepedulian terhadap perlindungan lingkungan serta kesejahteraan spesies lain,[2] dan bahkan menolak perubahan iklim, pelestarian keanekaragaman hayati, dan upaya untuk mempertahankan aset alam.[3]

Sejarah

Istilah antienviromentalisme dalam bahasa Inggris muncul pertama kali pada tahun 1971.[1] Namun, keberadaan kritikus yang mengkritik pelestarian lingkungan hidup muncul pada era 1960-an. Pada 1960-an dan 1970-an, pendukung pelestarian lingkungan, dipengaruhi neo-Malthusianisme, khawatir tentang kelangkaan sumber daya dan eksploitasi berlebihan yang mengancam kesejahteraan manusia dan planet. Ide ini dikritik oleh ekonom neoklasik karena mengabaikan inovasi teknologi, serta oleh kritikus dari Laporan Batas Pertumbuhan milik Club of Rome, yang dianggap kurang mempertimbangkan keputusan manusia. Pemikir kiri seperti Murray Bookchin menyalahkan masalah lingkungan pada faktor politik-sosial, sementara kritikus Marxis menyebut ide lingkungan bersifat rasis dan elitis. Pada 1980-an, gerakan lingkungan menjadi kekuatan sosial-politik di negara Barat, mendorong undang-undang dan inisiatif internasional, meskipun menghadapi oposisi terhadap visi apokaliptik dan gerakan tandingan yang terorganisir.[4]

Afiliasi politik

Di negara tertentu, seperti Amerika Serikat, sikap terhadap isu lingkungan sangat dipengaruhi oleh dinamika politik. Partai Republik, terutama sejak era Reagan, memiliki kecenderungan terhadap antipelestarian lingkungan hidup, dengan puncaknya pada masa pemerintahan George W. Bush dan Donald Trump yang secara aktif mencabut regulasi lingkungan. Sebaliknya, presiden dari Partai Demokrat seperti Obama dan Biden lebih mendukung kebijakan pro-lingkungan, termasuk inisiatif hijau, upaya mitigasi perubahan iklim, dan kerja sama internasional. Pergantian kekuasaan ini menciptakan reaksi timbal balik karena kebijakan antipelestarian lingkungan hidup memicu munculnya gerakan pelestarian lingkungan hidup di tingkat akar rumput, sedangkan kebijakan pro-lingkungan memicu perlawanan dari kelompok konservatif dan industri yang terdampak dari kebijakan tersebut.[2]

Referensi

  1. ^ a b The Editors of Merriam-Webster Dictionary. "Anti-environmentalism". Merriam-Webster Dictionary (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-27.
  2. ^ a b Hallows, Wendy Halpin (2024). "Antienvironmentalism". EBSCO Research (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-27.
  3. ^ Greenfield, Dr Emily (2025-06-06). "The Rise Of Anti-Environmentalism: A Movement Fueled By Contradictions And Weak Foundations". Sigma Earth (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-27.
  4. ^ White, Damian Finbar; Rudy, Alan P.; Wilbert, Chris (2007). "Anti-Environmentalism: Prometheans, Contrarians and Beyond". The SAGE Handbook of Environment and Society. SAGE Publications Ltd. hlm. 124–141. doi:10.4135/9781848607873.n8. ISBN 978-1-4129-1843-5.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement