Maluhu, Tenggarong, Kutai Kartanegara
Maluhu | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Kantor kelurahan Maluhu | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Kalimantan Timur | ||||
| Kabupaten | Kutai Kartanegara | ||||
| Kecamatan | Tenggarong | ||||
| Kodepos | 75511 | ||||
| Kode Kemendagri | 64.02.06.1011 | ||||
| Kode BPS | 6403090006 | ||||
| Luas | ± 3,90 km² | ||||
| Jumlah penduduk | ... jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Kabupaten Mahakam Ulu merupakan wilayah hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai Barat yang secara historis telah dikenal sejak zaman Hindia Belanda sebagai Onderafdeeling Boven Mahakam pada tahun 1900. Seiring berjalannya waktu, status administratif wilayah ini terus bertransformasi, mulai dari Kepatihan hingga menjadi bagian dari Kabupaten Dati II Kutai pada era Orde Baru. Setelah bergulirnya reformasi dan pemekaran Kutai Barat pada tahun 1999, aspirasi masyarakat untuk membentuk kabupaten mandiri mulai menguat. Hal ini diwujudkan melalui pembentukan Kerukunan Masyarakat Wilayah Mahakam Ulu (KMWMU) pada tahun 2004, yang secara konsisten melakukan kajian akademis, lobi politik, hingga memberikan syarat administratif untuk memperjuangkan percepatan pembangunan di wilayah paling hulu Sungai Mahakam tersebut.[1]
Perjuangan panjang tersebut menghasilkan hasil melalui pengesahan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pembentukan Kabupaten Mahakam Ulu di Provinsi Kalimantan Timur pada tanggal 14 Desember 2012. Pemerintahan resmi berjalan sejak 22 April 2013 dengan ditunjuknya jabatan bupati pertama, dan kini ibu kota kabupaten berpusat di Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun. Secara administratif, kabupaten ini terdiri dari lima kecamatan, yaitu Long Apari, Long Pahangai, Long Bagun, Long Hubung, dan Laham. Sejak tahun 2016, kepemimpinan daerah definitif pertama dipegang oleh Bupati Bonifasius Belawan Geh, yang kemudian melanjutkan kepemimpinan pada periode kedua bersama Wakil Bupati Yohanes Avun untuk menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di 50 kampung/desa yang tersebar di wilayah tersebut.[1]
Galeri
-
Gerbang selamat datang di kelurahan Maluhu. -
Meriam Belanda yang ditemukan warga setempat (foto pada zaman kolonial).
Referensi
- ^ a b "Sejarah Mahulu". Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Mahakam Ulu. Diakses tanggal 2026-01-11.
Lihat pula
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



