Kelenteng An Hwa Tian

Kelenteng An Hwa Tian

Kelenteng An Hwa Tian adalah tempat ibadat Tri Darma yang terletak di Kotabaru, Kalimantan Selatan. Letaknya tepat berada di persimpangan jalan Sisingamaraja dan Jalan H Agus Salim, Kelurahan Kotabaru Tengah, Kecamatan Pulau Laut Sigam dan berada di atas gundukan tanah yang lebih tinggi dari daerah di sekitarnya.[1]Klenteng An Hwa Tian memiliki keunikan yang berbeda dengan klenteng lain, yang dimana terdapat altar Semienfo dan altar bagian paling atas terdapat tiga rupang yang terdiri dari, Konghucu, Budhha, Maha Dewa, yang melambangkan tiga ajaran sekaligus.[2]

Sejarah

Arti dari nama kelenteng An Hwa Tian adalah keselamatan perantau warga Tionghoa.[3] Kelenteng ini dibangun pada 1895 dan masih digunakan hingga sekarang untuk sembahyang setiap penanggalan imlek 1 dan 15 serta hari-hari besar Dewa Dewi. Kelenteng ini juga dikenal dengan nama Tempekong oleh masyarakat sekitar. Kelenteng ini merupakan satu-satunya tempat ibadah warga Tionghoa sekaligus salah satu bangunan tertua di Kotabaru.[4]

Pada sepuluh altar yang terdapat di Klenteng An Hwa Tian, rupang- rupang tersebut merupakan sebuah objek simbol perwujudan dari para dewa, dewi maupun leluhur yang dipercaya keberadaannya oleh suku Tionghoa beragama Buddha.[2]

Bangunan

Konsep pembangunan Klenteng An Hwa Tian masih menggunakan konsep Tiongkok modern yang terdapat bentuk naga, ukiran bunga teratai, awan, rusa, dan tulisan berbahasa hokkian. Bentuk pada altar di Klenteng An Hwa Tian terdapat 5 bentuk yang berbeda-beda dan mempunyai makna tersendiri pada tiap bentuknya. Awalnya, kelenteng ini terbuat dari kayu, tetapi seiring perkembangan zaman direnovasi dan bahan bangunannya diganti dengan semen. Adapun warna bangunan yang dominan adalah merah.[2]

Di dalam komplek kelenteng ini terdapat beberapa bangunan seperti ruang ibadah sebagai bangunan utama yang berukuran 12 x 13 m, bangunan serbaguna dan kantor sekretariat berukuran 9 x 20 m. Selain itu juga terdapat dua pagoda dan pagoda yang berukuran lebih kecil memiliki tambur dan lonceng. Untuk pagoda yang besar, terdapat rupang Buddha (Tri Darma).[5]

Lukisan dan tekstur di Kelenteng An Hwa Tian diambil dari Cina kuno dengan gambar naga yang merupakan simbol dari binatang yang baik hati, kuat dan penguasa udara.[4]Klenteng An Hwa Tian identik dengan warna merah mencolok disertai warna tambahan kuning dan hijau.[2]

Lihat juga

  1. Kelenteng Suci Nurani Banjarmasin
  2. Kelenteng Karta Raharja Banjarmasin

Referensi

  1. ^ "KalselPedia - Bangunan Kuno Masih Terawat Baik, Kelenteng di Kotabaru Tengah Ini Berdiri Tahun 1895". Banjarmasinpost.co.id. Diakses tanggal 2025-04-08.
  2. ^ a b c d Steffi Veronika Honger (2023-07-29). "MAKNA SIMBOLIK ALTAR KLENTENG AN HWA TIAN: (Studi Deskriptif Tentang Bentuk dan Makna Altar Klenteng An Hwa Tian di Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan)". PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama. 4 (1): 12–26. doi:10.53565/patisambhida.v4i1.874. ISSN 2745-9268.
  3. ^ www.gemasaijaanonline.info http://www.gemasaijaanonline.info/2013/11/sejarah-kelenteng-hwa-tian.html?m=1. Diakses tanggal 2022-06-13.
  4. ^ a b Edupaint. "An Hwa Tian Klenteng Kotabaru Kalimantan Selatan - Edupaint". edupaint.com. Diakses tanggal 2022-06-13.
  5. ^ Naimi, Royan. "Kelenteng Kotabaru Kalsel Berdiri Tahun 1895". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2022-06-13.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement