Kobalt(II) sulfat

Cobalt(II) sulfate
Kobalt(II) sulfat sinar-X
Nama
Nama IUPAC
Kobalt(II) sulfat
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChemSpider
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/Co.H2O4S/c;1-5(2,3)4/h;(H2,1,2,3,4)/q+2;/p-2 checkY
    Key: KTVIXTQDYHMGHF-UHFFFAOYSA-L checkY
  • InChI=1/Co.H2O4S/c;1-5(2,3)4/h;(H2,1,2,3,4)/q+2;/p-2
    Key: KTVIXTQDYHMGHF-NUQVWONBAJ
  • [Co+2].[O-]S([O-])(=O)=O
Sifat
CoSO4·(H2O)7
Massa molar 154.996 g/mol (anhidrat)
173.01 g/mol (monohydrate)
263.08 g/mol (heksahidrat)
281.103 g/mol (heptahidrat)
Penampilan kristal kemerahan (anhidrat, monohidrat)
garam merah muda (heksahidrat)
Bau tidak berbau (heptahidrat)
Densitas 3.71 g/cm3 (anhidrat)
3.075 g/cm3 (monohidrat)
2.019 g/cm3 (heksahidrat)
1.948 g/cm3 (heptahidrat)
Titik lebur 735 °C (1.355 °F; 1.008 K)
tanpa hidrat:
36.2 g/100 mL (20 °C)
38.3 g/100 mL (25 °C)
84 g/100 mL (100 °C)
heptahidrat:
60.4 g/100 mL (3 °C)
67 g/100 mL (70 °C)
Kelarutan anhidrat:
1.04 g/100 mL (methanol, 18 °C)
tidak larut dalam ammonia
heptahidrat:
54.5 g/100 mL (methanol, 18 °C)
+10,000·10−6 cm3/mol
Indeks bias (nD) 1.639 (monohidrat)
1.540 (heksahidrat)
1.483 (heptahidrat)
Struktur
ortorombik (anhidrat)
monoklinik (monohidrat, heptahidrat)
Bahaya
Lembar data keselamatan JT Baker MSDS
Carc. Cat. 2
Muta. Cat. 3
Repr. Cat. 2
Toxic (T)
Berbahaya untuk Lingkungan (N)
Frasa-R R49, R60, R22, R42/43, R68, R50/53
Frasa-S S53, S45, S60, S61
Titik nyala Tidak mudah terbakar
Dosis atau konsentrasi letal (LD, LC):
424 mg/kg (mulut, tikus)
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Kobalt(II) sulfat adalah sebuah senyawa kimia dengan rumus CoSO4(H2O)x. Biasanya kobalt sulfat merujuk kepada CoSO4.7H2O, yang merupakan salah satu dari jenis garam kobalt(II) yang banyak digunakan.[1]

Produksi

Salah satu daerah Indonesia penghasil kobalt(II) sulfat adalah tambang nikel di Pulau Obi. Pulau tersebut mengandung tanah berwarna kehijau-hijauan yang mengandung nikel, dengan jenis bervariasi tergantung kedalamannya. Kerukan tanah sekitar 10 - 20 meter mengandung limonit, suatu bijih besi yang mengandung unsur jejak nikel dan kobalt. Tanah limonit akan diproses ke pabrik high pressure acid leach (HPAL) untuk dicuci, dimurnikan, dikentalkan, dan diekstrak dalam bejana autoclave. Nikelnya dilarutkan dalam asam sulfat, sementara zat lainnya akan mengendap. Cairan nikel lalu diproses menjadi mixed hydroxide precipitate, yang kemudian akan menghasilkan nikel dan kobalt -- dua bahan baku penting baterai kendaraan listrik. Hasil peleburan nikel sulfat berwarna biru toska, sedangkan kobalt sulfat berwarna kemerahan. [2]

Lapisan tanah limonit pada daerah tambang nikel. Tanah limonit merupakan bahan baku pembuatan kobalt(II) sulfat, karena mengandung unsur jejak kobalt.

Referensi

  1. ^ Elerman, Y. "Refinement of the crystal structure of CoSO4*6H2O" Acta Crystallographica Section C 1988, volume 44, p599-p601. DOI:10.1107/S0108270187012447
  2. ^ Ratna Susilowati (25 Agustus 2025) "Harita Menjadi Pioner Pengolahan Nikel Limonit" Rakyat Merdeka. hal 6

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement