Kastanya amerika
| Kastanya amerika | |
|---|---|
| Daun dan kacang-kacangan kastanya amerika | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Fagales |
| Famili: | Fagaceae |
| Genus: | Castanea |
| Spesies: | C. dentata
|
| Nama binomial | |
| Castanea dentata (Marsh.) Borkh.
| |
| Jangkauan alami dari Castanea dentata | |
Kastanya amerika[3] (Castanea dentata) adalah pohon gugur besar yang tumbuh cepat dan termasuk dalam famili bewuk, asli dari Amerika Utara bagian timur. Seperti semua anggota genus Castanea, pohon ini menghasilkan buah berduri yang berisi kacang yang bisa dimakan. Dahulu, kastanya amerika banyak ditemukan di Pegunungan Appalachia dan menjadi spesies dominan di hutan ek-kastanya di wilayah tengah hingga selatan.[4][5][6]
Pada awal hingga pertengahan abad ke-20, pohon kastanya amerika hampir punah akibat hawar kastanya, penyakit jamur yang dibawa dari pohon kastanya jepang yang diperkenalkan ke Amerika Utara. Diperkirakan antara tiga hingga empat miliar pohon tewas akibat penyakit ini sejak awal 1900-an. Saat ini, spesies ini tercatat sebagai terancam punah di Kanada menurut Undang-Undang Spesies Terancam.[7][8]
Deskripsi
Castanea dentata adalah pohon kayu keras eudikotil yang besar, tumbuh cepat, dan gugur. Beberapa spesimen yang tercatat di Maine mencapai ketinggian hingga 115 kaki (35 m). Menurut catatan sebelum serangan hawar, pohon ini dapat mencapai tinggi maksimum 100 kaki (30 m) dengan lingkar batang hingga 13 kaki (4 m). Sumber setelah hawar kadang melaporkan ukuran maksimum yang lebih besar, kemungkinan disebabkan oleh nostalgia, salah interpretasi lingkar batang pra-hawar sebagai diameter, atau asumsi keliru bahwa pengamatan pohon terbesar mencerminkan ukuran rata-rata. Ukuran kastanya amerika ini jauh lebih besar dibandingkan dengan spesies terkait, Castanea pumila.[9][10][11]
Terdapat beberapa spesies kastanya lainnya, termasuk kastanya manis eropa (C. sativa), kastanye tiongkok (C. mollissima), dan kastanye jepang (C. crenata). Castanea dentata dapat dibedakan melalui beberapa ciri morfologis, seperti panjang tangkai daun, ukuran dan jumlah biji per duri, bentuk daun, serta ukuran daun itu sendiri, yang berkisar panjang 14–20 cm dan lebar 7–10 cm yang sedikit lebih pendek tetapi lebih lebar dibanding kastanye eropa. Daunnya memiliki gigi tepi yang lebih besar dan lebar, sesuai dengan nama ilmiah dentata yang berarti “bergigi” dalam bahasa Latin.[12][13]
Kegunaan
Kacang dari pohon kastanya amerika pernah menjadi sumber daya ekonomi penting di Amerika Utara, dijual di jalan-jalan kota besar dan kadang-kadang masih ditemukan selama musim Natal, dikenal dengan aroma panggang yang mudah tercium dari jarak beberapa blok. Kacang ini dapat dimakan mentah atau dipanggang, meskipun biasanya lebih disukai setelah dipanggang, dengan kulit coklat yang harus dikupas untuk mengakses bagian putih kekayuan yang bisa dimakan. Selain dikonsumsi manusia, kacang-kacangan juga menjadi makanan berbagai satwa liar dan digunakan petani untuk memberi makan ternak dengan membiarkan hewan berkeliaran di hutan kastanya. Pohon kastanya amerika sangat penting bagi banyak suku asli Amerika karena menyediakan sumber makanan, mendukung satwa liar yang mereka buru, dan digunakan dalam pengobatan tradisional.[14]
Referensi
- ^ Stritch, L. (2018). "Castanea dentata" e.T62004455A62004469. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-1.RLTS.T62004455A62004469.en. ;
- ^ "NatureServe Explorer 2.0". explorer.natureserve.org. Diakses tanggal 18 November 2025.
- ^ "Satwa Invasif Ikut Menyebar Lewat Jalur Sutra Modern Cina". dw.com. Diakses tanggal 2026-04-12.
- ^ Davis, Donald E. (2005). "Historical Significance of American Chestnut on Appalachian Culture and Ecology". ecosystem.psu.edu. Diakses tanggal 18 November 2025.
- ^ Elliott, Katherine J.; Swank, Wayne T. (2008-08-01). "Long-term changes in forest composition and diversity following early logging (1919–1923) and the decline of American chestnut (Castanea dentata)". Plant Ecology (dalam bahasa Inggris). 197 (2): 155–172. Bibcode:2008PlEco.197..155E. doi:10.1007/s11258-007-9352-3. ISSN 1573-5052. S2CID 16357358.
- ^ Edward K. Faison and David R. Foster: "Did American Chestnut Really Dominate the Eastern Forest?"
- ^ "American Chestnut (Castanea dentata)". species-registry.canada.ca. Diakses tanggal 2025-11-18.
- ^ Powell, George Harold (1898). The European and Japanese chestnuts in the eastern United States. No. 42. Newark, Delaware: Delaware College Agricultural Experiment Station.
- ^ Jacobs, Douglass F; Severeid, Larry R (April 2004). "Dominance of interplanted American chestnut (Castanea dentata) in southwestern Wisconsin, USA". Forest Ecology and Management. 191 (1–3): 111–120. Bibcode:2004ForEM.191..111J. doi:10.1016/j.foreco.2003.11.015.
- ^ "Tallest American chestnut tree in North America discovered in Lovell, Maine". University of Maine. 25 November 2015.
- ^ "Chinkapins vs. chestnuts" (PDF). The American Chestnut Foundation. Spring 2010. hlm. 4.
- ^ "Chestnut Species ID: The Basics" (PDF). The American Chestnut Foundation. Diakses tanggal 18 November 2025.
- ^ Merkle, Scott A.; Viéitez, Francisco Javier; Correidoira, Elena; Carlson, John E. (2020). "10 Fagaceae". Dalam Litz, Richard E.; Pliego-Alfaro, Fernando; Hormaza, Jose Ignacio (ed.). Biotechnology of fruit and nut crops (Edisi 2nd). Wallingfor, Oxfordshire, UK: CABI. hlm. 206 to 237. ISBN 978-1-78064-827-9.
- ^ Schlarbaum, Scott (1998). "Three American Tragedies: Chestnut Blight, Butternut Canker, and Dutch Elm Disease" (PDF). Forest Service Northern Research Station. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal September 25, 2020. Diakses tanggal 18 November 2025.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


