Katedral Bogor
| Katedral Bogor | |
|---|---|
| Gereja Katedral Santa Perawan Maria | |
Katedral Bogor pada tahun 2023 | |
| Informasi umum | |
| Lokasi | Jalan Kapten Muslihat Nomor 22, Bogor. 16122 |
| Negara | Indonesia |
| Denominasi | Gereja Katolik Roma |
| Situs web | www |
| Arsitektur | |
| Status | Katedral, Paroki |
| Status fungsional | Aktif |
| Tipe arsitektur | Gereja |
| Gaya | Neo-Gotik |
| Administrasi | |
| Paroki | Katedral |
| Dekenat | Tengah |
| Keuskupan | Bogor |
| Klerus | |
| Uskup | sede vacante |
| Imam kepala | R.D. Paulus Haruna |
Gereja Katedral Bogor adalah sebuah gereja katedral Katolik untuk Keuskupan Bogor, dengan nama resmi Gereja Beatae Mariae Virginis (Santa Perawan Maria).[1] Beralamat di Jalan Kapten Muslihat Nomor 22, Bogor.
Awalnya merupakan sebuah gereja Paroki Bogor yang termasuk dalam wilayah Prefektur Apostolik Sukabumi. Bersamaan dengan berubahnya status Prefektur Apostolik Sukabumi menjadi Keuskupan dengan nama Keuskupan Bogor. Gereja Paroki Bogor kemudian dijadikan sebagai Gereja Katedral Keuskupan Bogor.
Sejarah
Awal sejarah berdirinya Gereja Katedral Bogor berkaitan dengan peranan dua tokoh perintis umat kota Bogor, yaitu Mgr. Adam Carel Claessens dan R.D. M.Y.D. Claessens.
Pada tahun 1881, Mgr. Claessens membeli sebuah rumah dengan pekarangan yang cukup luas (sekarang meliputi kompleks Gereja, Pastoran, seminari, sekolah, dan Bruderan Budi Mulia). Semula tempat itu digunakan sebagai tempat peristirahatan dan penyelenggaraan Misa Kudus para tamu dari Jakarta. Namun, dengan dimilikinya rumah tersebut, juga menjadi awal umat Katolik memisahkan diri dari penggunaan Gereja Simultan/ekumene sebelumnya. Pada tahun itu pula, R.D. M.Y.D. Claessens mulai menetap di Bogor.
-
Katedral Bogor (sekitar 1920-30)
Pada tahun 1886 MYD. Claessen memulai karya pastoralnya untuk mendirikan Panti Asuhan untuk anak-anak. Saat itu bangunan rumah Panti Asuhan tersebut baru bisa menampung 6 orang anak. Usaha pastoral itu kemudian di kembangkan hingga menjadi Yayasan Vincentius pada tahun 1887, sehingga pada tahun 1888 mendapat pengakuan dari Pemerintah Hindia Belanda.
Pada tahun 1889 Pemerintah Hindia Belanda secara resmi mengakui dan menyatakan bahwa Bogor menjadi Stasi misi tetap Batavia. Tahun 1896 (setahun setelah Mgr. AC. Claessen meninggal), MYD. Claessens mulai membangun sebuah gedung Gereja yang megah di atas tanah yang didiaminya. Gereja itu yang hingga sekarang kita kenal dengan Gereja Katedral.
Pada tahun 1907 Pastor MYD. Claessens kembali ke Belanda setelah selama 30 tahun dia berkarya di Bogor Jawa Barat, 27 tahun kemudian, tepatnya tahun 1934, dia meninggal dalam usia 82 tahun. Semenjak kepergian Pastor Claessens, stasi misi tetap Bogor ditangani oleh Pastor Anton Pieter Franz van Velsen, S.J. Pada tahun 1924, Pastor Antonius Van Velsen diangkat menjadi Vikaris Apostolik Batavia, sehingga Bogor yang saat itu sudah menjadi Paroki diserahkan kepada Pastor OFM Conventual.
Pada bulan November tahun 1957 Paroki Bogor dipisahkan dengan Vikariat Apostolik Batavia dan digabungkan dengan Prefektur Apostolik Sukabumi.
Pada tahun 1961, Prefektur Apostolik Sukabumi ditingkatkan statusnya menjadi Keuskupan dengan nama Keuskupan Bogor. Gereja Paroki Bogor kemudian menjadi Gereja Katedral Keuskupan Bogor. Dengan demikian, Paroki Bogor namanya berubah menjadi Paroki Katedral Bogor.
-
Panti imam -
Panti umat saat perayaan Natal -
Patung Santo Yosef -
Patung Bunda Maria dan Kanak-kanak Yesus
Kapel
Terdapat beberapa kapel yang ada di dalam wilayah Paroki Katedral Bogor.
- Kapel Ciampea, Jalan Pasar Ciampea Nomor 18 Ciampea, Bogor 16620
- Kapel Semplak, Komplek AURI Semplak, Jalan Raya Semplak Blok B IX A Atang Sanjaya
- Kapel Susteran FMM (Regina Pacis), Jalan Ir. H. Juanda Nomor 2 Bogor
- Kapel Susteran Gembala Baik, Jalan Pajajaran Nomor 6 Bogor 16143
- Kapel Pondok Rumput, Gg. Gurame
Peribadatan
Perayaan Ekaristi dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut:[2]
- Misa Harian senin - sabtu : 06.00 WIB
- Jumat Pertama : 17.00 WIB
- Sabtu : 17.00 WIB
- Minggu : 06.00 WIB; 08.30 WIB (tersedia live streaming); 11.00 WIB; 16.30 WIB; 19.00 WIB
-
Umat berdoa jelang Misa -
Pieta -
Organ di balkon
Galeri
-
Katedral Bogor pada tahun 2010 -
Katedral Bogor, tampak samping depan -
Katedra, atau takhta Uskup di panti imam -
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025 -
Interior pada tahun 2023
Referensi
- ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-07-23. Diakses tanggal 2020-05-21.
- ^ "Home • Berita Umat". Berita Umat. 2025-01-25. Diakses tanggal 2025-03-02.
Lihat pula
- Daftar gereja tua di Indonesia
- Keuskupan Bogor
- Daftar katedral di Indonesia
- Daftar paroki di Keuskupan Bogor
Pranala luar
- Situs web resmi
- Paroki Katedral pada situs web Keuskupan Bogor
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




