Konvensi Nasional Demokrat 2004

Konvensi Nasional Demockrat 2004
Pemilihan Umum Presiden 2004

Calon
Kerry and Edwards
Konvensi
Tanggal26 Juli – 29 Juli
KotaBoston, Massachusetts
TempatFleetCenter
KetuaBill Richardson (NM)
Pembicara UtamaBarack Obama (IL)
Kandidat
Calon PresidenSen. John Kerry (MA)
Calon Wakil PresidenSen. John Edwards (NC)
Voting
Total Delegasi4.322
Suara yang diperlukan2.164
Hasil (Presiden)Kerry (MA): 4.253 (98,40%)
Kucinich (OH): 43 (0,99%)
Abstain: 26 (0.60%)
Hasil (Wakil Presiden)Edwards (NC): 100% (Aklamasi)
Kotak suara1
‹ 2000  ·  2008 ›

Konvensi Nasional Demokrat 2004 diadakan mulai tanggal 26 sampai 29 Juli 2004 di FleetCenter (sekarang TD Garden) di Boston, Massachusetts. Konvensi ini mencalonkan Senator John Kerry dari Massachusetts sebagai Presiden dan Senator John Edwards dari North Carolina sebagai Wakil Presiden pada pemilu presiden 2004.

Konvensi Nasional Demokrat 2004 menampilkan pembicara utama Barack Obama yang saat itu masih merupakan calon Senator dari Illinois, yang kelak menjadi Presiden Amerika Serikat ke-44 pada tahun 2009. Gubernur New Mexico Bill Richardson menjabat sebagai ketua konvensi, sementara mantan penasihat presiden Bill Clinton, Lottie Shackelford, menjabat sebagai wakil ketua.

Konvensi Nasional Demokrat menandai akhir musim pemilihan umum pendahuluan aktif secara resmi, meski semua pemilu pendahuluan sudah selesai beberapa bulan sebelumnya. Setelah konvensi ini, John Kerry dan John Edwards dikalahkan oleh petahana George W. Bush dan Dick Cheney di pemilihan umum.

Pidato utama Barack Obama

Senator Illinois Barack Obama yang maju sebagai calon Senator AS memberikan pidato utama pada 27 Juli 2004. Kemenangan mutlaknya dalam pra-seleksi calon Senator dari Partai Demokrat membuatnya menjadi kader bintang di skala nasional, memicu spekulasi bahwa ia akan maju sebagai calon Presiden Amerika Serikat pada masa yang akan mendatang, menyebabkan penerbitan ulang memoar Dreams from My Father. Walaupun pidatonya tidak disiarkan oleh televisi komersial, membuat banyak pihak terpukau dan membuat memoarnya laris. Sebagai pembicara utama, Obama menetapkan nada untuk platform partai. Pidatonya, yang menyatakan adanya perpecahan yang tidak perlu dan artifisial dalam budaya dan politik Amerika, mengingatkan pada pidato kampanye John Edwards "Two Americas": "Tidak ada Amerika yang liberal dan Amerika yang konservatif—Hanya ada Amerika Serikat". Obama menggaris bawahi pentingnya persatuan bangsa dan menyelubungi ejekkan kepada George W. Bush dan media berita dianggap melakukan penyederhanaan berlebihan dan pengalihan isu-isu yang memecah belah: "Kita berdoa kepada Tuhan yang Maha Hebat di negara bagian biru, dan kita tidak suka agen federal mencari-cari di perpustakaan kami di negara bagian merah. Kami melatih Little League di negara bagian biru, dan ya, kami punya teman-teman gay di negara bagian merah. Ada patriot yang menolak perang di Irak dan ada patriot yang mendukung perang di Irak. Kita semua satu bangsa, kita semua bersumpah setia kepada Bintang dan Garis, kita semua berjuang mempertahankan Amerika Serikat".[1]

Obama juga mencatat warisan antar ras dan internasionalnya: Lahir di Honolulu kepada seorang ayah dari Kenya dan ibu berkulit putih dari Kansas. Ia menekankan kekuatan pendidikan, menceritakan keistimewaan bersekolah di Punahou School dan Harvard Law School yang eksklusif meskipun keluarganya miskin, dan mengkritik persepsi bahwa pemuda kulit hitam miskin yang membaca buku "bertindak seperti orang kulit putih." Ia kemudian menggambarkan kariernya yang sukses di bidang hukum dan politik sambil membesarkan keluarga di Chicago. "Kisah saya tidak mungkin terjadi di negara lain mana pun di Bumi ini," seru Obama. Menjelang akhir pidatonya, ia menekankan pentingnya harapan dalam kisah Amerika, dan ia menggambarkan bagaimana harapan itu terwujud dalam kehidupan John Kerry, John Edwards, dan bahkan kehidupan pribadinya sendiri, sebagai "seorang anak kurus dengan nama yang lucu yang percaya bahwa Amerika juga memiliki tempat untuknya." Menurut Obama, "keberanian untuk berharap" adalah "anugerah terbesar Tuhan" bagi rakyat Amerika, yang memungkinkannya merasa optimis bahwa kehidupan rata-rata rakyat Amerika dapat ditingkatkan dengan kebijakan pemerintah yang tepat. Setelah pidato tersebut, komentator politik Chris Matthews dengan tepat meramalkan "Saya baru saja melihat presiden kulit hitam pertama".[2]

Hasil pemunggutan suara

Pada hari-hari sebelum konvensi, mayoritas kandidat calon presiden mengundurkan diri, membebaskan delegasi mereka dan mendukung upaya John Kerry. Seluruh kader delegasi memutuskan untuk memilih Kerry sebagai calon presiden, kecuali pendukung Dennis Kucinich walaupun Kucinich juga mendukung Kerry. Banyak negara bagian menolak untuk membiarkan mereka melakukannya, dan hanya mengizinkan mereka untuk mendaftarkan abstain. Hasil terakhirnya adalah sebagai berikut:

Presiden

Pemunggutan suara presiden Konvensi Partai Demokrat, 2004[3]
Candidate Suara Persentase
John Kerry 4,253 98.40%
Dennis Kucinich 43 0.99%
Abstensi 26 0.60%
Totals 4,322 100.00%

Wakil Presiden

Pidato John Kerry

Kerry dan yang lainnya berada di atas kapal di Pelabuhan Boston selama konvensi

Sebelum John Kerry mulai berpidato, putrinya berpidato mengenai ayahnya. Setelah itu, sebuah video ditayangkan ke hadirin menyorot beberapa babak kisah kehidupan Kerry, mulai dari lahir di Colorado, masa kecilnya di New England, perjalanannya menemani ayahnya yang merupakan seorang diplomat di Jerman pasca-Perang Dunia II, mengabdi di Perang Vietnam, diselingi oleh cuplikan pidato Kerry dan narasi suara. Setelah video berakhir, mantan Senator AS Max Cleland menyampaikan pidato yang menyatakan bahwa konflik global dan pertempuran aktif di Irak dan Afghanistan membutuhkan seorang pahlawan perang seperti Kerry di Gedung Putih. Ini diakhiri dengan masuknya John Kerry ke mimbar bicara, di mana ia memberikan hormat militer dan mengumumkan, "Saya John Kerry, dan saya melapor untuk bertugas!". Kerry kemudian menerima nominasinya sebagai calon presiden.

Partai Demokrat bereaksi positif terhadap pidato penerimaan John Kerry.[4] Karena Demokrat sangat menentang pemerintahan Bush, John Kerry menghabiskan sebagian besar pidatonya untuk menarik minat pemilih independen dan pemilih yang belum menentukan pilihan.[4] Ia berjanji untuk melatih sebanyak 40,000 tentara baru,[5] menerapkan rekomendasi dari Komisi 9/11,[5] memotong defisit nasional sebanyak setengah dalam jangka waktu empat tahun,[5] untuk memotong pajak kelas menengah sambil mencabut pemotongan pajak pemerintahan Bush bagi mereka yang berpenghasilan lebih dari US$200.000 per tahun,[5] untuk menghentikan privatisasi Jaminan Sosial,[5] dan untuk memperluas penelitian sel punca.[5]

Sehari setelah Kerry berpidato, kampanye pemilihan kembali Presiden George W. Bush mulai menyerang John Kerry dengan melawan klaim yang dibuat oleh John Kerry dan mengkritik visi misinya. Di Springfield, Missouri dalam sebuah acara kampanye, Bush berkata kepada sekumpulan orang: "Lawan saya memiliki niat yang baik, tetapi niat tidak selalu membuat hasil", menyerang kinerja Kerry selama menjadi senator.[6]

Pembicara

Selain Obama, Edwards, dan Kerry, hadir juga sebagai pembicara adalah mantan presiden Bill Clinton dan Jimmy Carter, mantan wakil presiden dan calon presiden pemilu 2000 Al Gore, ketua minoritas Senat AS Tom Daschle, Senator New York dan mantan Ibu Negara Hillary Clinton, Senator Massachusetts Ted Kennedy, mantan kandidat Al Sharpton, dan penasehat presiden untuk HIV/AIDS Denis Stokes. Hadir juga Ron Reagan, putra Ronald Reagan, di konvensi ini dan ia menuduh George W. Bush yang membajak warisan ayahnya atas peralihan dukungannya ke Demokrat.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "Barack Obama 2004 Democratic National Convention Keynote Address". American Rhetoric. Diakses tanggal July 7, 2021.
  2. ^ "Complete Obama Speech Archive: Keynote Address at 2004 Democratic National Convention". Diarsipkan dari asli tanggal May 19, 2010. Diakses tanggal February 12, 2009.
  3. ^ "Democratic Convention 2004". The Green Papers. Diakses tanggal April 13, 2008.
  4. ^ a b Wilgoren, Jodi; Halbfinger, David (July 31, 2004). "THE 2004 CAMPAIGN: REACTION; Democrats Across the Board Are Pleased". The New York Times. Diakses tanggal January 18, 2010.
  5. ^ a b c d e f "'We Have It in Our Power to Change the World Again'". The New York Times. July 29, 2004.
  6. ^ "President's Remarks in Springfield, Missouri Remarks". Diakses tanggal January 15, 2010.

Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> dengan nama "future" yang didefinisikan di <references> tidak digunakan pada teks sebelumnya.

Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> dengan nama "status" yang didefinisikan di <references> tidak digunakan pada teks sebelumnya.

Pranala luar

Didahului oleh
2000
Los Angeles
Konvensi Nasional Demokrat Dilanjutkan oleh
2008
Denver

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement