Kedungoleng, Paguyangan, Brebes
Kedungoleng | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Tengah | ||||
| Kabupaten | Brebes | ||||
| Kecamatan | Paguyangan | ||||
| Kode pos | 52276 | ||||
| Kode Kemendagri | 33.29.04.2003 | ||||
| Luas | ... km² | ||||
| Jumlah penduduk | ... jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Kedungoleng (Sunda: ᮊᮨᮓᮥᮍᮧᮜᮦᮀ) adalah desa di kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini secara geografis terbagi menjadi dua wilayah, yaitu Kedungoleng Barat dan Kedungoleng Timur, di mana pembatasnya adalah sebuah hutan pinus yang kini sedang mengalami peremajaan.
Pusat pemerintahan desa Kedungoleng terletak di Kedungoleng Barat, yakni di Dukuh Cipanas. Desa Kedungoleng terdiri dari beberapa padukuhan (dukuh), antara lain Karangasem (berbatasan langsung dengan desa Kedungbanteng), Karanganyar, Karangbenda, Ciwaringin, Cibeler, Cipanas, Mapag, Cigobang, dan Cilancing. Di desa ini terdapat tempat wisata Pemandian Air Panas Tirta Husada.
Demografi
Mayoritas penduduk desa Kedungoleng adalah suku Jawa, tetapi terdapat juga sebagian kecil suku Sunda. Bahasa utama yang digunakan adalah bahasa Jawa Banyumasan, karena letaknya lebih dekat dengan perbatasan Kabupaten Banyumas dibandingkan dengan ibu kota Kabupaten Brebes di Kecamatan Brebes. Penduduk desa ini sebagian besar dwibahasa, mampu memahami dua bahasa, dalam hal ini bahasa Sunda dan bahasa Jawa.
Bahasa Jawa Banyumas dituturkan di seluruh wilayah desa ini. Namun demikian, ada pula beberapa dukuh yang sebagian penduduknya menggunakan bahasa Sunda Brebes, yakni di dukuh Cigobang, Cibeler, dan Kedawung, karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Bantarkawung, di mana mayoritas penduduknya berbahasa Sunda Brebes. Meskipun demikian, sebagian besar penduduk di dukuh-dukuh tersebut masih berbahasa Jawa Banyumas.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



