Kecik, Besuk, Probolinggo
Kecik | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Probolinggo | ||||
| Kecamatan | Besuk | ||||
| Kode pos | 67283. | ||||
| Kode Kemendagri | 35.13.13.2002 | ||||
| Luas | 1,98km² | ||||
| Jumlah penduduk | 3.566 jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Kecik adalah sebuah desa di Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur.
Desa Kecik adalah salah satu desa dari 17 desa yang ada di Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Desa kecik memiliki luas 198 Hektar yang terdiri dari luas sawah yang ada di desa kecik sebesar 117 hektar dan 81 hektar tanah kering dan tanah bangunan[1]. Berikut adalah batas-batas Desa Kecik beserta Peta desa :

Sebelah barat : Desa Jambangan dan Desa Dandang
Sebelah timur : Desa Gunggungan lor dan Desa Alasnyiur
Sebelah selatan : Desa Bago
Sebelah utara : Desa Jambangan
Desa kecik termasuk dataran rendah karena berada dibawah kaki gunung, sekitar 5 km dari Gunung Argapura dan suhunya masih cenderung stabil dengan ketinggian 51 meter dari permukaan laut. Pemandangan di desa ini juga cukup unik, karena anda bisa melihat Gunung Argapura dari segala penjuru desa. Seperti desa pada umumnya, mayoritas mata pencaharian masyarakat Desa Kecik adalah petani dan pedagang.
Desa Kecik memiliki total penduduk sekitar 3.565 jiwa pada tahun 2022[2], dengan rincian 1.346 kepala keluarga (KK). Berikut pula rincian penduduk menurut penggolongan usia :
1. Masa Balita usia 0-5 tahun terdapat 239 orang.
2. Masa Anak-anak usia 6-11 tahun terdapat 314 orang.
3. Masa Remaja Awal usia 12-16 tahun terdapat 232 orang.
4. Masa Remaja Akhir usia 17-25 tahun terdapat 450 orang.
5. Masa Dewasa Awal usia 26-35 tahun terdapat 546 orang.
6. Masa Dewasa Akhir usia 36-45 tahun terdapat 498 orang.
7. Masa Lansia Awal usia 46-55 tahun terdapat 560 orang.
8. Masa Lansia Akhir usia 56-65 tahun terdapat 426 orang.
9. Masa Manula usia 65 tahun > terdapat 300 orang.
Desa Kecik menempati urutan ke-4 dengan jumlah penduduk terpadat di Kecamatan Besuk.
Dari segi pendidikan penduduk, masyarakat di desa ini masih tergolong kurang dalam hal pendidikan, bisa dilihat dari angka persentase, hanya 18% penduduk yang telah mengenyam pendidikan tinggi tingkat Strata 1 (S1). Hal ini masih menjadi upaya Pemerintah Desa Kecik untuk meningkatkan kualitas penduduk dari segi pendidikannya. Sedangkan dari segi keagamaan, penduduk Desa Kecik mayoritas menganut agama Islam dan hanya 6 orang yang menganut agama Katolik dan 1 agama Buddha. Dalam segi fasilitas keagamaan terdapat 4 Masjid dan 15 musala yang ada di Desa Kecik, sedangkan untuk sarana pendidikan ada 2 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK), 2 Sekolah Dasar Negeri (SDN), 1 Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS), 1 Sekolah Menengah Pertama Swasta (SMPS), dan 1 Pondok Pesantren.
Masyarakat Desa Kecik sangat berpegang teguh pada adat istiadat. Selain aturan-aturan agama dan aturan pemerintah, aturan atau norma adat istiadat juga sangat dipatuhi oleh masyarakat, Masyarakat Desa Kecik mayoritas bersuku dan berbahasa Madura tetapi ada juga sebagian kecil yang bersuku dan berbahasa Jawa. Contoh adat istiadat yang sering di lakukan yaitu Selametan Bubur, di mana bubur ini di bagi 2 macam yang pertama bubur putih yang terdiri dari beras dan santan dan yang kedua adalah bubur Sumsum atau Candil yang terbuat dari tepung beras dan gula merah, bubur ini dimasak dengan porsi yang banyak kemudian dibagikan ke tetangga yang dekat dan sanak saudara yang bisa dijangkau atau tidak jauh, kemudian tetangga dan sanak saudara ini memberi balasan dengan memberikan bubur pula di kemudian harinya.
Sosial dan ekonomi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat di pisahkan, karena atas kedua unsur inilah kehidupan makhluk sosial dapat berlangsung. Dan begitu pula antara manusia yang satu dengan manusia lainnya juga tidak dapat dipisahkan karena manusia hidup selalu tolong menolong dan selalu berinteraksi satu sama lainnya, sehingga dengan demikian maka akan timbul kehidupan bermasyarakat. Keadaan sosial yang ada di Desa Kecik ini tidak diragukan lagi, banyak masyarakat yang masih melestarikan budaya tolong menolong dan Gotong royong, misalnya jika tetangga mengadakan hajatan atau acara-acara besar, maka tetangga lain akan datang membantu secara sukarela tanpa mengharap imbalan sepeser pun.
[1] Hasil wawancara Kepala Desa Kecik tanggal 28 Mei 2022, Bapak Sholeh. [2] Hasil wawancara sekretaris Desa Kecik tanggal 28 Mei 2022, Bapak Mad.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



