Kaul Perang Salib

Philip II dari Prancis dan Henry II dari Inggris membawa salib untuk untuk Perang Salib Ketiga, sebagaimana yang digambarkan oleh Mahiet [fr] dalam salinan pertengahan abad ke-14 dari Grandes Chroniques de France (kini British Library, Royal MS 16 G VI)

Kaul Perang Salib (juga disebut sebagai kaul salibis) adalah sebuah janji tunggal kepada Allah yang dibaut sebelum seorang perwakilan dari Gereja Katolik secara sah mengesahkan ikatan dirinya untuk mengikuti Perang Salib.[1] Kaul dan hak hadirinnya adalah salah satu unsur penting dari Perang Salib, bersama dengan indulgensi Perang Salib.[2]

Tidak ada Perang Salib tanpa pasukan salibis dan apa yang membuat seorang pria atau wanita menjadi pasukan salibis adalah mengucapkan sebuah kaul . . .[3]

Tindakan mengucapkan kaul pasukan salibis seringkali disebut sebagai "memanggul salib", karena merupakan hal biasa untuk menjahit salib pada pakaian seseorang, sebuah praktek yang dimulai dalam Perang Salib Pertama pada 1095.

Referensi

  1. ^ Andrea 2003, hlm. 327: "promise made to God". Bird 2006, hlm. 1233: "the means that transformed an individual's inner conversion and intention ... into a penitentially and legally binding obligation".
  2. ^ Riley-Smith 2002, hlm. 2–3.
  3. ^ Riley-Smith 2002, hlm. 53.

Karya kutipan

  • Andrea, Alfred J. (2003). "Vow, Crusader's". Encyclopedia of the Crusades. Greenwood Press. hlm. 327–328. ISBN 0313316597.
  • Bird, Jessalynn (2006). "Vow". Dalam Alan V. Murray (ed.). The Crusades: An Encyclopedia. Vol. 4. ABC-CLIO. hlm. 1233–1237.
  • Riley-Smith, Jonathan (2002) [1977]. What Were the Crusades? (Edisi 3rd). Ignatius Press.
  • Slack, Corliss K. (2013). "Crusade Vow". Historical Dictionary of the Crusades (Edisi 2nd). Scarecrow Press. hlm. 92.

Bacaan tambahan

  • Aitchison, Paul M. (2024). "Crusader Vows". The Saber and Scroll Journal. 12 (1): 35–53. doi:10.18278/sshj.12.1.4.
  • Brundage, James A. (1966). "A Note on the Attestation of Crusader's Vows". The Catholic Historical Review. 52 (2): 234–239. JSTOR 25017789.
  • Brundage, James A. (1968). "The Votive Obligations of Crusaders: The Development of a Canonistic Doctrine". Traditio. 24: 77–118. doi:10.1017/S0362152900004700.
  • Brundage, James A. (1969). Medieval Canon Law and the Crusader. University of Wisconsin Press.
  • Brundage, James A. (1971). "The Army of the First Crusade and the Crusade Vow: Some Reflections on a Recent Book". Mediaeval Studies. 33: 334–343. doi:10.1484/J.MS.2.306103.
  • Forey, Alan J. (2018). "The Papacy and the Commutation of Crusading Vows from One Area of Conflict to Another (1095–c. 1300)". Traditio. 73: 43–82. doi:10.1017/tdo.2018.4.
  • Madden, Thomas F. (1993). "Vows and Contracts in the Fourth Crusade: The Treaty of Zara and the Attack on Constantinople in 1204". The International History Review. 15 (3): 441–468. doi:10.1080/07075332.1993.9640651.
  • Pennington, Kenneth (1974). "The Rite for Taking the Cross in the Twelfth Century". Traditio. 30: 429–435.
  • Price, Jennifer Ann (2005). Cruce Signatus: The Form and Substance of the Crusading Vow, 1095–1216 (Doctoral dissertation). University of Washington.
  • Tyerman, C. J. (1995). "Were There Any Crusades in the Twelfth Century?". The English Historical Review. 110 (437): 553–577. JSTOR 578335.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement