Masjid di Kamboja

Masjid di Kamboja adalah masjid-masjid yang dibangun di wilayah Kamboja. Pembangunan masjid di Kamboja telah dimulai oleh suku Cam dan orang Arab muslim pelarian di wilayah Kampong Cham sejak tahun 1817 M. Pada awal dasawarsa 1970-an, jumlah masjid yang telah dibangun di Kamboja sebanyak 122 masjid. Namun sebagian besar masjid di Kamboja telah dihancurkan selama masa pemerintahan Khmer Merah sejak tahun 1975 hingga dasawarsa 1980-an. Sedangkan sebagian kecil lainnya dialih-fungsikan menjadi ruang makan bersama, gudang atau fasilitas untuk peternakan babi.

Setelah berakhirnya rezim Khmer Merah di Kamboja, pembangunan masjid dimulai kembali dan pada masa kini di Kamboja terdapat sekurangnya sebanyak 268 masjid. Sebagian besar masjid yang dibangun setelah berakhirnya rezim Khmer Merah menerapkan gaya arsitektur dari masjid-masjid yang dibangun di negara Malaysia dan Arab Saudi. Masjid-masjid yang dibangun setelah berakhirnya rezim Khmer Merah di Kamboja berukuran kecil dan bahan bangunan utamanya adalah kayu. Masjid-masjid di Kamboja digunakan terutama sebagai tempat ibadah, pusat komunitas muslim dan pusat pengetahuan tentang Islam.

Pembangunan dan jumlah

Masjid-masjid di Kamboja mulai dibangun di wilayah Kamboja setelah berakhirnya Kerajaan Champa di wilayah Vietnam pada tahun 1817 M dengan raja terakhirnya yaitu Raja Pochan. Orang Arab muslim yang telah berdagang dengan Kerajaan Champa sejak abad ke-11 Masehi turut serta berpindah tempat perdagangan dari Vietnam ke wilayah pelarian diri Raja Pochan di Kerajaan Khmer. Para penduduk suku Cam yang melakukan pelarian bersama dengan orang Arab muslim kemudian mendirikan perkampungan Cam yang disebut Kampong Cham. Di wilayah Kampong Cham, penduduk muslim mendirikan sebanyak 200 masjid.[1]

Pada awal dasawarsa 1970-an, jumlah masjid yang telah dibangun di Kamboja sebanyak 122 masjid. Masjid-masjid tersebut digunakan untuk kegiatan keagamaan oleh muslim di Kamboja yang berjumlah sekitar 700 ribu orang.[2] Namun masjid-masjid yang telah dibangun di Kamboja sebagian besar telah dihancurkan selama masa pemerintahan Khmer Merah di Kamboja sejak tahun 1975 hingga dasawarsa 1980-an.[3][2]

Penghancuran masjid merupakan salah satu penerapan kebijakan pelarangan kegiatan keagamaan oleh Khmer Merah yang menganut paham komunisme dan membenci semua agama di Kamboja termasuk Islam.[2] Jumlah masjid yang dihancurkan sebanyak 130 masjid terhitung mulai tahun 1977 hingga berakhirnya rezim Khmer Merah.[4] Masjid-masjid yang tidak dihancurkan diubah fungsinya menjadi ruang makan bersama, gudang atau fasilitas untuk peternakan babi.[5] Setelah berakhirnya rezim Khmer Merah di Kamboja, kegiatan keagamaan diperbolehkan kembali untuk diadakan di Kamboja termasuk pembangunan masjid. Jumlah masjid di Kamboja pada masa kini sekurangnya sebanyak 268 masjid yang dimanfaatkan oleh penduduk muslim di Kamboja yang berjumlah sekitar 45.000 orang.[2]

Gaya arsitektur

Sebagian besar masjid-masjid yang dibangun setelah berakhirnya rezim Khmer Merah menerapkan gaya arsitektur dari masjid-masjid yang dibangun di negara lain. Sebanyak 135 masjid di Kamboja telah dibangun dengan meniru gaya arsitektur dari masjid di Malaysia dan masjid di Arab Saudi. Sementara itu, sebagian masjid lannya tetap dibangun dengan gaya arsitektur dari suku Cam sebelum masa pemerintahan Khmer Merah.[6] Bahan bangunan yang digunakan untuk membangun masjid setelah berakhirnya rezim Khmer Merah di Kamboja ialah kayu. Penduduk muslim memperoleh kayu dari rumah-rumah berusia tua dan menggunakannya untuk membangun masjid berukuran kecil.[7]

Penggunaan

Masjid-masjid di Kamboja digunakan terutama sebagai tempat ibadah. Pada wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk muslim yang tinggi, masjid digunakan pula sebagai pusat komunitas muslim sekaligus pusat pengetahuan tentang Islam.[8]

Referensi

Catatan kaki

  1. ^ Hidayat 2022, hlm. 44.
  2. ^ a b c d Hidayat 2022, hlm. 45.
  3. ^ Qorib, M., dan Wirian, O. (2023). Zailani dan Zuliana (ed.). Islam dan Peradaban: Sejarah, Perkembangan, dan Spirit Moderasi Piagam Madinah. Bantul: CV. Bildung Nusantara. hlm. 274. ISBN 978-623-8588-01-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ Killean, dkk. 2018, hlm. 31.
  5. ^ Killean, dkk. 2018, hlm. 27.
  6. ^ Killean, dkk. 2018, hlm. 35.
  7. ^ Killean, dkk. 2018, hlm. 34.
  8. ^ Killean, dkk. 2018, hlm. 19.

Daftar pustaka

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement