Noh Alam Shah
|
Shah bersama Arema Indonesia pada 2011 | |||||||||||||||||||
| Informasi pribadi | |||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Nama lengkap | Mohd. Noh Alam Shah bin Kamarezaman | ||||||||||||||||||
| Tanggal lahir | 3 September 1980 | ||||||||||||||||||
| Tempat lahir | Singapura, Singapura | ||||||||||||||||||
| Tinggi | 1,78 m (5 ft 10 in) | ||||||||||||||||||
| Posisi bermain | Penyerang | ||||||||||||||||||
| Informasi klub | |||||||||||||||||||
| Klub saat ini | Tanjong Pagar United (pelatih kepala) | ||||||||||||||||||
| Karier junior | |||||||||||||||||||
| 1997–1998 | Sembawang Rangers | ||||||||||||||||||
| Karier senior* | |||||||||||||||||||
| Tahun | Tim | Tampil | (Gol) | ||||||||||||||||
| 1998–2002 | Sembawang Rangers | 14 | (3) | ||||||||||||||||
| 2001 | Singapore Armed Forces | 9 | (0) | ||||||||||||||||
| 2001–2002 | Sembawang Rangers | 47 | (29) | ||||||||||||||||
| 2003–2009 | Tampines Rovers | 148 | (105) | ||||||||||||||||
| 2007–2008 | → PDRM (pinjaman) | 28 | (12) | ||||||||||||||||
| 2009–2012 | Arema Indonesia | 49 | (22) | ||||||||||||||||
| 2012 | Persib Bandung | 14 | (4) | ||||||||||||||||
| 2012 | Tampines Rovers | 9 | (0) | ||||||||||||||||
| 2013 | PSS Sleman | 11 | (2) | ||||||||||||||||
| 2014–2015 | Tampines Rovers | 37 | (7) | ||||||||||||||||
| Total | 366 | (184) | |||||||||||||||||
| Tim nasional | |||||||||||||||||||
| 1999–2010 | Singapura | 86 | (36) | ||||||||||||||||
| Kepelatihan | |||||||||||||||||||
| 2018 | Singapura (asisten) | ||||||||||||||||||
| 2019–2020 | Singapura U-23 (asisten) | ||||||||||||||||||
| 2024 | Tokyo Verdy (trainee) | ||||||||||||||||||
| 2024–2025 | Tanjong Pagar United (interim) | ||||||||||||||||||
| 2025– | Tanjong Pagar United | ||||||||||||||||||
Prestasi
| |||||||||||||||||||
| * Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik | |||||||||||||||||||
Mohd. Noh Alam Shah bin Kamarezaman (lahir 3 September 1980), atau biasa dikenal sebagai Noh Alam Shah atau Along,[1] adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola profesional asal Singapura, yang sekarang menjadi pelatih kepala dari klub Liga Utama Singapura, Tanjong Pagar United. Pernah dianggap sebagai salah satu penyerang terbaik di Asia Tenggara, Alam Shah merupakan anggota tim nasional Singapura saat menjuarai Kejuaraan AFF edisi 2004 dan 2007. Di level klub, ia bermain untuk Tampines Rovers yang berhasil memenangkan S.League Singapura pada tahun 2004 dan 2005.
Alam Shah juga dikenal karena temperamennya yang mudah meledak, yang beberapa kali membuatnya bermasalah. Salah satu insiden kekerasan terjadi ketika ia membuat pemain lawan pingsan saat membela Tampines Rovers di final Piala Singapura 2007, yang membuatnya dijatuhi larangan bermain selama 12 bulan di level klub. Hukuman tersebut kemudian dikurangi menjadi 7 bulan setelah banding.
Alam Shah pensiun dari sepak bola pada tahun 2015 dan sempat menjadi asisten pelatih tim nasional Singapura dari 2018 hingga 2020, sebelum kemudian melatih Tanjong Pagar United pada tahun 2024.
Alam Shah memiliki lisensi kepelatihan AFC ‘A’ Diploma.
Karier klub
Awal karier
Sebelum terjun ke sepak bola Alam Shah pernah tercatat sebagai pemain tim nasional sepak takraw U-12 Singapura berposisi sebagai tekong (server). Pada usia 14 tahun, dia memutuskan berhenti bermain sepak takraw untuk mencoba bermain sepak bola hingga akhirnya ada pemandu bakat yang tertarik dan memasukan namanya di tim, saat usianya 16 tahun.[2][3] Pada tahun 1997, Alam Shah bergabung dengan Sembawang Rovers, lalu hijrah ke Singapore Armed Force FC (SAFFC) kemudian kembali lagi ke tim semula.
Tampines Rovers
Pada tahun 2003, Alam Shah bergabung dengan Tampines Rovers dan membantu klub memenangkan gelar S.League pada tahun 2004 dan 2005.
Performa impresifnya membuatnya mendapatkan kesempatan trial dengan Notts County di Inggris dan Skonto Riga di Latvia.[4] Namun, kedua kesempatan tersebut tidak berujung kontrak karena masalah izin kerja dan kendala bahasa.
Pada tahun 2007, Alam Shah yang mencetak gol dalam pertandingan melawan Liaoning Guangyuan menjadi pemain pertama Tampines yang mencetak 100 gol untuk klub, dengan rincian 88 gol liga dan 12 gol di kompetisi domestik.
Di final Piala Singapura 2007 antara Tampines Rovers dan SAFFC, Alam Shah mendapat kartu merah di menit akhir setelah insiden dengan rekan senegaranya, Daniel Bennett. Dia menendang kepala Bennett hingga membuatnya pingsan dan harus dibawa ke rumah sakit. Tampines kalah 4–3, dan akibat insiden tersebut, Asosiasi Sepak Bola Singapura (FAS) menjatuhkan hukuman larangan bermain selama 12 bulan serta denda sebesar S$2.000.[5]
PDRM
Awalnya, diperkirakan bahwa larangan tersebut tidak akan menghalangi Alam Shah untuk bermain di level klub di luar Singapura, dan dia mengatur untuk bergabung dengan PDRM di Liga Super Malaysia untuk musim 2007. Namun, pada Januari 2008, Persatuan Sepak Bola Malaysia mengkonfirmasi bahwa berdasarkan aturan FIFA, asosiasi anggota diharuskan untuk menghormati larangan domestik yang dikenakan oleh asosiasi lain, dan oleh karena itu Alam Shah tidak akan memenuhi syarat untuk bermain sepak bola level klub di Malaysia sampai larangannya selesai. [6]
Pada 29 April 2008, Alam Shah berhasil mengajukan banding untuk mengurangi hukuman larangannya dari 12 bulan menjadi 7 bulan oleh Komite Disiplin FAS. Meskipun hukumannya hampir dikurangi setengahnya, dia masih absen dalam tiga pertandingan tersisa dari kampanye Singapura di kualifikasi Piala Dunia FIFA 2010.[7]
Alam Shah bergabung dengan PDRM FA dengan status pinjaman setelah menyelesaikan masa larangannya pada Juni 2008.
Kembali ke Tampines Rovers
Alam Shah kembali ke Tampines Rovers pada Agustus 2008. Dia mencetak gol pertamanya pasca-hukuman pada 11 September 2008, dalam pertandingan melawan Balestier Khalsa.
Alam Shah mengakhiri periode ini dengan mencetak hattrick Sengkang Punggol, termasuk tendangan keras dari jarak dua puluh lima yard yang spektakuler.
Arema
Pada 2009, Alam Shah pindah ke klub Indonesia, Arema, karena menurunnya motivasi akibat sepinya penonton di S.League dan persyaratan FAS yang mengharuskan lulus tes kebugaran sebelum diizinkan bermain dalam pertandingan.[8] Salah satu alasan lainnya adalah karena Alam Shah merasa diperlakukan tidak adil oleh wasit.[9]
Pada 11 Mei 2010, Alam Shah diusir dari lapangan setelah insiden di lapangan dengan bek Persela Lamongan, F.X. Yanuar Wahyu. Pada menit ke-70, setelah berduel dengan Yanuar, Alam Shah ingin meraih tangan Yanuar. Yanuar kemudian bereaksi dengan berputar dan menjatuhkan Alam Shah. Kedua pemain tersebut akhirnya diusir keluar lapangan oleh wasit.[10] Saat meninggalkan lapangan, Alam Shah menerjang para pemain Persela dan harus ditahan oleh rekan satu tim dan petugas keamanan. Arema memenangkan pertandingan dengan skor 2–1 dan Alam Shah kemudian dijatuhi hukuman bermain satu pertandingan.[11]
Pada 2 Maret 2011, Alam Shah mencetak gol penalti untuk Arema melawan raksasa J1 League, Cerezo Osaka, dalam pertandingan fase grup Liga Champions AFC 2011.[12] Gol itu menjadikannya pemain Singapura pertama yang mencetak gol dalam kompetisi tersebut untuk klub non-Singapura.[13]
Pada 15 Juni 2011, Alam Shah tersinggung oleh pernyataan pelatih kepala, Miroslav Janů, dalam sebuah wawancara televisi sebelum pertandingan Arema vs Persisam Putra Samarinda. Alam Shah yang marah karena tidak pernah dimainkan dalam lima pertandingan terakhir langsung tongkat golf di ruang ganti untuk memukul Janů. Namun asisten pelatih, Tony Ho, dan para pemain lainnya berhasil melerai keduanya.[10] Janů beralasan tidak memainkan Alam Shah dalam lima pertandingan terakhir karena pemain dari Singapura itu tidak pernah mengikuti sesi latihan.
Pada 5 Februari 2012, karena perselisihan gaji, Arema mengumumkan bahwa klub telah menerima pengunduran diri Alam Shah.[14]
Persib Bandung
Pada 16 Maret 2012, Alam Shah resmi bergabung dengan Persib Bandung.[15] Dia mencetak gol pertamanya untuk Persib pada 5 Mei 2012, dalam kemenangan 3–0 melawan Persiwa Wamena. Total dia mencetak empat gol dalam 14 pertandingan bersama Maung Bandung, sebelum akhirnya dilepas pada akhir musim.[16]
Periode ketiga di Tampines Rovers
Pada 28 Juni 2012, Alam Shah kembali bergabung dengan Tampines Rovers setelah menandatangani kontrak berdurasi enam bulan.[17] Setelah kontraknya berakhir, dia memilih untuk tidak memperpanjang kontraknya dan memilih untuk mencoba peruntungan di Indonesia lagi.
PSS Sleman
Pada 15 Februari 2013, Alam Shah bergabung dengan klub Divisi Utama Indonesia, PSS Sleman.[18] Dia akan bergabung dengan mantan rekan setimnya yang pernah bermain bersamanya di Arema, seperti Budi Sudarsono, Waluyo, Aji Saka, Juan Revi, dan Wahyu Gunawan.
Alam Shah mencetak gol pertamanya untuk PSS Sleman pada 28 April 2013, dalam kemenangan 2–0 melawan PPSM Magelang di Stadion Maguwoharjo.[19] Namun, selama menjalani musim, dia mengalami beberapa cedera saat bermain dan akhirnya dilepas oleh klub pada akhir Mei 2013, mengakhiri musim hanya dengan 2 gol dalam 11 pertandingan.[20][21]
Periode keempat di Tampines Rovers
Alam Shah kembali ke Tampines Rovers pada tahun 2014. Di musim itu, dia mencetak total 6 gol dalam 23 pertandingan liga.
Pada 10 Agustus 2015, Alam Shah dituduh oleh pelatih kepala DPMM FC, Steve Kean, meludahi wajahnya di akhir pertandingan Piala Singapura yang penuh drama dan tensi tinggi antara Tampines Rovers dan klub Brunei tersebut.[22] Alam Shah kemudian membantah melakukan hal tersebut.
Pada 21 November 2015, Alam Shah diusir dari lapangan setelah insiden di lapangan dengan kiper Harimau Muda, Ilham Amirullah, pada menit-menit terakhir pertandingan. Itu adalah pertandingan terakhir S.League musim 2015. Setelah menerima kartu merah, dia mencoba menyerang salah satu pemain bertahan Harimau Muda tetapi dengan cepat ditahan oleh rekan-rekan setimnya.[10]
Setelah berkarier di Tampines Rovers, Noh Alam Shah memutuskan untuk pensiun setelah musim 2015 berakhir.[23]
Karier internasional
Dalam pertandingan fase grup Kejuaraan AFF 2007 antara Singapura dan Laos, Alam Shah mencetak tujuh gol dalam kemenangan 11–0 untuk Singapura. Tujuh gol tersebut termasuk satu gol salto (bicycle kick), yang menjadi gol salto terakhir yang dicetak di Stadion Nasional lama. Kemenangan ini bukan hanya menjadi kemenangan terbesar tim nasional Singapura, tetapi juga rekor jumlah gol terbanyak oleh satu pemain dalam pertandingan internasional level ‘A’ untuk Singapura. Singapura kemudian menjuarai turnamen tersebut, dan Alam Shah meraih penghargaan Top Skor dan Pemain Terbaik Turnamen atas penampilannya yang impresif.[24]
Alam Shah juga dikenang oleh para penggemar Singapura karena mencetak gol penyeimbang dramatis di menit akhir melawan Kuwait dalam kualifikasi Piala Dunia FIFA 2002 pada tahun 2001,[25] serta golnya dalam kemenangan 2–0 atas Irak pada kualifikasi Piala Asia AFC 2007 di tahun 2006.[26]
Alam Shah mengenakan ban kapten dalam pertandingan persahabatan internasional melawan Tiongkok pada 12 Agustus 2009. Singapura bermain imbang 1–1 dengan Tiongkok (kalah 3–4 melalui adu penalti), dengan Alam Shah mencetak gol pada menit ke-7.[27]
Gol-gol Noh Alam Shah pada tahun 2010 tercipta dalam dua pertandingan kualifikasi Piala Asia AFC 2011. Dia mencetak gol dalam kekalahan 1–3 dari Iran di Stadion Nasional, Singapura,[28] serta dalam pertandingan terakhir grup melawan Yordania yang berakhir dengan kekalahan 1–2 di Stadion Raja Abdullah II, Amman.[29]
Setelah pensiunnya kapten tim nasional Indra Sahdan pada tahun 2010, nama Alam Shah sempat disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti, terutama karena pengaruhnya di tim dan penampilan penuh semangat di level internasional.
Namun, Alam Shah kemudian dicoret dari skuad asuhan Radojko Avramović setelah penampilan yang kurang memuaskan di Kejuaraan AFF 2010.[30]
Karier kepelatihan
Tim nasional
Pada tahun 2017, Alam Shah ditunjuk sebagai manajer tim Singapore Selection dalam ajang The Sultan of Selangor's Cup.[31] Dia kemudian dipercaya menjadi mentor tim nasional untuk Kejuaraan AFF 2018.[31]
Pada 15 Mei 2018, Alam Shah resmi ditunjuk sebagai asisten pelatih tim nasional Singapura.[32]
Tanjong Pagar United
Setelah Asosiasi Sepak Bola Singapura (FAS) mengumumkan bahwa Tanjong Pagar United kembali berpartisipasi di Liga Utama Singapura musim 2020, klub tersebut menunjuk Noh Alam Shah sebagai manajer tim.[33]
Tokyo Verdy
Sebagai bagian dari program percontohan “Coaches Overseas Attachment” dari proyek sepak bola “Unleash The Roar”, Alam Shah bersama Isa Halim menjalani program magang kepelatihan di klub kasta tertinggi Jepang, Tokyo Verdy. Mereka menjadi angkatan pertama dalam program ini, dengan terlibat langsung dalam aktivitas harian klub. Keduanya memiliki lisensi kepelatihan AFC ‘A’ Diploma dan berperan sebagai pelatih pendukung di tim tersebut. Program ini dimulai pada 24 Mei 2024 dan berlangsung hingga Desember 2024.[34]
Kembali ke Tanjong Pagar United
Pada 2 Desember 2024, setelah menyelesaikan pelatihan tersebut, Alam Shah kembali ke Tanjong Pagar United dan ditunjuk sebagai pelatih kepala interim hingga akhir musim 2024–25.[35] Dia kemudian ditunjuk sebagai pelatih kepala permanen menjelang musim 2025–26.[36]
Kehidupan pribadi
Alam Shah memiliki darah keturunan Indonesia dari kakek ibunya yang berasal dari Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. Dia pun dapat sedikit berbicara menggunakan bahasa Bawean.[37] Dia menikah dengan perempuan asal Indonesia dan telah dikaruniai tiga anak.[38][39]
Pada Agustus 2015, Alam Shah terlihat bekerja sebagai pengemudi Grab.[40]
Setelah pensiun dari sepak bola, Alam Shah bekerja sebagai eksekutif operasional di divisi penyewaan mobil Komoco Motors, di bawah mantan ketua Tampines Rovers sekaligus direktur pelaksana Komoco Motors, Teo Hock Seng—distributor resmi mobil Hyundai di Singapura—yang ia anggap sebagai sosok seperti ayah kedua.[41]
Saat masih menjabat sebagai ketua Tampines Rovers, Teo Hock Seng merekrut Alam Shah dari Sembawang Rangers pada tahun 2002, meskipun pemain tersebut memiliki reputasi temperamental. Sejak saat itu, Teo selalu mendukungnya melewati berbagai masalah disiplin dan kontroversi yang mewarnai kariernya.[42]
Statistik karier
Klub
| Klub | Musim | Liga | Piala Domestik[a] | Piala Liga[b] | Lainnya | Total | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Divisi | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | ||
| Singapore Armed Forces | 2001 | S.League | 9 | 0 | — | 9 | 0 | |||||
| Sembawang Rangers | 2001 | S.League | 17 | 5 | — | 17 | 5 | |||||
| 2002 | 30 | 24 | — | 30 | 24 | |||||||
| Total | 47 | 29 | — | 47 | 29 | |||||||
| Tampines Rovers | 2003 | S.League | 28 | 23 | — | 28 | 23 | |||||
| 2004 | 23 | 16 | — | 23 | 16 | |||||||
| 2005 | 23 | 20 | — | 1[c] | 1 | 24 | 21 | |||||
| 2006 | 24 | 13 | 5 | 4 | — | 8[c] | 6 | 37 | 23 | |||
| 2007 | 22 | 19 | 22 | 19 | ||||||||
| 2008 | 8 | 2 | 8 | 2 | ||||||||
| 2009 | 20 | 12 | 20 | 12 | ||||||||
| Total | 148 | 105 | 5 | 4 | 0 | 0 | 9 | 7 | 162 | 116 | ||
| Arema Indonesia | 2009–10 | Liga Super Indonesia | 30 | 13 | — | 30 | 13 | |||||
| 2010–11 | 19 | 9 | — | 4[d] | 1 | 23 | 10 | |||||
| 2011–12 | Liga Prima Indonesia | — | ||||||||||
| Total | 49 | 22 | — | 4 | 1 | 53 | 23 | |||||
| Persib Bandung | 2011–12 | Liga Super Indonesia | 14 | 4 | — | 14 | 4 | |||||
| Tampines Rovers | 2012 | S.League | 9 | 0 | 1 | 0 | 4 | 0 | — | 14 | 0 | |
| PSS Sleman | 2013 | Divisi Utama | 11 | 2 | — | — | 11 | 2 | ||||
| Tampines Rovers | 2014 | S.League | 23 | 6 | 5 | 2 | 3 | 2 | 4[c] | 0 | 35 | 10 |
| 2015 | 14 | 1 | 2 | 0 | 1 | 0 | — | 17 | 1 | |||
| Total | 37 | 7 | 7 | 2 | 4 | 2 | 4 | 0 | 52 | 11 | ||
| Total karier | 324 | 169 | 13 | 6 | 8 | 2 | 17 | 8 | 362 | 185 | ||
- ^ Termasuk Piala Singapura, Piala Malaysia, Piala Indonesia
- ^ Termasuk Piala Liga Singapura
- ^ a b c Penampilan di Piala AFC
- ^ Penampilan di Liga Champions AFC
Internasional
| Tim nasional | Tahun | Tampil | Gol |
|---|---|---|---|
| Singapura | 1999 | 1 | 0 |
| 2000 | 0 | 0 | |
| 2001 | 4 | 1 | |
| 2002 | 11 | 1 | |
| 2003 | 9 | 2 | |
| 2004 | 11 | 3 | |
| 2005 | 5 | 6 | |
| 2006 | 13 | 3 | |
| 2007 | 13 | 12 | |
| 2008 | 7 | 2 | |
| 2009 | 6 | 3 | |
| 2010 | 6 | 3 | |
| Total | 86 | 36 | |
Skor dan hasil mencantumkan perhitungan gol Singapura terlebih dahulu, kolom skor menunjukkan skor setelah setiap gol Alam Shah.
| No | Tanggal | Stadion | Lawan | Skor | Hasil | Kompetisi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 6 Februari 2001 | Stadion Nasional, Kallang, Singapura | 1–1 | 1–1 | Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2002 | |
| 2 | 20 Desember 2002 | Stadion Nasional, Kallang, Singapura | 1–0 | 2–0 | Kejuaraan AFF 2002 | |
| 3 | 25 Maret 2003 | Stadion Jalan Besar, Kallang, Singapura | 3–0 | 3–0 | Kualifikasi Piala Asia AFC 2004 | |
| 4 | 19 Oktober 2003 | Stadion Jalan Besar, Kallang, Singapura | 2–0 | 2–0 | Kualifikasi Piala Asia AFC 2004 | |
| 5 | 4 September 2004 | Stadion Jalan Besar, Kallang, Singapura | 1–0 | 2–0 | Persahabatan | |
| 6 | 27 November 2004 | Stadion Jalan Besar, Kallang, Singapura | 1–0 | 1–0 | Persahabatan | |
| 7 | 29 Desember 2004 | Stadion Kuala Lumpur, Kuala Lumpur, Malaysia | 3–2 | 4–3 | Kejuaraan AFF 2004 | |
| 8 | 2 Januari 2005 | Stadion Nasional, Kallang, Singapura | 1–2 | 4–2 | Kejuaraan AFF 2004 | |
| 9 | 2–2 | |||||
| 10 | 3–2 | |||||
| 11 | 4 Juni 2005 | Stadion Nasional, Kallang, Singapura | 1–0 | 2–0 | Persahabatan | |
| 12 | 2–0 | |||||
| 13 | 8 Juni 2005 | Stadion Bandaraya, Penang, Malaysia | 1–0 | 2–1 | Persahabatan | |
| 14 | 15 Februari 2006 | Stadion Hong Kong, Wan Chai, Hong Kong | 1–1 | 1–1 | Persahabatan | |
| 15 | 22 Februari 2006 | Stadion Nasional, Kallang, Singapura | 2–0 | 2–0 | Kualifikasi Piala Asia AFC 2007 | |
| 16 | 12 Agustus 2006 | Stadion Hong Kong, Wan Chai, Hong Kong | 1–0 | 2–1 | Persahabatan | |
| 17 | 15 Januari 2007 | Stadion Nasional, Kallang, Singapura | 2–0 | 11–0 | Kejuaraan AFF 2007 | |
| 18 | 3–0 | |||||
| 19 | 5–0 | |||||
| 20 | 7–0 | |||||
| 21 | 9–0 | |||||
| 22 | 10–0 | |||||
| 23 | 11–0 | |||||
| 24 | 17 Januari 2007 | Stadion Nasional, Kallang, Singapura | 1–0 | 2–2 | Kejuaraan AFF 2007 | |
| 25 | 23 Januari 2007 | Stadion Shah Alam, Kuala Lumpur, Malaysia | 1–1 | 1–1 | Kejuaraan AFF 2007 | |
| 26 | 31 Januari 2007 | Stadion Nasional, Kallang, Singapura | 1–0 | 2–1 | Kejuaraan AFF 2007 | |
| 27 | 8 Oktober 2007 | Stadion Suheim bin Hamad, Doha, Qatar | 4–0 | 4–0 | Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2010 | |
| 28 | 18 November 2007 | Stadion Utama Republik, Dushanbe, Tajikistan | 1–1 | 1–1 | Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2010 | |
| 29 | 5 Desember 2008 | Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia | 5–0 | 5–0 | Kejuaraan AFF 2008 | |
| 30 | 7 Desember 2008 | Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia | 1–0 | 3–1 | Kejuaraan AFF 2008 | |
| 31 | 28 Januari 2009 | Stadion Bishan, Bishan, Singapura | 2–1 | 2–1 | Kualifikasi Piala Asia AFC 2011 | |
| 32 | 12 Agustus 2009 | Stadion Nasional, Kallang, Singapura | 1–1 | 1–1 | Persahabatan | |
| 33 | 4 November 2009 | Stadion Nasional, Kallang, Singapura | 2–1 | 3–1 | Persahabatan | |
| 34 | 6 Januari 2010 | Stadion Nasional, Kallang, Singapura | 1–2 | 1–3 | Kualifikasi Piala Asia AFC 2011 | |
| 35 | 3 Maret 2010 | Stadion Raja Abdullah II, Amman, Yordania | 1–1 | 1–2 | Kualifikasi Piala Asia AFC 2011 | |
| 36 | 26 November 2010 | Stadion Jurong Barat, Jurong, Singapura | 1–0 | 4–0 | Persahabatan |
Prestasi
Klub
- Tampines Rovers
- S.League: 2004, 2005, 2012
- Piala Singapura: 2004, 2006; runner-up: 2007, 2012
- Arema Indonesia
- Liga Super Indonesia: 2009–10; runner-up: 2010–11
- Runner-up Piala Indonesia: 2010
Internasional
- Singapura
Individu
- Pemain Terbaik S.League: 2005
- Pemain Terbaik Kejuaraan AFF: 2007
- Pencetak Gol Terbanyak Kejuaraan AFF: 2007
Referensi
- ^ Wibowo, Hendry (29 September 2020). "Terkuak Alasan Noh Alam Shah Dipanggil Along". Bola.com. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
- ^ Tabloid Singo Edan, edisi ketujuh, 7-20 Januari 2011.
- ^ "Closer With Noh Alam Shah: Sosok Unik Kapten Arema". Ongisnade. 25 Februari 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 27 Februari 2011. Diakses tanggal 25 Februari 2011.
- ^ "Senior Team Players – Noh Alam Shah". Football Association of Singapore. Diarsipkan dari asli tanggal 25 December 2007. Diakses tanggal 5 Desember 2008.
- ^ "Indonesian lifeline for banned striker Noh Alam". The Star. 13 Desember 2007. Diakses tanggal 22 Oktober 2008.
- ^ "Top Singapore striker barred from playing in Malaysia". Reuters. 26 Januari 2008. Diakses tanggal 22 Oktober 2008.
- ^ Shine, Ossian (29 April 2008). "Striker's ban cut due to "personal and family problems"". Reuters. Diakses tanggal 6 Juli 2011.
- ^ "Thank you, Alam Shah, for telling the truth about the S-League and Singapore football". Singapore Sports Fan. 11 September 2009. Diakses tanggal 1 Desember 2015.
- ^ "EP7: Fierce Competitor & Head Coach: Noh Alam Shah Shared Industry Secret, Arema Malang & Goal Legacy". Sportswire. 3 Oktober 2025. Diakses tanggal 25 Maret 2026 – via YouTube.
- ^ a b c Murti, Bagas Reza (5 Mei 2020). "4 Perkelahian Brutal Mohd Noh Alam Shah, Dua Kali Saat Bela Arema FC". BolaSport. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
- ^ "Alam Shah suspended for one game". Sports Guide. 13 Mei 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Maret 2016. Diakses tanggal 13 Mei 2010.
- ^ "Review: Arema Kalah Tipis di Jepang". Bola.net. 2 Maret 2011. Diakses tanggal 1 Desember 2015.
- ^ "Noh Alam Shah – First Singaporean footballer to score in the ACL for a non-Singaporean team". Farissen. 8 Februari 2017. Diakses tanggal 12 Agustus 2021 – via YouTube.
- ^ Dhanniary, Anry (5 Februari 2012). "Inilah Alasan Alam Shah Tinggalkan Arema Indonesia". Inilah.com. Diakses tanggal 1 Desember 2015.
- ^ "Along Resmi Gabung Persib Bandung". Bola.met. 16 Maret 2012. Diakses tanggal 1 Desember 2015.
- ^ "5 Mei 2012: Mengenang Gol Perdana Noh Alam Shah dan Karier Singkatnya di Persib". Kumparan. 5 Mei 2020. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
- ^ "[Instant Reaction] Let HIM come HOME!". Bolasepako. 28 Juni 2012. Diakses tanggal 1 Desember 2015.
- ^ Junianto, Arief (15 Februari 2013). "Along ke Sleman?". Espos. Diakses tanggal 1 Desember 2015.
- ^ "PSS Tekuk PPSM 2–0". Tribunnews. 28 April 2013. Diakses tanggal 1 Desember 2015.
- ^ "Cuma Cetak Dua Gol, Nasib Alam Shah di Ujung Tanduk". Kompas. 27 Mei 2013. Diakses tanggal 1 Desember 2015.
- ^ "Didesak Suporter, PSS Sleman Akan Lepas Noh Alam Shah". Berita Sepak Bola Nasional. 29 Mei 2013. Diakses tanggal 1 Desember 2015.
- ^ Kiat, Teo Teng (10 Agustus 2015). "Singapore Cup: DPMM in control after first-leg win over Tampines". ESPN. Diakses tanggal 1 Desember 2015.
- ^ "Football: ActiveSG coaching role for mellow Alam Shah". The Straits Times. 2 Februari 2017. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Agustus 2021. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
- ^ Hikmatyar, Ahmad Reza (4 November 2018). "Kilas Balik Piala AFF 2007". Goal.com. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
- ^ "Kuwait vs Singapore". Global Sports Archive. 6 Februari 2001. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
- ^ "Singapore 2–0 Iraq". ESPN. 22 Februari 2006. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
- ^ "National Day Challenge 09: Singapore 1–1 China (China beat Singapore on penalties)". Bolasepako. 13 Agustus 2009. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
- ^ "Singapore 1–3 Iran: Iran Qualify For Asian Cup With Convincing Win". Persian League. 6 Januari 2010. Diakses tanggal 6 Januari 2010.
- ^ "[Instant Reaction] Yet so close again..... Jordan 2–1 Singapore in Amman". Bolasepako. 4 Maret 2010. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
- ^ Sufiyanto, Tengku (1 Desember 2021). "Legenda Piala AFF: Noh Alam Shah, Top Skorer Milik Singapura". BolaSkor. Diakses tanggal 12 Desember 2021.
- ^ a b "Meet the Lions' coaches for 2018 AFF Suzuki Cup". Football Association of Singapore. 7 November 2018. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
- ^ Abdul Aziz, Sazali (21 Mei 2018). "Football: Former Lions star Noh Alam Shah pledges to help family of namesake struck by tragedy". The Straits Times. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
- ^ "Jaguars ready for SPL return". Playmaker. 5 Maret 2020. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
- ^ Rifhan, Khalis (21 Juni 2024). "Former national footballers Alam Shah and Isa Halim head to Japan for coaching stint". The Independent. Diakses tanggal 25 Maret 2026.
- ^ Lee, David (1 Januari 2025). "Tanjong Pagar United interim coach Noh Alam Shah focuses on turning 'losers' into 'winners'". The Straits Times. Diakses tanggal 2 Januari 2025.
- ^ "Head Coach's Message". Tanjong Pagar United. 10 Juli 2025. Diakses tanggal 25 Maret 2026 – via Instagram.
- ^ Fadil, Isman (1 Januari 2018). "3 Pemain Timnas Negara Tetangga Ini Ternyata Berdarah Indonesia". INDOSPORT. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
- ^ "Kisah Noh Alam Shah, Langsung Ambil Lisensi Kepelatihan usai Gantung Sepatu: Ingin Tangani Klub Liga 1". Bola.com. 6 Februari 2025. Diakses tanggal 25 Maret 2026.
- ^ "Stay close and be there for one another always!!". @nohalshah. 17 Desember 2017. Diakses tanggal 12 Agustus 2021 – via Instagram.
- ^ Hwei, Liang (21 Agustus 2015). "Your Next GrabCar Driver May Be An S.League Legend". Vulcan Post. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
- ^ Lim, Weixiang (20 Januari 2016). "Meet the fairy godfather who gave former national footballer Noh Alam Shah a brand new job". Mothership. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
- ^ Chandra, Alif (2 Oktober 2018). "Noh Alam Shah: "I hope the current players don't be like me"". The Sporting News. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
- ^ a b c "General Information about the player Noh Alam Shah" [Informasi umum tentang pemain Noh Alam Shah]. National Football Teams (dalam bahasa Inggris). Benjamin Strack-Zimmermann. Diakses tanggal 25 Desember 2007.
- ^ "Singapore vs Myanmar". Global Sports Archive. 2 Januari 2005. Diakses tanggal 1 Desember 2015.
- ^ "Football: Singapore defeat Laos 4–0 in friendly match". Laos Football. 26 November 2010. Diakses tanggal 1 Desember 2015.
Pranala luar
- (Inggris) Profil dan statistik Noh Alam Shah di situs web Soccerway.com
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


