Masjid di Arab Saudi

Masjid di Arab Saudi pertama kali dibangun pada abad ke 7 Hijriah. Di Arab Saudi terdapat dua masjid suci yaitu Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Informasi mengenai masjid yang ada di Arab Saudi disediakan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Penyuluhan Arab Saudi melalui aplikasi penjelajah geografis masjid.

Sejarah

Masjid pertama yang dibangun dalam wilayah bagian timur Arab Saudi ialah Masjid Juwatsa yang terletak di Desa Al-Kilabiyah, Al-Ahsa'. Pembangunan Masjid Juwatsa pada tahun 7 H oleh Bani Abdul Qais.[1] Pencantuman nama Masjid Juwatsa pada hadis nomor 892 dalam Shahih Bukhari. Masjid Juwatsa disebut sebagai Masjid Abdul Qais yang berlokasi di Kampung Juwatsa yang kawasan di sekitarnya dikenal sebagai Bahrain.[2]

Nilai penting

Masjid suci

Di Arab Saudi terdapat dua masjid suci yaitu Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.[3] Masjidil Haram terletak di Makkah dan Masjid Nabawi terletak di Madinah.[4] Dalam ajaran Islam, Masjidil Haram merupakan tempat bagi Ka'bah yang dijadikan sebagai arah kiblat. Surah Al-Baqarah ayat 149 di dalam Al-Qur'an menyatakan perintah dari Allah kepada setiap manusia untuk menghadapkan wajahnya ke arah Masjidil Haram ketika berdoa kepada-Nya.[5] Dalam sebuah hadis periwayatan Ibnu Majah dari Jabir bin Abdullah dinyatakan bahwa Muhammad menyatakan bahwa pahala salat di Masjidil Haram bernilai 100 ribu kali dibandingkan salat di masjid lainnya. Sedangkan pahala salat di Masjid Nabawi bernilai seribu kali dibandingkan salat di masjid lain.[6]

Pada masa pemerintahan Raja Fahd bin Abdul Aziz di Arab Saudi, ia mengadakan proyek pembangunan dan perluasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dan mengganti gelar yang diberikan kepadanya sebagai raja yaitu "Yang Mulia" dengan gelar baru yaitu "Penjaga Dua Masjid Suci".[3]

Masjid bersejarah

Bersejarah masa pembangunannya

Di Madinah terdapat beberapa masjid bersejarah yaitu Masjid Nabawi, Masjid Quba, Masjid Qiblatain dan Masjid Khamsah. Seluruh masjid tersebut dianggap bersejarah karena didirikan selama masa hidup Muhammad dalam statusnya sebagai rasul dalam Islam.[7]

Bersejarah dalam perjuangan keislamannya

Pada hadis nomor 4371 dalam Shahih Bukhari dijelaskan mengenai sejarah kemurtadan orang Arab setelah kematian Muhammad. Ketika sebagian besar orang Arab kembali murtad dan kembali melakukan penyembahan berhala, penduduk di sekitar tiga masjid pada tiga kota daerah yang berbeda tetap mempertahankan statusnya sebagai muslim. Ketiga masjid dan daerah tersebut ialah Masjidil Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah dan Masjid Abdul Qais di Bahrain. Penduduk di sekitar tiga masjid ini kemudian memerangi kemurtadan sehingga Islam kembali dianut oleh orang Arab.[2]

Perolehan informasi

Informasi mengenai masjid yang ada di Arab Saudi disediakan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Penyuluhan Arab Saudi melalui aplikasi penjelajah geografis masjid. Pengurusan layanan diadakan oleh Bidang Urusan Islam dari Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Penyuluhan Arab Saudi. Layanan di dalam aplikasi meliputi peta yang menampilkan lokasi, data dan gambar masjid, serta layanan pencarian masjid berdasarkan data yang ditentukan oleh pengguna aplikasi. Pengguna dapat memilih wilayah dan provinsi dalam pencarian masjid. Layanan penjelajah geografis masjid di Arab Saudi disediakan secara gratis dan tanpa persyaratan apapun.[8]

Referensi

Catatan kaki

  1. ^ El-Rasheed 2023, hlm. 135.
  2. ^ a b El-Rasheed 2023, hlm. 135-136.
  3. ^ a b Tim Riset dan Studi Islam Mesir 2020, hlm. 768.
  4. ^ Tim Riset dan Studi Islam Mesir 2020, hlm. 457.
  5. ^ Ashadi (Desember 2018). Akulturasi Arsitektur Masjid-Masjid Tua di Jakarta (PDF). Jakarta Pusat: Arsitektur UMJ Press. hlm. 4. ISBN 978-602-5428-21-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah 2020, hlm. 211-212.
  7. ^ Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah 2020, hlm. 33.
  8. ^ Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Arab Saudi (2024). Panduan Layanan yang Disediakan untuk Pendatang 1446 -2024 (PDF). Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Arab Saudi. hlm. 448. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement