Krim dingin

Setoples krim dingin

Krim dingin adalah campuran emulsi air dan lemak jenis tertentu (umumnya berupa lilin lebah dan berbagai bahan pewangi) yang dirancang untuk menghaluskan kulit dan menghapus riasan. Krim dingin dibuat dengan mengemulsi air dalam minyak, di mana jumlah minyak lebih banyak dari pada air. Kebalikan perbandingan air dan lemak ini akan menghasilkan losion, yang dapat terasa hilang saat dioleskan pada kulit. Nama "krim dingin" berasal dari sensasi dingin yang ditinggalkan krim pada kulit. Variasi produk ini telah digunakan selama hampir 2000 tahun.

Krim dingin biasanya digunakan untuk perawatan kulit (seperti masker wajah atau pelembap bibir) dengan memanfaatkan sifat pelembabnya. Krim ini juga dapat digunakan sebagai krim cukur dan sebagai penghapus riasan.[1]

Sejarah

Stoples untuk menampung krim dingin dari paruh pertama abad ke-20, koleksi Museo del Objeto del Objeto.

Galenus dianggap sebagai orang yang menciptakan krim dingin untuk pertama kalinya.[2] Formulasi aslinya melibatkan air mawar, lilin lebah, dan minyak almond atau minyak zaitun. Lilin lebah sangat penting untuk keberhasilan krim, karena merupakan bahan pengemulsi efisien. Meski demikian, krim dingin dari lilin lebah membutuhkan pencampuran yang ekstensif dan dapat terpisah setelah didiamkan. Oleh karena itu, sejumlah kecil boraks sering kali ditambahkan dalam krim lilin lebah. Boraks menyabunkan asam lemak dalam lilin lebah dan memungkinkan krim yang lebih stabil, menggunakan sejumlah kecil sabun yang dihasilkan sebagai agen pengemulsi.

Catatan tahun 1857 ini menyatakan:

Namun, formula modern untuk krim dingin sangat berbeda dengan yang diberikan dalam deskripsi Galenus, dalam hal aroma dan kualitas, meskipun pada dasarnya sama—minyak dan air. Dalam industri parfum terdapat beberapa jenis krim dingin, yang dibedakan berdasarkan aromanya, seperti kamper, almond, violet, mawar, dll.[3]

Di Prancis, campuran ini masih dikenal sebagai cérat de Galien ('Lilin Galenus'). Sebuah salinan London Dispensatory, yang disunting oleh Nicholas Culpeper dan diterbitkan pada tahun 1650, memuat formula berikut untuk zat ini:

Ambil empat ons lilin putih, satu pon minyak mawar; lelehkan dalam wadah ganda, lalu tuangkan ke wadah lain, secara bertahap masukkan air dingin, dan sering tuangkan dari satu wadah ke wadah lain, aduk hingga menjadi putih; terakhir, cuci dengan air mawar, tambahkan sedikit air mawar dan cuka mawar.[4]

— Nicholas Culpeper (1650), London Dispensatory

Formulasi modern

Hampir semua krim dingin modern telah mengganti minyak nabati dari lilin lebah dengan minyak mineral dan menambahkan zat aditif seperti alkohol, gliserin, dan lanolin.[2] Sejak tahun 1970-an, minyak jojoba menjadi bahan umum dalam krim dingin, yang digunakan sebagai pengganti spermaceti dari diambil dari paus.[2] Merek krim dingin yang banyak dijual di Amerika Serikat antara lain Pond's[5] dan Noxzema.[6]

Selama berabad-abad, produk ini juga digunakan untuk berbagai kegunaan, termasuk mendinginkan kulit akibat sengatan matahari, sebagai krim pembersih, dan sebagai pereda kekeringan kulit.[7]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Oliver, Dana (17 May 2012). "Cold Cream And Its Many Uses: 7 Readers Tell Us How They Use The Beauty Staple (PHOTOS)". Huff Post. Diakses tanggal 3 April 2013.
  2. ^ a b c Sherrow, Victoria (2001). For Appearance' Sake: The Historical Encyclopedia of Good Looks, Beauty, and Grooming. hlm. 238–39.
  3. ^ Piesse, George William Septimus (1857). The Art of Perfumery. hlm. 206.
  4. ^ Moore, J. B. (1869) [1870]. "On Cold Cream". American Journal of Pharmacy. Philadelphia College of Pharmacy: 63.
  5. ^ "Cold Cream Cleanser" (dalam bahasa Inggris). Ponds. Diakses tanggal 2019-03-20.
  6. ^ "Original Cleansing Cream" (dalam bahasa American English). Noxzema. Diakses tanggal 2019-03-20.
  7. ^ Hammerton, John Alexander (1920). Harmsworth's Household Encyclopedia: A Practical Guide to All Home Crafts. hlm. 980.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement