Lupa Daratan (film 2025)

Lupa Daratan
Poster penayangan
SutradaraErnest Prakasa
Produser
Ditulis olehErnest Prakasa
Pemeran
SinematograferBella Panggabean
PenyuntingRyan Purwoko
Perusahaan
produksi
Tanggal rilis
  • 11 Desember 2025 (2025-12-11) (Netflix)
Durasi115 menit
NegaraIndonesia
BahasaIndonesia

Lupa Daratan (bahasa inggris: Lost in the Spotlight) adalah film komedi drama Indonesia tahun 2025 yang disutradari dan ditulis oleh Ernest Prakasa.[1] Film ini dibintangi oleh Vino G. Bastian, Dea Panendra, dan Agus Kuncoro sebagai pemeran utama, dengan alur cerita yang berfokus pada seorang aktor sukses bernama Vino Agustian yang tiba-tiba kehilangan kemampuan aktingnya saat sedang berada di puncak karirnya.

Lupa Daratan ditayangkan di Netflix pada 11 Desember 2025.[2][3]

Plot

Di ajang Festival Film Indonesia, Vino Agustian meraih penghargaan sebagai Aktor Terbaik. Dalam pidato kemenangannya maupun wawancara dengan media, dia dengan sombong berkata bahwa dia adalah aktor pria terbaik di Indonesia saat ini. Dalam rangka merayakan kemenangan tersebut, Vino mengadakan sebuah pesta yang dihadiri para kru film, serta teman-temannya. Di pesta tersebut, Vino menerima tawaran sutradara film bernama Andi. Vino yang dalam keadaan mabuk kemudian berkata bahwa kehebatannya tidak dihargai dengan layak dan dia tidak butuh siapapun untuk mencapai suksesnya seperti sekarang, diikuti dengan suara petir yang menggelegar.

Di rapat dengan perusahaan produksi untuk membahas proyek film selanjutnya yang merupakan kisah biopik seorang mantan presiden Indonesia, Vino diminta untuk memberikan contoh akting dari salah satu adegan dalam skenario film. Secara misterius, kemampuan akting Vino seperti hilang sepenuhnya dan membuat pak Dibyo, sang mantan presiden yang melihatnya merasa dipermalukan dan mengancam akan menuntut produser dengan pasal pencemaran nama baik, bila sampai film yang diproduksinya jelek. Dimi, asistennya, menganjurkan Vino untuk pergi menemui paranormal karena curiga bahwa Vino terkena santet. Vino mencoba berobat ke dokter, tetapi tidak menemukan penyakit apapun dalam tubuhnya.

Saat mencoba melakukan pengambilan gambar adegan pertengkaran film, Vino melakukan gerakan-gerakan aneh, yang direkam oleh office girl baru yang bekerja. Video tersebut dengan cepat viral di sosial media sehingga membuat Amir, Hasto dan Pak Dibyo merasa frustasi dan khawatir dengan prospek film biopik mereka. Vino sempat menenangkan semua pihak dengan menganggap video tersebut sebagai bagian strategi dari tim produksi untuk mempromosikan proyek film tersebut. Dimi teringat dengan janji Vino kepada seorang anak perempuan yang sakit untuk mengunjunginya dan yakin bahwa itu adalah penyebab hilangnya kemampuan akting Vino. Dimi akhirnya mengatur agar Vino mau meminta bantuan Ikhsan, kakak kandungnya yang selama ini hubungannya berjarak. Dengan bantuan Ikhsan, Vino berhasil menemukan rumah anak perempuan tersebut dan memberikan dukungan moral serta hadiah poster dirinya.

Dalam kilas balik, terungkap bahwa di masa lalu, Ikhsan menyisihkan uang penghasilannya untuk biaya sekolah film sang adik. Di masa awal karier Vino, Ikhsan yang sangat lurus pernah membatalkan kontrak gara-gara harus memberikan 20% dari penghasilan kepada salah satu kru. Tidak lama kemudian, Vino kembali mendapatkan tawaran peran penting di sebuah film. Kemampuan aktingnya membuat Hasto, salah satu manajer artis terkenal berkeinginan untuk mengatur kariernya menggantikan Ikhsan yang awalnya dianggap sebagai manajernya. Hasto menawarkan cek senilai Rp. 200 juta rupiah sebagai kompensasi untuk Ikhsan. Beberapa hari kemudian, Ikhsan secara diam-diam mengembalikan cek tersebut dan meminta Hasto untuk menangani karier Vino serta memintanya berjanji untuk tidak memberitahu Vino.

Kembali ke masa sekarang, Vino diundang untuk hadir dalam program talkshow salah satu stasiun televisi. Di acara tersebut, Vino diminta untuk pura-pura marah saat membahas tentang video viralnya. Vino marah secara berlebihan sehingga malah membuat media menggorengnya dan membuat publik percaya bahwa Vino mengkonsumsi narkoba. Vino mengunjungi rumah Ikhsan dengan harapan mencari solusi masalahnya, tapi malah berujung pada pertengkaran. Vino bahkan menganggap kakaknya tidak becus mengelola uang kompensasi dari Hasto sehingga dia harus hidup dalam kemiskinan.

Pada saat Vino mendatangi Hasto, terungkap bahwa proyek film biopik Pak Dibyo telah mengganti pemeran utamanya dengan aktor lain. Vino marah karena Hasto tidak memperjuangkan dirinya agar tetap di proyek tersebut. Hasto kemudian mengungkap mengenai Ikhsan yang dulu mengembalikan cek pemberiannya. Mengetahui kenyataan itu, Vino sangat terpukul karena tidak menyadari kasih sayang kakaknya yang amat besar kepadanya. Vino ditemani Dimi segera bergegas ke rumah Ikhsan yang gelap gulita. Khawatir kakaknya mencoba melakukan hal yang tidak-tidak, Vino panik dan mendobrak pintu kamar mandi, di mana ternyata Ikhsan sedang buang air besar. Vino berdamai dengan Ikhsan dan memintanya kembali menjadi manajernya. Ikhsan merasa bahwa Dimi lebih cocok menjadi manajernya daripada dirinya. Tepat saat Vino memohon Dimi untuk menjadi manajernya, sebuah petir menggelegar menandakan bahwa kutukan akting Vino telah dicabut.

Di Festival Film Indonesia selanjutnya, saat pengumuman Aktor Pria Terbaik, Vino masuk sebagai salah satu nominasi pemeran pria terbaik bersama dengan Morgan yang berperan sebagai Pak Dibyo. Morgan akhirnya memenangkan penghargaan tersebut, di mana Vino sama sekali tidak kecewa dengan hasil tersebut. Tidak lama kemudian, beberapa polisi datang untuk menangkap Hasto atas kasus pelecehan seksual seorang aktris yang ditanganinya.

Vino membawa Ikhsan ke rumah kontrakan baru yang Ikhsan minta untuk dicarikan. Rumah kontrakan tersebut ternyata adalah rumah Ikhsan yang selama ini ditempati, di mana Vino memutuskan untuk membeli rumah tersebut untuk kakaknya, dengan menunda pembelian rumah untuk dirinya sendiri. Ikhsan tidak kuasa menahan haru dan memeluk Vino, diikuti oleh teman-teman mereka.

Pemeran

Kameo

Produksi

Film ini merupakan kerja sama pertama Netflix dengan rumah produksi Imajinari. Pada 5 Februari 2025, Ernest Prakasa mengumumkan bahwa film barunya yang berjudul Lupa Daratan akan dibintangi oleh Vino yang akan memparodikan dirinya sendiri.[4] Ernest menyampaikan bahwa sudah sejak lama dirinya ingin berkolaborasi dengan Vino G. Bastian, yang sebelumnya belum pernah bekerja bersama dalam satu film.[4][5]

Lagu Tema

No Judul Lagu Penampil Pencipta
1 "Kill The Silence" Winky Wiryawan

Evan Virgan

2 "Abangku" Raim Laode Halemi Production
3 "Mellow Weather" Winky Wiryawan

Aqi Singgih

4 "Ribuan Memori" Lomba Sihir

Referensi

  1. ^ Ibrahim, Fauzi (12 Desember 2025). "Kembali Jadi Sutradara, Ernest Prakasa Garap Film 'Lupa Daratan' Bersama Netflix". CXO Media. Diakses tanggal 12 Desember 2025.
  2. ^ Mahardy, Denny (11 Desember 2025). "Lupa Daratan Tayang di Netflix: Drama Komedi Indonesia Siap Mendunia". Technologue. Diakses tanggal 12 Desember 2025.
  3. ^ Annisya, Valya (11 Desember 2025). "Review Lupa Daratan Netflix: Film yang Bikin Ketawa Tapi Menangis". GGWP. Diakses tanggal 12 Desember 2025.
  4. ^ a b Prawira Riandi, Ady; Muttya Keteng Pangerang, Andi (2025-02-05). "Ernest Prakasa Umumkan Film Barunya, Lupa Daratan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-02-24.
  5. ^ Kristianti, Livia (2025-11-04). ""Lupa Daratan" siap tayang di Netflix 11 Desember 2025". Antara News. Diakses tanggal 2026-02-24.

Pranala luar


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement