Ni Luh Djelantik

Ni Luh Djelantik
Ni Luh Djelantik sebagai Anggota DPD RI, 2024
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia
Mulai menjabat
1 Oktober 2024
PresidenJoko Widodo
Prabowo Subianto
Daerah pemilihanBali
Mayoritas377.152 (2024)
Informasi pribadi
LahirNi Luh Putu Ary Pertami Djelantik
15 Juni 1975 (umur 50)
Kalianget, Seririt, Buleleng, Bali, Indonesia
Partai politik  Independen (sejak 2022)
Afiliasi politik
lainnya
  NasDem (–2022)
  PSI
Suami/istriLouis Kieffer
Anak1
PendidikanUniversitas Gunadarma (S.M.)
Pekerjaan
Situs webniluhdjelantik.com
Instagram: niluhdjelantik Modifica els identificadors a Wikidata
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik (lahir 15 Juni 1975) atau biasa disingkat Ni Luh Djelantik adalah perancang sepatu, politikus, dan pengusaha berkebangsaan Indonesia. Ni Luh Djelantik dikenal melalui karya-karyanya berupa desain sepatu yang sudah dipatenkan pada tahun 2008 dan banyak digunakan oleh pesohor dunia, antara lain Uma Thurman, Gisele Bundchen, Tara Reid, Julia Roberts, dan Paris Hilton.[1][2][3]

Kehidupan awal

Djelantik berasal dari Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Buleleng dari keluarga yang sederhana. Kedua orangtuanya bercerai sejak Djelantik berusia satu tahun. Dibesarkan seorang diri oleh sang ibu, Djelantik kerap menemani ibunya berdagang di pasar. Sayangnya, karena kekurangan biaya, Djelantik kecil hampir tak pernah mendapatkan sepatu baru. Sepatu yang dimilikinya selalu terlalu besar dan tak pernah muat di kakinya. Sepatu tersebut baru terasa pas saat kondisinya sudah rusak dan berlubang. Sejak itulah alas kaki selalu menjadi perhatian Djelantik.

Djelantik mengenyam pendidikan di SD 3.4.7 Banjar Jawa (1982–1988), SMP Negeri 1 Singaraja (1988–1991), dan SMA Negeri 1 Singaraja (1991–1994). Pada 1994, Djelantik kemudian menempuh pendidikan di Universitas Gunadarma sambil bekerja.

Karier

Selesai berkuliah pada 1999,[4] Djelantik kembali ke Bali dan bekerja di perusahaan busana milik Paul Ropp, seorang berkebangsaan Amerika Serikat. Dipercaya menduduki posisi direktur marketing pada tahun 2012, penjualan perusahaan tersebut naik hingga -430% dan membuka sepuluh butik baru di beberapa lokasi. Keberhasilan tersebut membawanya terbang New York. Sayangnya, Djelantik jatuh sakit yang membuatnya tak dapat bepergian selama enam bulan. Akhirnya Djelantik pun memutuskan pulang ke Bali.

Meski berada di Indonesia, Djelantik mencoba peruntungan dengan menjalin kerja sama bersama Cedric Cador, pria yang kemudian menjadi suaminya. Cedric kerap menjual barang-barang Indonesia di Eropa. Dari kerja sama ini, lahirlah label Nilou, di mana proses pengerjaan sepatu di bawah label ini benar-benar mendapatkan pengawasan ketat dari Djelantik. Untuk menjaga kualitas sekaligus memastikan agar sepatu yang dihasilkan nyaman untuk dipakai, semua proses pengerjaan dilakukan secara konvensional menggunakan tangan.

Koleksi pertama Nilou akhirnya dikenal di Prancis dan belahan dunia lainnya. Pesanan pun datang hingga 4.000 pasang, dimana sejumlah pesohor Hollywood papan atas seperti Uma Thurman, supermodel Gisele Bundchen, Tara Reid, juga Robyn Gibson merupakan penggemar fanatik sepatu Nilou.

Pada pertengahan 2007, Djelantik mendapatkan tawaran dari agen Australia dan Prancis untuk melebarkan sayap dengan memproduksisepatu-sepatu di bawah labelnya secara massal. Rencananya, produksi tersebut akan dilakukan di Tiongkok. Djelantik menolak tawaran tersebut. Keputusan ini justru menjadi bumerang, karena tanpa sepengetahuannya, para penawar tersebut telah mematenkan Nilou dan tetap memproduksi secara massal produk-produk Nilou di Hongkong. Imbas dari hilangnya kesempatan itu, Djelantik melahirkan karya baru dengan Niluh Djelantik yang dipatenkan pada tahun 2008.

Djelantik adalah pemilik merk dagang sepatu Niluh Djelantik. Sebelum serius menekuni di bidang rancang sepatu, Djelantik meraih penghargaan Best Fashion Brand & Designer dari The Yak Awards 2010. Kecintaannya pada sepatu menuntunnya menekuni bisnis sepatu yang kini telah dikenal dunia. Tak hanya memenangi penghargaan, label ini juga telah menembus Globus Switzerland, salah satu retailer terkemuka pada tahun 2011. Pencapaian tersebut berlanjut pada tahun 2012, di mana Djelantik kemudian berkesempatan menjalin kerja sama dengan retailer dari Rusia.

Sejak tahun 2019, Djelantik terjun ke dunia politik dengan menjadi calon anggota DPR RI melalui Partai Nasional Demokrat namun ia gagal terpilih. Pada tahun 2024, ia maju sebagai calon anggota DPD RI mewakili provinsi Bali dan berhasil terpilih.

Filmografi

Film

Peran akting
Tahun Judul Peran Catatan
2025 Lagu Cinta untuk Mama Ni Luh

Sejarah elektoral

Pemilu Lembaga legislatif Daerah pemilihan Partai politik Perolehan suara Hasil
2019 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Bali Partai Nasional Demokrat Tidak diketahui N Tidak terpilih
Pemilu Lembaga legislatif Daerah pemilihan Partai politik Perolehan suara Hasil
2024 Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Bali Independen 377.152[5] checkY Terpilih

Lihat juga

Rujukan

  1. ^ GNFI: Mendunia karena Sepatu: Niluh Djelantik, diakses 10 Juni 2017
  2. ^ Swa: Ni Luh Djelantik, Juragan Sepatu Kulit Handmade dari Bali, diakses 10 Juni 2017
  3. ^ Wolipop: Cerita Nilih Djelantik yang Karya Sepatunya Pernah Dipakai Paris KATANNYA , diakses 10 Juni 2017
  4. ^ https://www.lezen.id/profil-calon/dpd/bali/51/ni-luh-putu-ary-pertami-djelantik/257813
  5. ^ NusaBali. "Dua Srikandi Bali Siap Berjuang di Senayan". www.nusabali.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-02-10.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement